Senin, 24 Februari 2020

Makanan Murah, Obat Sedih di Musim Hujan


Rekomendasi Makanan Murah di Musim Hujan Februari

 


MUSIM hujan selalu identik dengan suasana muram karena mendung lebih sering bertandang, belum lagi curah hujan yang secara berkala mengguyur bumi dengan derasnya pasti memengaruhi suasana hati. Apalagi kalau kamu mendadak moody karena udara dingin dan hujan mengacaukan perasaan, antara galau dan lapar. Bagi orang kampung seperti saya, ada cara jitu untuk mengatasi emosi jiwa yang mendadak labil karena di luar rumah disambut ladang  jagung dan bentang pegunungan yang mengepung dengan halimun muram khas Februari mengendap pekat.


Cara saya sederhana untuk mengatasi kesedihan karena hal-hal tertentu di dalam maupun di luar diri. Asal ada uang untuk jajannya. Kalaupun tak ada uang, cukup nyalakan televisi, nonton “Upin dan Ipin” di MNC atau saluran lain di Trans7 yang ada orang bertualang. Boleh juga nonton acara makan karena setidaknya kamu bisa lebih bersyukur nonton orang makan di televisi daripada nonton secara langsung di tetangga sebelah, hi hi.

Atau nyalakan komputer uzur dan nonton drakor yang belum tuntas juga ditonton karena kesibukan jadi admin sekaligus pendiri follow loop Instagram Indonesia Saling Follow sungguh sangat menyita waktu dan menguras tenaga, serta melelahkan fisik dan psikis. Belum lagi ada modal materi yang dikeluarkan agar acara tetap berlangsung secara rutin.

Nonton drakor sebagai semacam jeda, agar diri tetap waras karena jumpalitan mengurus ratusan orang dengan beragam karakter dalam komunitas bukanlah hal yang mudah.  Apalagi keluarga harus tetap diprioritaskan dan bantu suami urus kebun jagung bagi hasil punya orang yang memercayakan.

Sejujurnya, sejak urus follow loop membuat blog dan pekerjaan menulis ke berbagai media berhonor jadi terbengkalai dan ditegur suami. Kalau suami sampai menegur dengan keras itu adalah hal serius, agar saya lebih fokus bantu cari uang daripada urus loop yang kerja amal.

Selain nonton, baca buku cetak atau digital juga obat mujarab untuk mengusir sedih karena ada perspektif baru yang bisa diperoleh dari bacaan bermutu. Saya telah selesai baca novel Rembulan dan Matahari  karya Teh Tati Y. Adiwinata. Novel bagus tentang dilema seorang perempuan yang menjadi  pelakor. Tinggal luangkan waktu untuk menulis esai atau resensinya setelah acara saling follow selesai, dan akan lanjut ke saling Twitter di WAG yang saya admini. Lalu pekan depan mungkin saling subscriber YouTube bagi yang ingin. Itu jika tidak ada aral.

Baru bisa menulis dan tidur nyenyak kemarin setelah acara saling follow selesai dan mengurus yang kena penalti. Biasanya setiap acara Indonesia Saling Follow mulai, saya sering tidak bisa tidur nyenyak dan kelelahan, mendadak eungap (sesak napas). Serta lupa minum air yang cukup, atau lupa mandi dan sedang rendam cucian gara-gara akun @indonesia_saling_follow  kerap kena shadow banned karena diserbu follow-like-komen dari berbagai arah setiap acara mulai sehingga untuk follow seluruh peserta jadi terhambat.

Di luar, hujan deras Februari diselingi gelegar guntur seakan mengajak saya kembali berpuisi. Aha, saya lupa beli kopi!  Saatnya rebus air dan menyeduh teh manis cap Botol yang wangi melati. Tidak bisa merebus wedang secang karena kehabisan jahe!

~ Jeda rebus air dan bikin teh manis untuk saya dan Palung dulu, ayahnya lagi kerja keras berhujan-hujan jadi laden bangunan. ~



Makanan dan Minuman Pengusir Sedih di Musim Hujan


1. Teh manis


teh
Teh Manis Cap Botol


Karena saya sedang rebus air dan telah siapkan teh berikut gula pasir ke dalam gelas untuk saya dan Palung (yang saat ini asyik nonton Doraemon di ponsel Andromax B sambil makan nasi dengan lauk tahu goreng dan petai yang sudah tua dan kulitnya jingga), teh manis adalah minuman murah untuk menenangkan diri kala sedih atau mendadak galau karena suatu hal. Kali ini saya pakai teh cap Botol karena teh celup Sari Wangi tidak nyetok, harus tunggu suami gajian agar bisa beli 1 dus di kios langganan.

Oh ya, jika ingin tahu lebih banyak tentang sejarah dan manfaat teh celup, bisa singgah ke artikel “Simak Sejarah dan Manfaat Teh Celup”. Teh celup memang lebih praktis dan harganya terjangkau. Apalagi Sari Wangi sekarang ada jenis rasa teh susu dan teh tarik yang belum saya coba, bikin penasaran saja. 

Untuk saat sulit atau harus bikin teh yang banyak, yang versi serbuk lebih ekonomis. Saya pilih cap Botol karena harganya terjangkau dan banyak yang jual itu di warung kampung. Biasanya saya beli bungkus kecil kemasan kertas, harga cuma 500 rupiah.

Hangat teh dengan aroma melati yang menguar bisa mengusir dingin sekaligus relaksasi, sambil menyaksikan panorama di luar rumah lewat bingkai jendela kaca yang memampangkan latar tanaman jagung tumbuh subur mencapai tinggi 2 meter diterpa hujan deras. Alhamdulillah, sudah berbuah.


2. Kopi

Biasanya saya ngopi Good Day dari sejak zaman masih kerja di Bandung, saya sudah suka dengan rasa Good Day meski jarang sekali ngopi. Sejak menikah dan suami suka ngopi, Good Day selalu jadi pilihan kami. Lebih tepatnya pilihan saya karena suami bisa berbagi sedikit jatah kopi di gelasnya untuk dicicipi, hi hi.

Cuma, sejak tahu ada kopi Tarik Malaka dari Luwak karena warung dekat rumah menjualnya, saya beroleh kopi favorit baru. Rasanya lebih ringan, barangkali karena campuran krimer dan susu yang banyak sehingga menyamarkan rasa kopi Luwak biasa.

Perut saya tidak mual kalau pagi-pagi atau  malam ngopi Tarik Malaka. Bebas dari rasa enek, gurihnya krimer dan susu kental manis memberi cita rasa lebih bagi lidah saya yang cenderung suka kopi rasa ringan.

Saya lupa kapan persisnya beli kopi Luwak Tarik Malaka untuk pertama kali. Entah November atau Desember. yang jelas saya pernah sengaja beli banyak untuk kepentingan dipotret sebagai bahan tulisan blog. Cuma tidak jadi terus da telanjur ditelan ritme lainnya. 

Harga kopi Luwak Tarik Malaka murah, di warung dekat rumah hanya 1.500 rupiah per sacet. 1 sacet terdiri dari kemasan kecil kopi Luwak khusus dan susu kental manis. Silakan seduh dulu kopinya lalu aduk, tambahkan susu kental manis, ulangi lagi mengaduknya sehingga semua tercampur rata dan agak berbusa.

Rasa kopi Luwak Tarik Malaka jelas lebih berat daripada teh tarik yang pernah saya cicipi. Iyalah, sama-sama ada kata tarik tetapi tekstur dan bahan yang berbeda membuat cita rasa pun berbeda. Bagi saya kopi Luwak Tarik Malaka lebih ringan daripada Luwak original. Membuatnya lebih istimewa.


3. Mie Instan


mie sedap
Mie Sedap Rasa Kari yang Gurih


Seperti biasa, setiap pulang kerja, suami selalu bawa oleh-oleh sebungkus Indomie dari majikannya. Itu untuk Palung. Kemarin bawa Indomie Goreng, tadi bawa yang rasa ayam bawang. Klop banget sebagai teman ngemil berat jika hujan.

Indomie rebus enak disantap kala hujan karena kuahnya menghangatkan. Saya suka rasa ayam bawang karena gurihnya pas dan bumbu tidak berat. Untuk Sedap, saya suka rasa kari spesial karena gurihnya santan lebih terasa.

Beberapa bulan lalu saya pernah beli ramen mahal karena penasaran dengan ramen atau ramyeon khas Korea, kebetulan sedang promo beli 1 dapat 1.  Enak, sih. Cukup sekali saja karena harga hampir 18 ribu rupiah untuk kemasan lumayan besar itu memberatkan bagi yang hidupnya pas-pasan.

Oh ya, makan mie rebus saat hujan enaknya sambil nonton drakor atau “Upin dan Ipin” atau acara makan di televisi, hi hi. Setidaknya bisa membuat kita lebih mensyukuri apa yang ada daripada apa yang tidak ada.


5. Seblak


seblak
Ragam Seblak Pedas Khas Garut


Di kampung banyak sekali yang jualan seblak, basah maupun kering. Harganya pun bervariasi. Paling murah 2 ribu rupiah, paling mahal cuma 5 ribu rupiah.  Iya, standar kampung patokan harga cukup yang mahal 5 ribu rupiah saja. Untung sedikit yang penting pembeli tetap banyak da yang jajan para barudak (anak-anak, Sunda).

Biasanya seblak berisi aneka kerupuk atau makaroni basah dengan tambahan bahan lainnya. Ada warung yang beri tambahan ceker atau tulang ayam, ada yang tidak. Nah, karena warung dekat rumah tidak jual yang ada ayamnya, saya kadang beli seblak basah dengan isian kwetiau dan basreng. Pedasnya cukup 1 setengah sendok makan.

Rasa seblak yang gurih pedas membuat kwetiau kenyal dan basreng jadi lebih istimewa.Cukuplah membuat mata berair dan mendadak pandangan buram. 3 ribu rupiah bisa membuat suasana hati saya lebih baik.   


6. Baso


baso
Mie Baso Ceu Tini yang Pedas


Saya lebih suka beli di warung Ceu Tini dekat sekolah Palung. Soalnya buatan sendiri dari hasil beli dagingnya yang digiling ke tukang giling daging di pasar. Sedih juga, ya, kalau zaman sekarang yang namanya makanan baso saja kita harus hati-hati beli karena rawan penipuan daging oplosan tidak halal. Itu seram dan menjijikkan!


7. Cokelat


cokelat
Cokelat Biskuit Tim Tam


Dari sejak kecil sampai dewasa, cokelat selalu jadi andalan saya sebagai camilan mujarab yang bisa bikin suasana hati lebih baik ketika keadaan tidak begitu baik. Dulu saya suka Cadbury karena rasanya mantap, beli pakai uang jajan sendiri atau hasil kerja. Namun sejak menikah, Cadbury adalah semacam kemewahan. Jadi apa pun yang harganya terjangkau dan masih mengandung cokelat akan saya santap.

Terakhir, saya suka Gery wafer panjang rasa cokelat pisang. Rasa pisangnya unik dan harum khas, cokelat salutnya juga mantap, Harga cuma 1 ribu rupiah.  Kalau tak ada wafer Gery rasa cokelat-pisang, TimTam juga sudah oke. Harganya sama da kemasan kecil di warung, he he.  

Memang, sih, dark chocolate itu lebih efektif untuk mengatasi suasana hati yang buruk, tetapi yang saya bahas adalah makanan murah dan setidaknya mudah dijangkau karena sesuatu yang khusus adanya di toserba kayak dark chocolate bukanlah sasaran tulisan saya. 


7. Susu


susu indomilk
Susu Bubuk Indomilk Kesukaan Palung


Saya dan Palung suka susu rasa tawar alias plain. Rasa gurihnya tidak bikin enek. Susu juga bagus untuk kesehatan fisik dan mental. Cuma karena kami sukanya susu gurih kayak Indomilk bubuk atau cair, jadinya jarang ada di rumah karena harus turun gunung untuk beli ke toserba kecamatan. Di warung dekat sekolah Palung ada juga yang jual UHT  Indomilk tawar ukuran kotak kecil, tetapi jumlahnya terbatas. Ini ulasan mengenai manfaat susu UHT Indomilk plain bagi ibu dan anak.

Lebih sering beli susu sacetan Dancow karena warung di kampung banyak yang jual. Termasuk warung dekat rumah. Cuma rasanya cenderung lebih manisan.

Bagi saya, susu itu lebih sehat dan efektif untuk mengatasi rasa sedih daripada minuman kopi atau cokelat. Mungkin karena rasanya lebih memuaskan lidah saya sekaligus membawa kegembiraan. Sejak kecil saya adalah penggemar susu sapi segar yang dijual mamang keliling dengan sepedanya setiap waktu tertentu. Susunya disimpan di wadah khusus untuk susu yang seperti biasa ada di peternakan pemerahan susu sapi.



8.  Buah Musiman


rambutan
Rambutan Sebagai Buah Musiman yang Murah


Saat ini yang sedang musim di musim penghujan adalah petai dan rambutan. Bagi Palung petai adalah favoritnya.  Rambutan juga. Keduanya biasa dibeli di warung dekat rumah karena empunya warung punya pohon yang setiap musim berbuah.

Petai bisa menjadi pelipur lara yang mujarab. Makan nasi cukup dengan petai dan sambal sudah membuat saya bahagia, apalagi jika petainya sudah menghitam tanda tua. Buah petai yang berbalut kulit tiipis jingga akan terasa manis. Menambah selera  makan dan memberi efek kebahagiaan.   

Rambutan yang dijual di warung dekat rumah harganya cuma 2.000 rupiah sebungkus. Murah juga. Kalau petai 1 papan harganya kisaran 2.000 sampai 2.500 rupiah.  


9. Keripik Pisang


keripik
Keripik Pisang Buatan Sendiri dari Kebun


Yah, Januari kemarin gara-gara urusan shadow banned, saya sampai lupa mandi, minum air putih yang banyak, lagi rendam cucian karena hari itu jadwal cupak (cuci pakaian), dan melupakan singkong dari kebun yang seharusnya segera diolah sebelum busuk setelah dicabut. Saya batal bikin keripik singkong karena singkongnya tidak segar lagi jika sudah lewat dari 2/3 hari.  

Suami bawa pisang dari kebun di Ciarus, pisang muda itu oleh saya diolah jadi keripik saja. Jadi teman ngemil malam dingin sambil nonton TV. Sayang tidak ada pisang nangka, bisa dibikin pisang goreng. Yang jelas, setiap bikin keripik pisang, akan langsung ludes dihabiskan anak dan suami, he he.


10. Sebring


sebring
Sebring Pedas Selalu Bikin Kabita


Sebring atau seblak garing adalah kerupuk yang sudah dimasak dengan cara dibumbui, digoreng tapi dengan bumbu sehingga tidak mengembang sebagaimana halnya kerupuk goreng. Tidak terlalu matang tetapi tidak mentah juga. Yang jelas bentuknya seperti belum digoreng tetapi sudah dimasak dengan cara tertentu dan bumbu khusus.

Sebring akan terasa enak jika ada perpaduan bumbu yang banyak dari cabai merah, gula karamel, kencur, daun jeruk, dan bumbu rahasia lainnya.

Ada sebring kerupuk biasa, ada juga sebring kaca yang terbuat dari opak elod khas kampung saya. Palung suka sebring kaca buatan Teh Thatha karena bumbunya mantap dan tidak terasa mentah, renyahnya pas di lidah. Harganya cuma 1.000 rupiah.

Saya sendiri suka kerupuk merah kecil buatan teman yang dulunya ngewarung seblak di rumahnya. Renyahnya merata, bumbunya pas dan sebungkus kecil harga 500 rupiah tidak akan cukup. 

Harap maklum, ini kampung. Takaran harga gopek alias 500 rupiah merupakan harga standar yang semoga tetap bertahan karena hidup di kampung adalah keserhanaan yang masih terpampang.


Jadi, bagaimana dengan makanan atau minuman favoritmu di musim hujan untuk mengatasi kesedihan?


Cipeujeuh,  18 - 22 Februari 2020

~ Foto hasil jepretan ponsel ANDROMAX B yang belum genap 1 tahun hasil beli dari panen jagung tahun kemarin dan editan Canva. 


#Kuliner #KulinerHalal #KulinerKampung #KulinerKhasGarut  #Elod #Seblak #Sebring #KeripikPisang #KopiLuwak #LuwakTarikMalaka  #HujanFebruari #SHSTFebruari1

27 komentar:

  1. kopi dan teh itu kudu ditemani pisang goreng atau bala-bala. wajib!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyas, jadi pengen nanam pohon pisang nangka di pekarangan agar gampang segera diolah jika berbuah.
      Lumayan bisa menghemat uang dapur agar tidak jajan pisang goreng di warung. 😁

      Hapus
  2. Paling enak mah mie rebus kalo hujan-hujan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya mie rebus selalu laris jika musim hujan. Kuahnya menghangatkan.

      Hapus
    2. Setuju, Paling klop dan paling enak makan mie rebus sudah kalau musim hujan begini :D

      Hapus
    3. Musim hujan gini pabrik mie instan mungkin meningkatkan priduksi karena pesanan konsumen kian banyak. Jadi laris manis, ha ha.

      Hapus
  3. 1 Sampai 3 ok banget tuh mbak..Dari ngeteh sampai makan mie ayam.😊😊

    Tapi intinya tetap semangat dan ikhlas menjalani semuanya Apapun cuaca & musimnya..😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, ngeteh bikin perut hangat karena udara dingin itu tidak cukup selimut atau baju hangat saja yang kita butuhkan. Minuman yang menenangkan itu harus didampingi yang mengenyangkan. Mie ayam yang enak adanya di pasar jadi terpaksa beli mie baso, saya punya tempat jajan mie ayam favorit di pasar dari sejak masih lajang hi hi.
      Barusan main ke blog Kang Satria dan nemu hal seru.

      Hapus
  4. yang penting gmna cara kita mnikmatinya saja ya mba. mantap hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he, makanan dan minuman selalu bisa dinikmati dengan cara tertentu. Terima kasih.

      Hapus
  5. lumayan sibuk juga ya mbak,,,pantesan suaminya negur keras hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menegyr keras artinya memarahi dan tetap tudak enak bagi saya karena suami kalau marah bisa langsung mendiamkan saya untuk beberapa waktu. Memang bisa baikan tetapi proses marahnya itu tetap membuat saya tidak nyaman dan merasa bersalah, he he.

      Hapus
  6. Mbaaa, kayaknya memang kudu di evaluasi tuh mengenai follow loopnya, kalau udah terlalu menyita waktu juga.
    Saya udah jarang buka akun IG satunya nih, bahkan yang IG utama kadang-kadang saja saya update hahaha.

    Mau fokus ngeblog, sesuai tujuan awal sih sebenarnya, saya gunakan IG buat support blog, meski jujur kadang fee post IG jauh lebih gede ketimbang blog hahaha.

    Jadinya, saya buat kayak paketan, blogpost juga share IG biar lebih bisa manusiawi bayarannya.

    Btw, itu snacknya bikin ngiler ih, saya baca di malam hari gini, mana lapar karena baru ingat ternyata saya nggak makan malam tadi karena sudah kenyang ngemilin sisa makan si kecil :D

    Saya sukanya kopi Mba sekarang, tapi dibatasin sih, sama mie instan rebus tuh menggoda banget di tengah malam.

    Kalau jajanan mah nggak usah dibilang hahaha.

    terus kripik pisang itu bikin ngiler Mba, di rumah mama saya ada pohon pisang di halamannya, kalau udah berbuah kita kenyang deh bikin kripik pisang, pisang goreng.

    Lau saya bete pas di sini pisang mahal banget, padahal di rumah mama kebuang-buang.
    Hadeh.

    Ayo Mbaaa.. semangat menulis lagi, saya kangen berkunjung di sini penuh tulisan baru :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin saran mbak Rey bisa diperhatikan, memang jika terlalu banyak menyita waktu kurang baik menurutku.

      Tetap semangat ya mbak Rohyati.😃

      Hapus
  7. paling suka ya mie instant apalagi saat hujan turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hujan dan mie instan itu perpaduan fungsional untuk menghangatkan perut yang lapar.

      Hapus
  8. kalo gw mie bakso dan mie ayam, mie instan juga, pokoknya yang berkuah gitu memang enak pas hujan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya saya cebderung suka soto tapi di dekat rumah tidak ada yang jualan soto dan kalau bikin ribet juga karena harus pakai daging ayam. Sedang ayam peliharaan ada yang mati beberapa ekor, hanya 2 ekor yang selamat dan bisa dijadikan teman makan nasi. Sisanya hanya 2 ekor anak ayam yang merana ditinggal induknya.
      Eh, malah bahas ayam, sih..

      Hapus
  9. Enak tuh seblaknya, emang paling enak kalo lagi musim hujan itu makan yang anget anget seperti teh manis dan juga seblak. Kalo mie instan ngga terlalu suka, soalnya takut gendut hahaha.

    Tapi musim hujan paling enak tuh makan jagung rebus menurutku, gurih dan manis tapi ngga terlalu manis.😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha, jagung rebus manis gagal ditanam di pekarangan karena tiada bibitnya. Suami cuma menanam jagung hibrida untuk dijual.
      Hagung rebus dimakan saat hujan memang mantap karena karbohidratnya lebih sehat dan mengenyangkan.
      Bahas jagung bikin saya jadi ingat, besok harus perioksa tanaman jagung di pekarangan, adakah yang sudah matang untuk direbus atau dibikin bala-bala. Meski jagung hibrida jika direbus todak terlalu enak, lumayanlah untuk menemani ngemil saat udara dingin karena hujan.

      Hapus
  10. Aduh mba perut saya jadi menari2 lihat mie rebusnya apalagi minumnya teh cap botol, mba hayu semangat dong ngeblognya kangen lihat postingan mba lagi ni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mie rebus dan teh hangat itu perpaduan yang nikmat. Soal blog, mau gimana lagi karena tenaga saya ada batasan, sama seperti baterai yang bisa drop pada saat tertentu. Februari hampir habis dan saya masih belum tambah tulisan baru.

      Hapus
  11. Hujan2..lapar... :-D toss mba, aku juga senengnya ngemil+bikin yang anget. Minuman/wedang jahe klo aku... Kadang plus seporsi mie instant kuah pedesss.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toos juga. Hujan memang bawa hawa dingin yang bikin kita mendadak lapar, barangkali tubuh butuh tambahan makanan karena mengeluarkan banyak energi.
      Wedang jahe itu menghangatkan, bisa diariasikan sebagai sekoteng agar mantap.

      Hapus
  12. Wah, ada tes manis cap botol. Kayaknya udah lama aku ga minum teh yang satu ini. Seblak juga udah lama ga. Paling sering makan bakso dan kadang mie instan hahaha. Ngopi sih jarang ya. Duh, Teh Rohyati bikin ngeces aja :D

    BalasHapus
  13. Penasaran Ama sebring deh :D.

    Ini baca harga2nya, aku lgs iri, kayaknya udh ga nemu harga segitu di JKT :( ..

    Kalo teh, aku prnh dibawain teh serbuk begitu mba. Dan pas dicoba, aku LBH suka itu loh drpd teh kayak Harney & sons, Dilmah, twinnings :D. Enak siih itu, tapiii teh serbuk ini rasanya juga beda :D. Dan aku bisa suka .. . Jadi sebenarnya teh enak itu ga harus mahal, yg murah pun, apalagi lokal juga bisa nikmat :D

    BalasHapus
  14. Tehnya samaan kita, kak.
    Dirumahku sukanya pakai teh itu juga.

    Kalau kopi, aku lebih suka kopi hitam dengan takaran gula yang tidak banyak.

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Mandi Parfum Vitalis sebagai Terapi dan Aromaterapi

Mandi Parfum Vitalis bagi Seorang Admin Indonesia Saling Follow Sekaligus   Petani Jagung MANDI adalah kebutuhan dasar manus...