Minggu, 25 Oktober 2020

Memilih Lokasi Bisnis Strategis




 

POS ini saya tulis karena risau dengan situasi perekonomian sulit  di masa pandemi yang entah kapan berakhir. Dalam satu hari ini saya disodorkan fakta pahit yang bisa menimpa siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.  Hidup mendadak menjungkalkanmu ke dalam ketidakpastian atau situasi sulit yang memengaruhi kelancaran jalan rezeki. Pilihannya hanya ada dua, menyerah atau bertahan. Menyerah berarti kau mengaku kalah oleh keadaan dan memutuskan berhenti berjuang. Tetap bertahan artinya kau berusaha mengatasi keadaan secara pasif atau aktif agar beroleh penyelesaian terbaik yang solutif (baca dengan f bukan p, ya, he he). Butuh keyakinan untuk berpegang pada harapan.

 

Harapan adalah esensi dasar kehidupan  yang harus dimiliki oleh manusia, pondasi utama agar tetap optimis untuk melanjutkan kehidupan dalam gerak dinamis.  Secara bahasa harapan sendiri berarti: sesuatu yang diharapkan; keinginan supaya menjadi kenyataan. (KBBI 3)

Kita bisa berpegang teguh pada harapan karena keinginan sekaligus naluri dasar sebagai manusia untuk mempertahankan kehidupan agar tidak mati secara eksistensi. Sepahit apa pun hidup, ada harapan agar badai pahit itu usai dan digantikan hal manis.

Saya membaca status seorang teman baru di Facebook yang jualan bakso. Kebingungan karena harus pindah tempat jualan.  Membuat status di grup kecamatan tentang tempat yang sekiranya murah untuk dikontrakkan.

Hidup tiba-tiba jungkir-balik ke arah tak terduga, setelah semangat jualan dan mempromosikan tempatnya di media sosial agar dikenal lebih banyak orang. Strategi pemasaran yang sudah cukup baik dilakukan terbentur kendala tenpat untuk berusaha.

Apa yang akan terjadi padanya nanti? Semoga beroleh jalan terbaik. Aamiin.

Jualan bakso di wilayah Balubur Limbangan, Garut, termasuk lumrah dilakukan warganya. Di kota kecamatan ada banyak kedai bakso, dari yang populer sampai biasa saja;  dari yang rasanya enak sampai standar; dari yang tempatnya berupa ruko sampai gerobak jongko. Bakso akan tetap diminati karena begitulah bakso.   

Beruntunglah bagi yang punya modal banyak karena bisa menetap di suatu tempat  untuk jangka waktu permanen sehingga tidak pusing cari tempat jualan ketika masa sewa habis atau pemilik tempat menginginkan hal lain.

 

Jualan Butuh Lokasi


Betul, bagi pelaku usaha kuliner lokasi yang baik dan strategis itu adalah aset tambahan bagi kelancaran usahanya. Baik dalam artian tempatnya nyaman dan aman, strategis berarti mudah dijangkau orang banyak dan berada di titik keramaian. yang memungkinkan siapa saja untuk singgah.

Saya pernah membaca kisah juragan kerudung terkenal yang harus pontang-panting. Memulai dari nol secara bertahap sampai akhirnya bisa dikenal banyak orang karena produk buatannya berkualitas. Mantap menyewa kios di pasar tetapi setelah kiosnya kian ramai dikunjungi orang dia harus meninggalkan tempat usaha padahal masa sewa belum habis karena si pemilik kios tidak ingin melanjutkan masa sewanya.. Begitu terus sampai terulang lagi,  karena rupanya pemilik kios hendak menjadikan tempat usaha serupa.

Nama adalah jaminan mutu suatu produk yang telah teruji, lalu bagaimana jika tempat nama semula berada diambil alih orang lain, akankah konsumen loyal peduli dan menyadari perbedaan dari kualitas barangnya? Saya tidak tahu, tetapi belajar dari pengalaman serupa, si pemilik usaha bersiap dengan konsep baru akad sewa tempat agar tidak digusur sebelum masa sewanya habis. Landasan hukum perlu dipahami pemilik usaha agar pemilik tempat tidak berbuat seenaknya,  pun sebaliknya dipahami pemilik tempat agar pemilik usaha tempat yang disewa tidak berbuat seenaknya.        

Masing-masing menyadari hak dan kewajiban berdasarkan landasan hukum yang berlaku sehingga diharapkan tidak ada yang dirugikan atau merugikan satu sama lainnya. Prinsip demikian penting diterapkan sebagai etika bisnis berdasarkan hukum dan kemanusiaan.

 

Kedai bakso di atas baru buka sejak September, bertempat di depan Bank BJB dan Sinarmas di halaman dekat ruko Al Amin, perempatan Jalan Berdikari. Sebuah tempat yang menjanjikan karena dalam ruko itu terdapat klinik Al Amin, konter ponsel, bank, dan kantor uaha. Jangan lupa di sekitarnya juga ada banyak tempat usaha lain sehingga kuliner bakso akan selalu dibutuhkan.

Jam bukanya termasuk singkat, lepas Zuhur dan bisa cepat tutup jika barang jualannya lekas habis karena laris manis. Ada inovasi yang ditawarkannya, bakso mercon, sampai tulang rusuk cincang telur. cincang pedas, cincang original, cincang biasa, dan bakso urat. Harga dalam kisaran 12 ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah. Harga standar di wilayah Balubur Limbangan.   

Percayalah, harga yang sesuai berikut aneka ragam pilihan menu akan membuat pengunjung betah untuk datang lagi di kesempatan mendatang. Loyalitas berdasarkan kualitas rasa berikut layanan dan harganya, ditambah lokasi strategis dan pemasaran gencar lewat media sosial di akun pribadi sampai grup komunitas lokal. Rupanya pemilik kedai bakso pernah sekolah di SMA Al Fatah seperti saya, hanya neda angkatan.     

Lokasi untuk berjualan penting diperhatikan, apakah ramai dilewati banyak orang setiap harinya, apakah aman dilintasi pejalan kaki, apakah ada tempat parkir kendaraan roda dua atau empat, apakah nyaman untuk ditongkrongi karena tidak terlalu bising dan berdebu? Yang terpenting lagi adanya kejelasan untuk meneruskan usaha dengan pemilik tempatmya, harus ada akad yang jelas jika masih menyewa sehingga tidak ada pembatalan sebelah pihak.

 


Tentang Lokasi yang Tidak Oke untuk Tempat Bisnis


Saya pernah membaca artikel di majalah Intisari  lawas tentang pentingnya memperhatikan ilmu fengshui bagi pemilik usaha agar bisnisnya bisa berkembang baik. Arah angin dan cahaya matahari saja diperhatikan benar. Unsur terpenting bagi fengshui menyangkut hoki atau pemerolehan rezeki.  Tidak ada salahnya kita belajar juga sekadar tahu dan untuk antisipasi mengenal lokasi.

Fengshui adalah ilmu topografi kuno dari Tiongkok yang memercayai bagaimana manusia dan surga (astronomi), serta bumi (geografi) dapat hidup dalam harmoni untuk membantu memperbaiki kehidupan dengan menerima Chi positif. Chi  terdapat di alam sebagai energi yang tidak terlihat. Chi dialirkan oleh angin dan berhenti ketika bertemu dengan air. (Wikipedia)

Ada Chi  baik (napas kosmik) yang dipercaya sebagai pembawa rezeki dan nasib baik, dan Chi buruk (sha qi) yang dipercaya sebagai pembawa nasib buruk. Elemen utama dalam fengshui ada 5 berupa  kayu, tanah, logam, api, dan air. 5 elemen dasar kehidupan yang tidak ada salahnya juga untuk diketahui sebagai tambahan pengetahuan bukan untuk taklid buta.

Saya pernah melihat suatu lokasi yang sekiranya kurang baik untuk dijadikan tempat usaha karena terlalu dekat dengan trotoar. Bangunan kios tidak memiliki pembatas untuk tempat pelanggan bisa berdiri di depan etalase dengan aman karena terlalu sempit dan mepet  dengan trotoar tempat pejalan kaki yang kecil dan malah sering dijadikan jalur alternatif pengendara sepeda motor yang nakal jika jalanan macet pada jam sibuk.

Tidak heran kios buku dan alat tulis itu sepi dan pemiliknya tutup usaha.  Seharusnya dibuat alternatif dengan etalase jangan terlalu dekat pada jalan sehingga ada ruang bagi pembeli untuk berditi di dalam bukan di luar kios.  

Itu di Bandung, Jalan Kiaracondong dekat lingkungan rumah saya.

Bagaimana dengan wilayah Balubur Limbangan ini?

Yang menjadi teka-teki sampai sekarang adalah bagaimana bentuk suatu bangunan bisa mengubah usaha yang semula ramai jadi sepi. Ini pernah terjadi.  

Waktu saya SMU ada apotek yang senantiasa ramai. Termasuk kecil. Ketika pemilik tempat itu mengubahnya sehingga menjadi lebih besar dan bagus dengan lantai keramik, mendadak jadi sepi. Entah karena ada anggapan bahwa tempat bagus maka harganya akan mahal atau harganya memang sudah berubah mahal, atau kurang gemcarnya promosi dari mulut ke mulut, atau ada aura dari fengshui yang salah? Saya tidak tahu. Itu diubah pada tahun 1995 atau 1996.  Masa itu kecamatan masih sepi dan pasar tradisional saja tempatnya becek.

Pada akhirnya tempat itu berubah jadi toserba dan menjadi satu-satinya di kecamatan karena toserba waralaba belum masuk. Ini hanya masalah waktu sampai akhirnya beroleh saingan dari toserba yang mampu menawarkan nama besar hingga kalah bersaing dan tutup padahal dari segi harga dan kelengkapan tidak kalah.

Orang cenderung melihat segala sesuatu dari ukuran kepopuleran, atau bagaimana kemasan plastik belanjaan, atau tawaran promosi diskon yang barangkali tidak ditawarkan toserba itu karena sudah termasuk harga pasar atau harga toko.  Saya jadi berpikit apakah orang jarang mampir karena jalannya seakan terlalu besar dekat pertigaan sehingga sulit menyeberang atau karena ada kesan tertentu dari tempatnya atau popularitas lokal kalah bersaing dengan yang nasional?

Toserba itu lalu tutup dan berganti jadi tempat makan alias food court yang menyediakan berbagai menu seperti bakso, jus, burger, dan martabak. Sayangnya tempat itu cenderung sepi entah karena harga atau rasa yang kurang sesuai. Saya dan Palung pernah makan bakso dan jus buah naga di sana, jujur saja rasanya beda dengan yang pernah saya coba di tempat lain. Porsi bakso untuk seharga itu cenderung lebih sedikit dan rasa jusnya kurang mantap.

Saya tidak lagi ke sana dengan alasan rasa dan harga sekaligus malas jalan kaki dari pasar karena lumayan jauh meski tempatnya oke. Terlalu banyak tempat lain yang menawarkan nilai lebih dengan harga serupa atau lebih murah daripadanya.   


bakso di balubur limbangan garut
Bakso Sumsum Cincang Podomoro



Penting diingat, orang rela mendatangi suatu tempat yang dianggap nyaman jika mampu menawarkan nilai lebih sesuai harapan. Meski jauh, misalnya. Seperti Podomoro yang semula kedai bakso kecil menjadi besar seiring waktu dan bertingkat dua dengan menawarkan konsep teman makan keluarga yang nyaman sekaligus Instagramable. Mengikuti tren kekinian ditambah variasi rasa dan jenis menu yang ditawarkan. Ada bakso  beranak yang ukuran semangkuk dan rasanya pedas karena terdiri dari isian telur puyuh, daging cincang, dan sambal cabai rawit dengan rempah daun jeruk purut di dalamnya.

Harganya 50 ribu rupiah untuk seporsi bakso saja dengan kuahnya yang di mangkuk terpisah. Sayang ketika saya datang ke sana untuk pertama kalinya di tempat baru bersama Palung, ada rasa agak anyir atau basi. Entah dari daging cincang atau bumbu sambal di dalam baksonya. Barangkali pandemi membuat tempat itu jadi agak sepi sehingga kualitas  jadi terpengaruh. Soalnya waktu saya ke sana lagi bareng Palung dan keluarga sepupu, pesan yang 15 ribu rupiah untuk mie bakso urat sumsum yang ukuran besar sehingga porsinya mengenyangkan, tidak mengecewakan. Malah beli tambahan mie ayam bakso seharga 13 ribu rupiah untuk ayah Palung, yang malah dimakan Palung di rumah, he he.

 

Ketika Terbentur Lokasi, Apa yang Harus Dilakukan?


Jika lokasi baik dan strategis sudah didapat tetapi mendadak tempat jualannya sepi karena pengunjung mal sedikit, apa yang harus dilakukan? Apalagi jika baru memulai dan belum jalan sebulan. Harapan bahwa pandemi akan segera berakhir di kota besar itu ternyata belum tercapai. Situasi masih belum aman benar, orang takut untuk keluar rumah secara leluasa sehingga usaha bisnis di gedung mal atau ruko alami masalah sepinya pembeli.

Bukannya orang tidak mau beli di sana lagi, alasan kesehatan harus diprioritaskan sehingga banyak yang menghindari kerumunan. Sudah banyak usaha kuliner yang gulung tikar, termasuk waralaba besar dari luar. Berkaitan dengan distribusi pemasaran yang sulit.  Ruang sudah ada tetapi orang jarang atau tidak ada yang beli lagi.

McDonald’s, Pizza Hut, lalu mana lagi ikut terkena imbas pandemi?  Promosi sudah dilakukan dengan harga murah sampai take away (ambil di tempat) atau delivery order (layan antar), tetapi saya rasa penghasilan terbesar dari makan di tempat dan kerumunan kunjungan karena ada nilai lebih. Ditambah lagi sekarang ini banyak usaha kuliner serupa atau lainnya yang menjamur di berbagai tempat. Usaha mandiri milik perorangan dengan konsep UMKM ternyata bisa bertahan atau malah lebih berkembang

Kita hidup di era percepatan arus informasi sekaligus berbagai elemen kemungkinan yang bisa memengaruhi perilaku pasar dan konsumen.  Konsumen sekarang ini memiliki keleluasaan untuk memilih lewat kunjungan langsung atau layar gawainya karena internet sudah menyebar di berbagai kota besar, dan adanya aplikasi belanja daring sampai pembayaran digital memungkinkan mobilitas bergerak cepat menjadikan inovasi begitu penting.

Akan tetapi, tidak semua bergantung pada teknologi secara total. Ada yang mempromosikan lewat media sosial sekadarnya untuk pengenalan produk karena masih taraf kecil-kecilan, ada juga yang tidak peduli apakah taraf kecil-kecilan dengan berani menjadi mitra GoFood, misalnya, karena percaya untuk melangkah maju ke depan.

 

gofood di balubur limbangan garut
Peta Lokasi GoFood di Kecamatan



Barangkali cara ini bisa diterapkan untuk atasi masalah lokasi tempat jualan.


A. Jika memilih konvensional:

1.    Carilah lokasi sesuai yang diinginkan menurut anggaran dan kemungkinan mudah dikunjungi orang yang punya kendaraan maupun jalan kaki. Ingat poin penting yang sudah saya paparkan di atas. Juga perhatikan benar apakah di lokasi itu sudah ada usaha sejenis yang sama. Jika ada, baiknya jangan mencoba terlalu berdekatan, terpisah cukup jauh itu memungkinkan tidak ada ruang untuk gesekan.

2.    Lakukan transasksi beli atau sewa tempat yang jelas akadnya di atas meterai, sah secara hukum dan etika.

3.    Buatlah inovasi yang mengundang atau lakukan promosi dari mulut ke mulut dengan buka masa harga promosi sebagai pengenalan jika  usaha kita terbilang baru dirintis.

4.    Ajak teman, tetangga, saudara, bahkan keluarga untuk mengenalkan produk jualan lewat promosi kepada orang terdekat lainnya atau yang dikenal sebagai bagian dari berjejaring.

5.    Pastikan bisa mengatur perencanaan keuangan usaha yang dipisahkan dari keuangan pribadi. Bisa pilih aplikasi akuntansi secara digital seperti mesin kasir SPOT atau aplikasi lainnya. Jika memilih cara manual  dan tidak ingin bingung, coba gunakan buku Financial Workbook for Mompreneur karya Indari Mastuti dan Dean Aabas  terbitan Indscript yang lengkap untuk setahun. Terdiri dari 4 edisi dan setiap edisi memuat perencanaan selama 3 bulan. Dengan isi berupa agenda triwulan, pencatatan utang, pencatatan kas. pencatatan piutang, sales plan triwulan pertama, dan pencatatan stok.     


fimamcial worlbook for mompreneur
Catatan untuk Perencanaan Keuangan



B.  Jika memilih daring (dalam jaringan):

1.    Gunakan media sosial secara maksimal untuk mempromosikan produk barang/jasa. Bebas memilih soft selling atau hard selling tetapi jangan mengabaikan etiket.

2.    Buatlah promosi penawaran  berhadiah jika membeli dalam jumlah tertentu atau adakan giveaway untuk memberi hadiah kepada pelanggan maupun calon pelanggan.

3.     Lakukan inovasi terbaik dan perhatikan kualitas produk jualan kita berikut pengemasan menarik. Lebih penting lagi adalah respons cepat ketika ada yang menghubungi kita. Sabar dan jelas dalam berkomunikasi karena belanja daring tentu berbeda dengan belanja konvensional sehingga ada banyak hal yang ingin diketahui calon konsumen secara lebih spesifik.

4.    Estimasi biaya untuk ongkos kirim dan cara pembayaran yang fleksibel juga harus dijelaskan dari awal.

5.    Jualan produk/jasa secara daring memudahkan tempat kerja kita cukup di rumah, tetapi jangan lupakan efisiensi waktu. Bisa membedakan waktu untuk diri sendiri, pekerjaan, dan keluarga. Jangan sampai bertabrakan atau ada yang terabaikan. Fokus tetap dibutuhkan meski #dirumahaja.  


 C. Jika memilih perpaduan konvensional sekaligus daring:

1.    Ambil poin penting di atas untuk keduanya karena bisa saling melengkapi. Jika merupakan usaha kuliner, tidak ada salahnya bekerja sama dengan penyedia layanan apliasipengantaran seperti GoFood atau GoSend untuk wilayah pengiriman dalam kota yang sama. Jika beda kota carilah jasa ekspedisi tepercaya yang murah tetapi cepat dan aman.

2.    Jika fokus kita pada media sosial Instagram dan butuh follower tepercaya, masuklah ke dalam komunitas yang bisa mendukung untuk support system dalam acara saling follow Instagram seperti Indonesia Saling Follow yang saya kelola. Setidaknya bisa fokus pada urusan di dunia nyata tanpa harus bingung cari tempat untuk beroleh teman saling follow di @indonesia_saling_follow yang sudah setahun lebih eksis. Asal amanah saja, ya.

 

Semoga pandemi membuat kita lebih kuat sebagai wirausaha. Sabar tetapi tetap gigih berjuang. Optimis menjemput peluang. Jika diadang aral semoga beroleh pencerahan untuk jalan keluar. Jangan lupa selalu dekat dengan Sang Pencipta lewat ibadah dan doa agar jiwa senantiasa tenteram.

Salam hangat,

@rohyatisofjan

(Instagram dan Twitter)

Balubur Limbangan, Garut, 25 Oktober 2020

#bisnis #panduanbisnis


27 komentar:

  1. betul , selaon lokasi yg memang startegis sehingga bisa dilihat banyak orang dan rasa juga penting . karena rasa akan teringat dalam meori shg orang akan datang lagi, malah membawa banyak orang untuk berkunjung ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini dia, rasa dalam bisnis kuliner tetap harus dijaga tetap prima agar pengunjung betah datang lagi karena telah terpenuhinya kebutuhan. Kustru rasa itu bisa membantu jejaring alami dari pelanggan baru berkat promosi dari mulut ke mulut.

      Hapus
  2. Lokasi strategis memang penting untuk sebuah usaha. Termasuk juga tempat parkir. Apalagi kalau ini untuk usaha kuliner. Meski banyak yang take away, tetap masih ada yang makan di tempat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makan di tempat itu bagian dari kebutuhan mendadak juga. Soalnya terkadang kita merasa lapar atau kelelahan jadi butuh tempat istirahat sekaligus mengisi perut.
      Saya kalau ke pasar harus lama maka suka otomatis lapar dan lelah plus haus, apalagi jika bawa anak yang tentunya tidak kuat berlama-lama di luar rumah. Jadi pilihan tempat makan yang baik itu penting. Memudahkan orang untuk memberi diri tenaga tambahan plus sensasi suasana yang baik.

      Hapus
  3. Saya membaca artikel ini seperti membaca buku perkuliahan saya dulu, yaitu mata kuliah perencanaan dan simulasi bisnis serta manajemen strategik bisnis (jurusan manajemen inovasi dan kewirausahaan, fakultas ekonomi hehe..). Namun, saya dapat tambahan ilmu dari artikel ini, yaitu strategi bisnis saat pandemi korona, termasuk menyasar milenial dengan sering mengadakan giveaway dan aktif di medsos, bisnis daring, serta Feng shui untuk usaha ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah

    BalasHapus
  4. Pernah suatu kali pas masa awal pandemi,saya membeli mie goreng baunya saja sudah tidak enak. Mungkin ada yang basi karena kemarin-kemarin sepi pembeli. Sayangnya pas saya beli barengan dengan banyak pembeli. Sekarang new normal diterapkan justru dia malah sepi padahal tempat lain mulai ramai kembali. Saya juga malas beli lagi, karena pengalaman buruk kemarin dapat mie basi.

    BalasHapus
  5. Memilih lokasi buat bisnis itu penting banget Mba, karena yang strategis paling banyak peluang keuntungannya dan kelarisannya.

    Apalagi kalau memang dibantu dengan promosi online, jadinya lokasi usaha kita makin terkenal ya Mba.

    Saya dulu pernah jualan di jalan ama paksu, jualan brownies gitu, nggak laku dong, saking pindah-pindah mulu lokasinya hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, kok pindah-pindah teh rey, bahaya loh, itu dagangnnya bisa hancur semua nanti, he-he

      Hapus
  6. salut sama para pengusaha yang tetap bertahan di era pandemi ini.. tentunya tidak mudah karena kondisi sepi mau tak mau membuat ekonomi menjadi lesu.. faktor lokasi yang dulu nampak penting sekarang bisa diatasi dengan belanja on line dan itu memudahkan sebagian yang paham tentang media sosial..jadi perlu menentukan lokasi virtual yang strategis dengan berjejaring, salah satunya lewat ISF (Indonesia Saling Follow)

    BalasHapus
  7. LEngkap sekali mengulasnya, Mbak ... bisnis bakso pastinya membutuhkan lokasi ya ... juga tril dan tips tertentu untuk bisa bertahan di masa pandemi seperti ini.

    BalasHapus
  8. Betul lokasi usaha memang salah satu hal penting yg mempengaruhi hasil bisnis ya. Tp pelaku usaha jg harus kreatif sih, salah satunya dgn berjualan online meskipun lokasi kurang strategis.

    BalasHapus
  9. Baca tulisan teteh saya jadi banyak belajar tentang pervendaharaan kata jadinya, terima kasih. Bicara soal usaha betul banget kita harus mempunyai strategi, baik lokasi, cara penjualan, maupun kayak sesain lahan jualannya sendiri. Baca ini jadi banyak mengingat mengenai rencana usaha saya teh, saya jadi mengoreksi banyak plan yang menurut saya banyak kelewat, mudah2an tulisan teteh jadi berkah buat teteh karena sudah bantu saya koreksi planing usaha saya, hatur nuhun teteh

    BalasHapus
  10. Era sebelum pandemi, soal lokasi sangat penting yang strategis dipadu dengan promosi daring. Omong-omong soal lokasi, jadi teringat kisah teman yang buka bisnis makanan. Ternyata tetangga tempat sewanya jual makanan padahal beda jenis. Karena tempatnya dia lebih ramai, tetangganya jadi sirik. Padahal bukan kompetitor lho. Lalu tetangganya ini kirim-kirim 'sesuatu'.

    Era pandemi, lokasi bisa digantikan dengan lokasi daring alias entah via aplikasi daring, lokapasar, Google Bisnisku, media sosial.

    Apapun usahanya, penting juga berdoa agar Yang Kuasa melancarkan jalan dan rezekinya. Juga dijauhkan dari orang-orang sirik. Kiranya kita juga dijauhkan dari orang-orang semacam ini. Hehehe.

    BalasHapus
  11. Lengkap banget ulasannya, Teh. Di kompleks perumahan saya tuh ada ruko tapi entah kenapa yang jualan di sana mulai dari makanan sampai supermarket tuh nggak bertahan lama. Padahal lokasinya strategis. Tapi begitu ditempati untuk
    beberapa bank, apotek eh jadi rame banget.

    BalasHapus
  12. Begitulah mba di masa pandemi ini keadaan serba sulit, penentuan lokasi dan harga pun sangat mempengaruhi sekali, saya terkadang miris juga sama lapak jualan makanan yang pasang harga tinggi tapi kualitas rasa benar2 buruk sekali lebih baik menurunkan harga ataz tingkatin rasa biar usahanya tetap terus bertahan, terima kasih tipsnya mba rohyati jadi membuka mata saya ttg penentuan usaha dan lokasi saat ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasang harga murah aja mba, tapi porsinya gede, pasti banyak tuh yang beli, asal jangan jual di tengah hutan aja tapi, he-he

      Hapus
  13. beberapa minggu lalu, saya dan temen ngomongin bisnis kecil kecilan, kita sharing, saya sendiri juga ingin punya usaha bisnis kecil-kecilan sendiri, dari pertemuan ini yang awal dibahas adalah lokasi, karena kalau ingin nggak mengeluarkan budget lebih untuk sewa lokasi, bisnis bisa dibuat sharing dengan temen baik atau sodara, misal sodara punya toko dan halamannya bisa dimanfaatkan untuk buka kedai . jadi untuk point ini akan menghemat budget sewa tempat

    di kotaku sendiri, ada depot soto yang menurut saya lumayan rame ketika jam makan siang, waktu itu lokasinya berada di tikungan. beberapa taun kemudian, tikungan jalan ini diubah jadi perempatan jalan, yang mana merupakan jalan protokol. saya amati, depot soto ini agak berkurang konsumennya, karena untuk parkir mobil aja susah karena udah mepet sama lampu merah dan menjadi nggak strategis lagi

    segi promosi juga perlu dengan mengembangkan inovasi kekinian, kudu ikutin trend juga, kadang beberapa orang hanya penasaran di awalnya aja

    BalasHapus
  14. Melihat mbak Rohyati bahas masalah bakso kok perut mendadak jadi lapar pengin mencicipi bakso.😂

    Memang benar kalo banyak usaha yang sepi karena korona ini. Banyak yang omzetnya turun bahkan ada yang terpaksa gulung tikar karena biaya operasional lebih besar daripada pendapatan.

    Memilih tempat usaha yang strategis memang penting agar bisa dapat banyak pembeli. Tapi kadang tempat yang strategis belum tentu ramai. Saudara Saya pernah nyewa kios di tengah kota yang dekat pusat perbelanjaan, orang banyak lalu lalang tapi anehnya warungnya sepi. Giliran buka usaha di kampung kok hasilnya malah lumayan.

    BalasHapus
  15. Betul mbak setuju lokasi memang berpengaruh untuk larisnya suatu usaha. Tapi yang saya agak bingung dulu saya besar di Palembang yang terkenal dengan pempek. Nah di satu tempat dalam pasar tradisonal yang becek ada penjual pempek yang berjualan di rumah sekaligus jadi tempat jualan. Itu mbak pempeknya uenak tenan... ibu2 pejabat rela masuk pasar becek demi beli itu pempek. Padahal kan bisa ya suruh ajudan tapi ibu2 pejabat itu selalu beli sendiri ke rumah tukang pempek itu. Kaalau saya dulu beli pempek disitu karena rumah saya dibelakang pasar hehehe... nah dari situ sekarang saya berpikir terkadang kalau rasa makanan oke dilidah lokasi tempat berjualan sekumuh dan sejelek apapun tidak ada pengaruhnya juga ya..

    BalasHapus
  16. Betul banget teh, lokasi bisa jadi salah satu yang mempengaruhi bisnis kita. Tapi ada juga yg buka usaha di pinggir jalan raya masih sepi. Bisa jadi lokasi bukan satu satunya faktor pengaruh ya teh, rezeki dan marketing langit nya owner juga berperan penting 🙏🙏

    BalasHapus
  17. Lama ngga saling kunjung, sekalinya kunjung wouw .. dibikin salut.
    Ulasan cari lokasi buat usaha panjang banget dan komplit plit ...

    Menurutku memang memilih tempat lokasi usaha itu benar bisa dibilang misteri tersendiri.
    Ada lahan di dalam kampung, bahkan biasa saja ngga di dekor segala macam hiasan ya laku saja.
    Ada juga yang dibilang lokasinya strategis karena berada di jalan besar, ngga laku juga banyak.

    Kesemuanya kalau orang Jawa bilang 'milikan', artinya cocok-cocokkan digunakan oleh siapa dan apa jenis usaha tersebut di lokasi yang cocok sama unsur tanah disitu (berdasarkan fengshui).

    Jadi menurutku, sebaiknya pemula wirausaha dan cuma modal minim, ada baiknya mencoba dulu saja buka usaha di rumah.
    Tentunya dengan diperhatikan kebersihan penataan tempat dan kenyamanan di mata pembeli.

    BalasHapus
  18. halo teh rohyati, udah lama banget aku enggak ke sini lagi, udah kangen nih, he-he

    teh apa kabar ?

    usaha memang harus pintar-pintar cara tempat ya teh dan sekarang udah banyak banget tuh yang beralih ke online, tokopedia, lazada dan toko offline hnaya sebagai pembuat produknya saja

    ngomong-ngomong jualan bakso sekarang laku loh, teman saya juga jaualn bakso, bakso tulang rangu, wkwkkck

    BalasHapus
  19. Setujuu sih, memilih tempat untuk usaha jg menjadi salah satu faktor penentu. Tidak bisa kemudian sembarang memilih tempat. Yaa, walaupun pada akhirnya, rezeki dari keuntungan bisnis tetap ditentulan oleh Yang Di Atas.
    Btw, Salam kenal mbak. Ini pertama kali aku berkunjung ke sini..

    BalasHapus
  20. Baksonya kelihatannya enak, teh. Duh, jadi salah fokus ke bakso aku tuh. Kyknya perut juga rasanya udah paper banget ini.🙈

    Lokasi memang penting banget untuk usaha, teh. Tapi kalaupun gak ada tempat buat jualan, sekarang juga sudah ada online marketplace. Jadi selain harus update ilmu bisnis, ilmu teknologi juga harus maju buat temen-temen yang buka usaha. Soalnya dengan bantuan internet, kita gak hanya bisa berjualan saja, tapi bisa sekaligus personal branding dan memperluas jangkauan pasar.😆

    BalasHapus
  21. Bener banget sih lokasi yang strategis bisa saja mendatangkan banyak pelanggan yang banyak, tapi tetep dijaga sih kualitas produknya agar pengunjung bisa puas dan membawa lagi temannya ke tempat yang sama.. Kalau sudah menjadi roda berputar seperti itu, itu udah bagus banget..

    BalasHapus
  22. Dulu pas pertamakali papa mau buka bisnis bakery, papa pernah bilang k aku, dia ga mau ruko utk berjualan nyewa dari org lain. Krn yg ditakutkan pemilik sewa memutuskan ga memperpanjang sewa, malah mendirikan bisnis yg sama :). Jd dr modal yg papa punya, lgs dibeli 1 ruko, yg kebetulan lokasi strategis, di Medan. Setelah bakery berjalan, Alhamdulillah sukses, dan papa beraniin utk ambil pinjaman kali ini, beli ruko yg lain utk cabang kedua. Dan Krn keuntungan yg lumayan, jd begitu ruko itu lunas, papa ambil pinjaman lagi utk cab ketiga. Sampe skr Alhamdulillah udh 10 cabang, dan semuanya ttp pada prinsip awal, ruko hrs kita yg punya , jgn sewa.

    Tapi ttp hrs diinget, rasa pasti akan nomor 1. Krn consumer skr udh pinter. Mau lokasinya sama ato deketan Ama bakery lain, kalo rasa ga enak, mereka pasti pindah ke toko lain :).

    BalasHapus
  23. Jadi kepengin bakso juga ini.
    Banyak terjadi juga di tempat saya seperti itu mbak. Semula tempatnya kosong, begitu disewa untuk jualan dan laris, tempatnya diambil alih oleh yang punya dengan berbagai alasan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Atasi Kulit Kering dengan Body Care Scarlett Whitening

  Scarlett Body Care   UMUR  adalah anugerah sebagai masa kesempatan kita hidup di dunia ini. Meskipun demikian, ada hal tertentu yang har...