Rabu, 02 Oktober 2019

Arti Kukis, Biskuit, dan Kraker


arti kukis dan biskuit


TULISAN ini merupakan revisi dari esai bahasa yang semula saya kirimkan ke media massa cetak (koran) karena tidak laik muat, saya tambahkan hal lainnya yang barangkali bisa membantu untuk memperjelas pemahaman makna dunia kue. Ada banyak ragam kue, pun penamaannya. Saya khusus membahas soal kue kering. Barangkali ada yang belum paham apa arti dan beda kukis, biskuit, dan kraker itu dengan kue biasa. Ada banyak jenis kue kering, memang.  


Sebenarnya membedakan kukis dan biskuit sekarang ini merupakan hal gampang, tinggal lihat merek dan jenis produk kukis dan biskuit saja.
Selama ini dari dulu kita terbiasa dengan biskuit Khong Guan atau Khong Guan Biscuit dalam kemasan kalengnya. Barangkali inilah pelopor biskuit yang tetap mengada eksistensinya, meski ada banyak merek biskuit lain di pasaran. Berkat Khong Guan yang selalu ada kala lebaran, nama biskuit populer.
biskuit
Biskuit Khong Guan

Saya sendiri kenal Khong Guan untuk pertama kalinya kala masih kecil, jelang lebaran bapak bawa sekaleng besar Khong Guan. Entah hasil beli atau merupakan bagian THR dari kantornya di Balai Besar PJKA (sekarang PT KAI), saya tidak tahu. Anak kecil mana paham soal gaji bapak apalagi THR, cuma tahu beliau kerja saja dan lebaran jadi istimewa berkat adanya Khong Guan kaleng besar yang isinya banyak. Lupa apakah rebutan kue tertentu dengan kakak lelaki saya satu-satunya karena setiap lebaran mendatang selalu ada berikut sirup ABC rasa jeruk, jadinya itu semacam tradisi lebaran.

Yang saya tahu adalah Khong Guan Biscuit kala itu belum dapat banyak saingan dalam dunia perkuean pabrik. Makanya Khong Guan sampai sekarang tetap populer sebagai kue tradisi lebaran, dari itulah barangkali kita kenal arti biskuit berkat Khong Guan.   

Bagaimana dengan kukis? Sepertinya pelopor itu adalah Monde dengan Butter Cookies. Jelas itu jenis kue kaleng yang lebih mahal daripada Khong Guan karena dari segi bahan dan rasa beda. Saya juga kenal Monde kala kecil, kaleng bundar ukuran besar. Tidak tahu bapak yang beli atau dari THR atau pemberian orang, saya cuma tahunya makan dan suka banget dengan tekstur rasanya karena beda daripada kue kaleng biasa. Akan tetapi, tidak sama pula dengan kue buatan tetangga karena ibu saya tidak bisa bikin kue.

Hanya, dari segi periklanan, Monde seperti kurang promosi sehingga ada jenama (jenis nama/brand) lain yang ambil alih memopulerkan dengan cara tersendiri, menyasar anak muda lewat jangkauan iklan di media cetak dan televisi. Sejujurnya saya lebih sering lihat iklan Good Time di majalah dan televisi kala remaja daripada Monde yang giat beriklan beberapa tahun kemarin.

Karena itulah sekarang kukis atau kata serapan dari cookies, sejak awal keberadaan merek Good Time sebagai pelopor telah mengundang sekian kukis merek lain untuk menyusul hadir di pasaran. Good Time Cookies tentu berbeda dengan Khong Guan Biscuit dari segi rasa dan tekstur, pun harga. Yang jelas kehadiran Good Time tidak hanya menambah deret daftar produk makanan saja, ada kata serapan yang menyertai.

Lantas, Apakah Arti Kukis dan Biskuit Itu?

kukis good time
Kukis Food Time Sang Pelopor Popularitas


Kukis adalah semacam kue kering renyah dengan bahan dasar tepung, gula halus, susu bubuk, mentega, telur, serta tambahan bahan lainnya. Karena teksturnya cenderung renyah berkat komposisi bahan dengan campuran mentega atau margarine yang banyak serta mudah dibuat, kukis lebih populer sebagai kue kering rumahan.

Ketika lebaran atau hari raya tertentu, kita kerap membuat atau makan kue kering namun tidak menyebutnya sebagai kukis. Kita mengenal banyak ragam kue kering yang dipanggang di oven seperti nastar dan lainnya, namun kita tidak serta merta menyebutnya sebagai kukis. Kita cenderung menyebutnya sebagai kue atau kue kering saja.

Barangkali kukis populer sebagai sebutan kue kering jenis rumahan meski hasil pabrikan pada abad sekarang. Masyarakat lebih mudah menyerap informasi sekaligus memamah produk, apalagi industri kue kering rumahan lebih mudah dipasarkan berkat internet yang menjangkau masyarakat secara luas. Penyebutan kukis dalam produk mungkin dianggap bisa menaikkan gengsi atau sekadar membedakan dengan jenis kue lain.

Biskuit yang rasa dan teksturnya berbeda dari kukis merupakan hasil industri pabrikan karena bahan dasarnya lebih banyak tepung, cara memanggangnya pun dengan suhu yang lebih tinggi serta berbeda dengan cookie. Singkat kata, biskuit berasal dari bahasa latin bis coctus yang berarti dipanggang dua kali.

Jadi, biskuit berarti kue tepung yang dipanggang sampai dua kali dengan proses pemanggangan sesuai standar pabrik kue besar.

Penyebutan kukis dan biskuit sebagai kata serapan dari bahasa asing sebenarnya menambah kosakata bahasa Indonesia. Akan tetapi, kukis seakan kurang spesifik sebagai penyebutan jenis kue karena kue kering itu sangat beragam. Dibutuhkan tambahan detail lain seperti kukis cokelat, kukis keju, kukis isian, dan sebagainya. Atau cukup ilustrasi penunjang. Karena nastar, lidah kucing, putri salju, kastengel,  dan pretzel mungkin lebih gamblang sebagai jenis kue dengan penamaan daripada kukis doang.

 Mengenal Kraker

arti kraker
Malkist Termasuk Kraker


Selain kukis dan biskuit, ada lagi yang harus kita kemal sebagai bagian dari per-geng-an kue modern. Kraker!

Apaan, tuh, kraker itu? Berasal dari bahasa Inggris, cracker. Kraker adalah semacam biskuit juga dengan bahan dasar tepung yang lebih banyak tetapi memakai bahan tertentu yang membuatnya lebih garing, semacam ragi. Kraker lebih renyah daripada biskuit apalagi kukis. Kraker mungkin disebut demikian untuk menggambarkan semacam kue kering yang garing renyah dan jika digigit akan berbunyi “krak”.

Ya, bunyi demikian lebih mudah untuk menamai kuenya. Barangkali si pembuat kue hendak bikin roti atau donat tetapi adonannya gagal, jadi berinovasi memanggang hingga terciptalah irisan atau lempengan kue kering “gagal” yang inovatif. Duh, saya cuma mereka cerita saja, ha ha.  

Kraker itu cenderung dibuat gurih, barangkali kerupuk modern dari adonan tepung terigu dan kawan-kawan dengan bantuan peragian. Kraker yang populer saat ini adalah Nissin. Bentuk dan rasanya unik. Meski sudah banyak jenis kraker lainnya, tetap saja kita terpaku pada bentuk yang rasanya lebih sesuai untuk menggambarkan penamaan kue, krak!

Jika kue kering modern mengenai kukis dan biskuit, kraker barangkali semacam cabang dari biskuit tetapi beroleh perlakuan khusus dalam pembuatan bahan dan pengadonan plus pemanggangan. Bagi kita sendiri, sebagai kerupuk tepung,, kraker jelas tidak bisa untuk teman makan nasi apalagi sambal.

Kapan-kapan saya akan bahas jenis kue lainnya secara kebahasaan. Sebenarnya pengen mengulik sejarah perkuean juga, karena rasanya kukis, biskuit, kraker, dan kue kering modern lainnya bukanlah peninggalan nenek moyang kita. Karakter bahan dan cara terasa berbeda. Indonesia sendiri kaya akan beragam jenis kue basah dan kering tradisional, tetapi kukis dan biskuit seakan peninggalan masa kolonial.  

Cipeujeuh, 28 November 2018, selesai 2 Oktober 2019
#Bahasa #Lingua #Linguistik #Kuliner #ArtiKata #Kukis #Biskuit #Kraker #SHSTOktiber2
Foto Khiong Guan dari Tokopedia
Foto lainnya koleksi pribadi


81 komentar:

  1. hahahaha, saya semuanya disebut biskuit mba, ampun daahh hahahahaha

    Padahal ya nyata-nyata tulisan di bungkusnya bukan biskuit gitu, tapi tetep saya sebut biskuit.
    Good time dan Roma Malkiest itu favorit kami, sekarang kami lagi keranjingan makan biskuit dkk ini, no kripik atau ciki-cikian, karena si adik udah mulai tahu ngemil, kalau kita makan apapun dia minta.


    Keren ih, mba Rohyati menulis setiap hari, ayo mbaaa semangat.
    Kita isi Oktober dengan ODOP :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ham padahal beda dari segi tekstur dan bahan, gak bisa disamaearakan. Tetap saja orang menyamaratakan karena tidak paham, mungkin produsen makanan mesti kreatif ahar masyarakat paham perbedaan. Gunakan jasa narablog yang suka ngulik bahasa macam saya misalnya, ha ha.
      Semoga istiqonah dengan satu hari satu tulisan meski saya mual jika kurang tidur. Mau lanjut bobo dulu da kepala tetrasa kebas di bagian belakang.
      Mari isi hari dengan tulisan yang kita sebarkan di blog. Yuhu.

      Hapus
    2. Sama kayak mba Rey,
      aku juga seriiing sebut SEMUA PRODUK itu dgn BISKUIT :D
      --bukanbocahbiasa(dot)com--

      Hapus
    3. ternyata beda-beda yah ada biskuit, kraket, kukis tapi sama kayak Mba rey dan mba Nurul aku sebut semuanya adalah biskuit mba wkwkwkwk

      Hapus
    4. hihihih bener kaaannn, hampir semua orang nyebutnya biskuit :D

      Kalau kukis biasanya saya sebutnya untuk kue kering yang dibikin sendiri.

      kraker sih yang tipis2, tapi seringnya saya sebut biskuit juga.

      Bener juga ya mba, kita sebagai blogger sebenarnya punya tanggung jawab menyebarkan hal-hal yang benar yang makin lama terlupakan oleh masyarakat.

      Banyak banget istilah yang sebenarnya jelas2 beda, tapi karena kebiasaan, jadinya ya terus disebut seperti itu.

      Hapus
    5. Penamaan kue barat memang membingungkan bagi masyarakat banyak. mau bilang kue ternyata tidak bisa disamaratakan, hi hi.
      Untuk makanan tidak bisa berbeda-beda tetapi satu jua karena mereka berbeda dari sara dan tekstur. Jadinya dari penamaan juga harus beda agar mudah diidentifikasi maupun dijelaskam. Produsen perkuean sangat peduli hal demikian.

      Hapus
  2. saya semuanya bilang itu kue, dan kue adalah musuh saya. Yang namanya musuh harus dihabisi eh dihabiskan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha, kocak sekali. Kue memang musuh yang harus segera disikat agar tandas masuk perut. Kita kerap lupa kalau sudah ngemil kue yang enak.

      Hapus
    2. hahahahaha, waktu kecil saya malah menyebut semuanya dengan kata kue :D

      Hapus
    3. Karena kue bukan sayuran atau nasi jadinya dibilang kue saja bukan sambal, misalnya, hi hi.

      Hapus
  3. Wahaha selama ini aku nyebutnya kue aja semua �� thanks loh mba infonya...ok mulai sekarang kita bedain varian kue sesuai namanya �� hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal kue pun ada perbedaannya, tetapi kita tinggal ambil gampangnya saja, ya, hi hi.

      Hapus
  4. Wah mba paham benar ttg ragam kue ya, saya dulu taunya kaleng khong guan itu tempatnya rengginang, kue semprit atau kue kembang goyang, serius. Karna nenek selalu bawa oleh2 dalam kaleng itu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena kaleng Kgong Guan itu ukurannya besar jadilah wadah penganan ukuran besar seperti kue kembang goyang dan kawan-kawan yang kriuk renyah, hi hi.
      Saya suka kembang goyang yang gurih tetapi bikinnya ribet dan lama, harus celupin satu-satu dengan telaten jadinya boros minyak goreng dan bahan bakar.

      Hapus
  5. Wah baru tau aku bedanya. Hahahaha. Biasanya langsung makan aja. Informatif nih mbak artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, memang lebih asyik langsung makan saja soalnya para kue untuk dimakan kala senggang sambil ngeteh manis atau ngopi. Duh, jadi pengen makan kukis siang ini. :D

      Hapus
  6. Wah... Saya juga suka kebolak-balik lho mbak soal biskuit, kraker, dan kumis.
    Thank you banget informasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, semoga setelah baca ini jadi tidak kebolak-balik lagi.

      Hapus
  7. Serupa tapi tak sama ya mbak.. kalo dulu aku termasuk yang menyamaratakan lho.. semua aku bilang biskuit, tapi sekarang sudah mulai paham karena biasanya dalam bungkusnya sudah ada keterangannya hehe jadi lebih memudahkan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterangan dalam bungkusnya juga membantu kita memilih jenis rasa yang disukai. Jadinya penggemar kukis tidak tertukar beroleh biskuit.

      Hapus
  8. Kebetulan dirumah mama suka bikin kue dan sering meralat kalau kita salah omong, kayak minta bikinin kraker padahal yang dimaksud kukis 😂😂 dan bener aja komposisi dan cara memasaknya pun berbeda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya bikin kukis lebih mudah daripada kraker, ya. Kraker ada pengolahan khusus karena pakai semacam ragi.

      Hapus
  9. Wah, jadi tambah ilmu nih mbak. Sering dengar istilah kukis, kraker, biskuit, tapi nggak begitu paham definisi dan kelompok kelompok untuk penyebutannya. Jadi tau deh sekarang karena baca postingan ini. Makasih mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, senang bisa berbagi hal yang bermanfaat bagi sesama.Terima kasih juga apresiasinya.

      Hapus
  10. ini keren bahas tentang kue, jadi nambah pengetahuan tentang perkuehan nih mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, sebenarnya saya bahas linguistik untuk membantu masyarakat, ilmu bahasa dan kebahasaan itu tetap dibutuhkan.

      Hapus
  11. Tercerahkan rasanya setelah membaca ini. Maklum saya malah menyebut semua nya adalah kue hahah ( kue kering biasanya ) padahal jelas beda ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya beda, untuk kue saja ada kue kering dan basah, kalau kukis, biskuit, dan kraker malah bisa membuat kita tahu perbedaannya.

      Hapus
  12. Aku juga selalu menyebutkan semuanya biskuit, mba. Tapi dulu pas di Ambon sebutnya kukis juga :0 Makasih infonya ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih juga sudah baca. Rupanya setiap daerah punya penyebutan yang berbeda untuk kue juga. Di Garut juga sama, sebutnya sama rata, kue saja tanpa embel-embel klasifikasinya, he he.

      Hapus
  13. Duh kak artikelnya bermanfaat sekali, baru tau deh aq bedanya biskuit, kukis sama kraker slama in cma ratain aja jd biskuit semua ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, dulu sebelum mengenal perbedaan saya juga mikir kenapa bentuk dan rasanya beda. Kenapa Khong Guan biskuit sedangkan Monde cookies. Jelas saya lebih pilih Monde.

      Hapus
  14. Waahh...terima kasih banget untuk artikelnya lho mba. Selama ini aku taunya semua kue kering itu ya biskuit hehehe.. ternyata beda-beda ya sesuai komposisi bahan dan cara memasaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, kue kering itu unik dan kaya kreasi berdasarkan keahlian koki yang ,embuatnya. Saya justru penasaran banget siapa yang pertama kali bikin ketiga jenis kue itu. :)

      Hapus
  15. Cookies Monde itu kalau lebaran di kampung merupakan sajian istimewa banget. Soalnya jarang nemu. Kalau Khong Guan sudah biasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kukis Monde itu istimewa banget karena rasanya lezat, susunya terasa. Renyah dan bikin kita pengen ngunyah terus sampai isi kalengnya habis, hi hi.
      Lebaran tahun lalu saya sukses menghabiskan sekaleng kukis lebih banyak daripada suami dan anak.
      Jadi pengen segera lebaran lagi, hi hi.

      Hapus
  16. Kalau aku semuanya suka mbak, apakah kukis dan kraker. Nah, kalau biskuit idaman anak-anak hehe. Memang kalau Cookies Monde itu paling enak dan manisnya pas menurut aku mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aha, tuh, 'kan Monde itu disukai banyak orang karena iostimewa meski dari segi promosi pemasaran telat gencar. Padahal saya rasa Monde termasuk kukis legendaris selain Khong Guan Biskuit. Khong Guan dan Monde itu ibaratnya saling melengkapi.
      Bahas kue bikin saya pengen jajan ke warung dekat jalan sayangnya tutup, padahal jualan kukis eceran, hu hu.

      Hapus
  17. Cookies good time idolaku banget mbaa enak soalnya
    Monde juga, tapi harganya agak mihilan hehehe
    Enak semua dan suka macem2 kukis itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejujurnya saya lebih suka kukis daripada biskuit dan kraker, mungkin karena komposisi bahannya lebih renyah tetapi lembut dikunyah.
      Good Time itu rasa cokelatnya bikin saya suka, senang karena dijual eceran jadi anak keil dan mamah-mamah doyan ngemil bisa leluasa jajan kukis Good Time. Monde kuga sekarang ada yang ukuran kecul sayangnay warung di kampung saya tidak menjualnya. Mungkin karena masalah harga padahal dari segi rasa jelas juara. Monde yang kemasan eceran kecil adanya di toserba tertentu.

      Hapus
  18. Udah bisa bedain sih bentuk ketiganya, cmn kalau disuruh deskripsi blm tau haha. Ini jadi tau. Makasih ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mendeskripsikannya memang butuh keahlian analisis bahasa dan itu juga butuh referensi untuk menjelaskan deskripsinya, Mbak.
      Sama-sama makasihnya.

      Hapus
  19. My favorite is cheese cookies! Soalnya enak dan gurih.. crackers kalau ngg ada MSGnya aku mau ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum coba kukis keju karena sepertinya tidak ada, adanya yang rasa cokelat dan susu. Kalau kraker keju banyak. Yah, saya juga haeap kraker tidak pakai MSG soalnya amandel saya bisa bengkak lagi.

      Hapus
  20. Wah, sama mba.
    Khong Guan memang biskuit sejak era kolonial sampai millenial!

    Jadi ingat, dulu tuh paling sering rebuatan varian wafer yang sering bikin baper, kalau tidak kebagian, karena paling sedikit jumlahnya, bahahaha.

    Jadi terdongkrak lagi nih wawasan tentang kukis, biskuit dan kraker :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, yang wafer itu enak, loh. Sebenarnya saya bingung karena wafer juga masuk ke dalam kaleng biskuit. Saya terlewat memasukkan definisi wafer dalam artikel ini, hu hu.
      Wafer cokelat Khong Guan bagi lidah anak kecil yang belum kenal aneka kenis cokelat terasa istimewa. Yah, maklum dulu adanya cuma cokelat cap Jago,
      Senang bisa berbagi wawasan kebahasaan di artikel ini.

      Hapus
  21. biskut Roma saya rasa baru tahun ini masuk pasaran malaysia. sebelum ini yang popular dari seberang biskut Gery. jadi viral, mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya Roma bisa menembus pasar Malaysia soalnya termasuk produk lama. Saya kenalnya dengan bentuk kue marie Roma lalu cokelat wafer batangan Roma kala kecil. Sekarang berkembang pesat dengan beragam jenisnya.

      Hapus
  22. Khong Guan ini memang biskuit yang paling melegenda ya, hehe. Baca postingan ini juga jadi tahu perbedaan antara biskuit, kukis dan kraker eh tapi roma itu malah sering saya sebut biskuit padahal masuk jenis kraker ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Justru karena legendaris, saya jadi tertarik bikin artikel bahasa yang bahas kue kering, Khong Guan adalah sampel yang tepat untuk diperbincangkan.
      Kraker sepertinya baru-baru ini populer berkat adanya iklan di media digital. Kita jadi lebih sering nonton iklan kue di televisi dengan pemcitraan kue yang menggugah selera. Saya juga kadang suka pengen segera ngemil kalau menonton iklannya, hi hi.

      Hapus
  23. Selama ini aku ngira kukis dan biskuit itu samaa 😂 ternyata berbedaa yaa.. maklum cuma penikmat, belum pernah coba bikin.. hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi hi, beda atuh, memang lebih enak makan saja daripada bikin karena caranya ribet. Saya juga belum tentu bisa bikin ketiganya. Mending beli dan makan.
      Berbeda bentuk tetapi camilan yang enak disantap.

      Hapus
  24. Dahulu, kukira penyebutan cookies dan biscuits itu beda English US dan British lho mbak. Ternyata mayan ribet klasifikasinya khususnya buat yg awam kayak saya. tahunya biskuit smua. hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha, klasifikasi perkuean itu ditentukan oleh koki dan pabrik kuenya agar memudahkan para pemakan kue dalam memilih.
      Saya juga harus cari referensi dari kamus Merriam Webster untuk cari tahu arti ketiganya karena berpikir bahwa English US dan UK itu memang membedakan dunia perkuean juga.

      Hapus
  25. selama ini saya menyebut ketiga nama tersebut adalah biskuit. ternyata masing-masing ada jenisnya yang juga membedakan bentuk dan rasanya. kalau lihat kaleng khong guan pasti ingatan langsung tertuju ke masa kecil, yaitu saat lebaran. Khong guan merupakan biskuit khas yang biasa dihidangkan saat lebaran di kampung... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata banyak juga teman-teman narablog yang punya kenangan manis dengan biskuit Khong Guan karena sudah ada sejak dahulu kala.
      Yah, Khong Guan punya tempat di hati para orang dewasa yang masa kecilnya selalu berlebaran dengan Khong Guan. Anak zaman sekarang mah punya kebebasan memilih kue lebaran sendiri.

      Hapus
  26. Kayaknya kalau membedakan antara biskuit, kukis dan kraker, masih bisa secara rupa dan tekstur kuenya. Yang tidak tahu itu soal bahan-bahan pembuatannya. Sekarang jadi tahu berkat artikel ini, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he, yang menulis artikel ini saja harus cari referensi ui kamus dan internet sampai matanya lelah. Bahasa pada dasarnya mengasyikkan untuk ditelaah, apalagi jika bahas sesuatu yang dekat dengan keseharian kita..

      Hapus
  27. saya paling susah membedakan yang mana kukis, biskuit, dan kraker karena pada dasarnya saya suka makan ya udah makan" aja dan beli yang saya mau, Namun berkat blog kak ini saya sudah mengetahui perbedaan secara signifikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, syukurlah kalau demikian. Ilmu bahasa itu penting bagi masyarakat dan produsen barang dan jasa juga.
      Bahasa bikin kita tahu perbedaan suatu benda sehingga bisa mendefinisikannya.

      Hapus
  28. Baca ini jadi pengen ngemil biskuit, padahal sudah ngemil putu ayu juga, xixixi. Ternyata meski mirip-mirip, arti dan bentuknya beda ya antara kukis, biskuit, dan kraker. Terimakasih infonya mbak, jadi nambah pngetahuan emak-emak nih ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, saya malah jadi pengen ngemil putu ayu karena di kampung tidak ada yang jualan, hu hu.
      Terima kasih juga sudah menyimaknya, alhamdulillah jika bisa menambah perbendaharaan kosakata.

      Hapus
  29. Ketiganya adalah kesukaan keluarga kami mba.
    Setiap pagi anak-anak selalu sarapan dengan cookies, biskuit ataupun malkist. Sudah jadi kebiasaan kami setiap pagi ketemu ketiganya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senangnya bisa sarapan pagi lezat bergizi yang praktis gitu.

      Hapus
  30. yang paling gedek itu ketika suamiku selalu mengatakan "roti" untuk menyebut kue. kan kesel banget tuh. Bukan cuma suamiku sih, sepertinya sudah mendarah daging di keluarganya. Padahal roti itu sudah jelas-jelas makanan yang empuk. roti = bread.

    Sedangkan kue kering, biskuit, dll malah dikatakan kue sama suamiku.

    Kadang suka kesal karena kesalahpahaman ini.

    Nanti kalau aku berdebat dgn suamiku soal pembedaan kue, biskuit, dll, aku kasi link artikel ini aja, biar dia baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi hi, jadi ingat kasus sendiri di awal menikah dengan suami, selalu menyebut roti dengan bolu jadinya saya salah beli dengan bolu benaran. Kesalnya ternyata bukan itu yang dimaksud, ha ha.
      Itu juga bermula dari salah kaprah di keluarga suami saya.
      Sepertinya saya juga harus tunjukkan artikel ini pada suam agar tak salah pesan belanjaan, ha ha.

      Hapus
  31. BTW orang bule kalo nyebut kerupuk apa yaaa, kraker kali yaaa. Saya kebetulan penggemar kukis level akut mba. Kekeke. Makasih artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaa 'kali. Atau mereka sebut kerupuk sebagai keripik alias chip. Kalau tidak ada padanan di mereka mending sebut kerupuk sebagai kerupuk saja.
      Senang bisa kenalan dengan penggemar kukis level akut. Makasih juga.

      Hapus
  32. Asli, pengen ngakak sendiri, aku baru tahu loh ini ternyata bedanya kukis, biskuit dan cracker. Kalo sama mamaku sih semuanya kita sebut biskuet or kue doang. Kalo lg belanja sm anakku, ak bilangnya kukis. Waduh, salah kaprah dong ya ini. Thanks infonya loh mba, sekarang jadi paham

    BalasHapus
  33. Ku juga nih kalau lebaran, apalagi zaman almarhum nenek sama kakek masih ada di rumah pasti ada khongguan. Tapi dibanding khongguan, aku pada akhirnya lebih suka kukis macam monde, good time dan juga suka kraker. Soalnya menurutku rasa manisnya lebih pas. Makasih mba, akhirnya ku tahu perbedaan biskuit, kukis dan kraker :)

    BalasHapus
  34. Aku mah penyuka segala jenis perbiskuitan nie kaka tapi ga pernah liat perbedaannya wkwkw ..makasih infonya kak jadi tau bedanya nie

    BalasHapus
  35. Saya makan semua, mba hahahha
    Untuk kraker saya suka roma, rasanya paling cocok di lidah saya pun teksurnya yang ga terlalu keras. Beda dengan beberapa kraker yang pernah saya coba. Klo biskuit, Monde adalah merk favorit saat lebaran

    BalasHapus
  36. Wah ternyata ada namanya masing-masing ya, saya sebut biskuit aja tuh, ya yang penting sih rasanya enak hahaha

    BalasHapus
  37. Kukis, biskuit, dan kraker sudah dikupas tuntas. Saya mah sebagai org yg cuma bisa makan, manut2 aja. Hehehe
    Tp, tak apalah krn skrng kalau ngobrolin ini sama org yg lebih ekspert, saya nggk malu2in banget hahaha

    BalasHapus
  38. aduhhh pagi2 baca begini bikin laper,, abis inni ke warung sebelah deh buat beli camilan :D

    jadi pahamm bedanya kue kering biskuit kukis,, :D

    udah ya abis ini ga boleh ada yg salah paham lagi :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ke warung sebelah untik beli camilan kukis, biskuit, dan kawan-kawan.Sekarang sudah tahu perbedaan jadi semoga tidak salah paham lagi.Kalau salah paham bisa salah pilih, hi hi.

      Hapus
  39. Nah, jadi bisa menjelaskan ke anak2 nih, beda kukis, biskuit dan kraker. Soalnya anak sy suka nyamain semua dibilang biskuit. Kebiasaan sm neneknya apa2 dibilang biskuit, kue dan roti, hehe.. TFS ya Mbak

    BalasHapus
  40. Wah apapun itu namanya dan jenisnya kalo saya sudah terbiasa dengan sebutan biskuit.

    Sekarang memang sudah banyak jenis dari beragam merek dagang, tapi dilidah ku masih aja rasanya mirip mirip.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaah, padahal beda atuh dan tidak bisa disamakan dengan jenis lainnya. Paling tidak, penamaan itu berfungsi sebagai penanda.
      soal rasa, mirip-miriplah karena bahan dasarnya tepung yang dipanggang, he he.

      Hapus
  41. Saya nyebut semua varian yg disebutkan di atas dengan sebutan kue kering.. Hihi.. Baru tahu kalau beda-beda. Paling favorit kalau saya monde. Gurih susunya terasa soalnya.

    BalasHapus
  42. Paling aman disebut kue kering ya mbak? Hehehe.. atau kalau orang jawa menyebutnya dengan roti. Nggak peduli roti kering atau basah, pokoknya roti. By the way, thanks artikelnya mbak

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Tentang Follow for Unfollow dalam Pandangan Admin Follow Loop

SIANG tadi saya harus merasa sebal luar biasa pada pemilik akun yang sungguh keterlaluan, setelah diberi kesempatan kedua malah mai...