Rabu, 02 Oktober 2019

Arti Kukis, Biskuit, dan Kraker


arti kukis dan biskuit


TULISAN ini merupakan revisi dari esai bahasa yang semula saya kirimkan ke media massa cetak (koran) karena tidak laik muat, saya tambahkan hal lainnya yang barangkali bisa membantu untuk memperjelas pemahaman makna dunia kue. Ada banyak ragam kue, pun penamaannya. Saya khusus membahas soal kue kering. Barangkali ada yang belum paham apa arti dan beda kukis, biskuit, dan kraker itu dengan kue biasa. Ada banyak jenis kue kering, memang.  


Sebenarnya membedakan kukis dan biskuit sekarang ini merupakan hal gampang, tinggal lihat merek dan jenis produk kukis dan biskuit saja.
Selama ini dari dulu kita terbiasa dengan biskuit Khong Guan atau Khong Guan Biscuit dalam kemasan kalengnya. Barangkali inilah pelopor biskuit yang tetap mengada eksistensinya, meski ada banyak merek biskuit lain di pasaran. Berkat Khong Guan yang selalu ada kala lebaran, nama biskuit populer.
biskuit
Biskuit Khong Guan

Saya sendiri kenal Khong Guan untuk pertama kalinya kala masih kecil, jelang lebaran bapak bawa sekaleng besar Khong Guan. Entah hasil beli atau merupakan bagian THR dari kantornya di Balai Besar PJKA (sekarang PT KAI), saya tidak tahu. Anak kecil mana paham soal gaji bapak apalagi THR, cuma tahu beliau kerja saja dan lebaran jadi istimewa berkat adanya Khong Guan kaleng besar yang isinya banyak. Lupa apakah rebutan kue tertentu dengan kakak lelaki saya satu-satunya karena setiap lebaran mendatang selalu ada berikut sirup ABC rasa jeruk, jadinya itu semacam tradisi lebaran.

Yang saya tahu adalah Khong Guan Biscuit kala itu belum dapat banyak saingan dalam dunia perkuean pabrik. Makanya Khong Guan sampai sekarang tetap populer sebagai kue tradisi lebaran, dari itulah barangkali kita kenal arti biskuit berkat Khong Guan.   

Bagaimana dengan kukis? Sepertinya pelopor itu adalah Monde dengan Butter Cookies. Jelas itu jenis kue kaleng yang lebih mahal daripada Khong Guan karena dari segi bahan dan rasa beda. Saya juga kenal Monde kala kecil, kaleng bundar ukuran besar. Tidak tahu bapak yang beli atau dari THR atau pemberian orang, saya cuma tahunya makan dan suka banget dengan tekstur rasanya karena beda daripada kue kaleng biasa. Akan tetapi, tidak sama pula dengan kue buatan tetangga karena ibu saya tidak bisa bikin kue.

Hanya, dari segi periklanan, Monde seperti kurang promosi sehingga ada jenama (jenis nama/brand) lain yang ambil alih memopulerkan dengan cara tersendiri, menyasar anak muda lewat jangkauan iklan di media cetak dan televisi. Sejujurnya saya lebih sering lihat iklan Good Time di majalah dan televisi kala remaja daripada Monde yang giat beriklan beberapa tahun kemarin.

Karena itulah sekarang kukis atau kata serapan dari cookies, sejak awal keberadaan merek Good Time sebagai pelopor telah mengundang sekian kukis merek lain untuk menyusul hadir di pasaran. Good Time Cookies tentu berbeda dengan Khong Guan Biscuit dari segi rasa dan tekstur, pun harga. Yang jelas kehadiran Good Time tidak hanya menambah deret daftar produk makanan saja, ada kata serapan yang menyertai.

Lantas, Apakah Arti Kukis dan Biskuit Itu?

kukis good time
Kukis Food Time Sang Pelopor Popularitas


Kukis adalah semacam kue kering renyah dengan bahan dasar tepung, gula halus, susu bubuk, mentega, telur, serta tambahan bahan lainnya. Karena teksturnya cenderung renyah berkat komposisi bahan dengan campuran mentega atau margarine yang banyak serta mudah dibuat, kukis lebih populer sebagai kue kering rumahan.

Ketika lebaran atau hari raya tertentu, kita kerap membuat atau makan kue kering namun tidak menyebutnya sebagai kukis. Kita mengenal banyak ragam kue kering yang dipanggang di oven seperti nastar dan lainnya, namun kita tidak serta merta menyebutnya sebagai kukis. Kita cenderung menyebutnya sebagai kue atau kue kering saja.

Barangkali kukis populer sebagai sebutan kue kering jenis rumahan meski hasil pabrikan pada abad sekarang. Masyarakat lebih mudah menyerap informasi sekaligus memamah produk, apalagi industri kue kering rumahan lebih mudah dipasarkan berkat internet yang menjangkau masyarakat secara luas. Penyebutan kukis dalam produk mungkin dianggap bisa menaikkan gengsi atau sekadar membedakan dengan jenis kue lain.

Biskuit yang rasa dan teksturnya berbeda dari kukis merupakan hasil industri pabrikan karena bahan dasarnya lebih banyak tepung, cara memanggangnya pun dengan suhu yang lebih tinggi serta berbeda dengan cookie. Singkat kata, biskuit berasal dari bahasa latin bis coctus yang berarti dipanggang dua kali.

Jadi, biskuit berarti kue tepung yang dipanggang sampai dua kali dengan proses pemanggangan sesuai standar pabrik kue besar.

Penyebutan kukis dan biskuit sebagai kata serapan dari bahasa asing sebenarnya menambah kosakata bahasa Indonesia. Akan tetapi, kukis seakan kurang spesifik sebagai penyebutan jenis kue karena kue kering itu sangat beragam. Dibutuhkan tambahan detail lain seperti kukis cokelat, kukis keju, kukis isian, dan sebagainya. Atau cukup ilustrasi penunjang. Karena nastar, lidah kucing, putri salju, kastengel,  dan pretzel mungkin lebih gamblang sebagai jenis kue dengan penamaan daripada kukis doang.

 Mengenal Kraker

arti kraker
Malkist Termasuk Kraker


Selain kukis dan biskuit, ada lagi yang harus kita kemal sebagai bagian dari per-geng-an kue modern. Kraker!

Apaan, tuh, kraker itu? Berasal dari bahasa Inggris, cracker. Kraker adalah semacam biskuit juga dengan bahan dasar tepung yang lebih banyak tetapi memakai bahan tertentu yang membuatnya lebih garing, semacam ragi. Kraker lebih renyah daripada biskuit apalagi kukis. Kraker mungkin disebut demikian untuk menggambarkan semacam kue kering yang garing renyah dan jika digigit akan berbunyi “krak”.

Ya, bunyi demikian lebih mudah untuk menamai kuenya. Barangkali si pembuat kue hendak bikin roti atau donat tetapi adonannya gagal, jadi berinovasi memanggang hingga terciptalah irisan atau lempengan kue kering “gagal” yang inovatif. Duh, saya cuma mereka cerita saja, ha ha.  

Kraker itu cenderung dibuat gurih, barangkali kerupuk modern dari adonan tepung terigu dan kawan-kawan dengan bantuan peragian. Kraker yang populer saat ini adalah Nissin. Bentuk dan rasanya unik. Meski sudah banyak jenis kraker lainnya, tetap saja kita terpaku pada bentuk yang rasanya lebih sesuai untuk menggambarkan penamaan kue, krak!

Jika kue kering modern mengenai kukis dan biskuit, kraker barangkali semacam cabang dari biskuit tetapi beroleh perlakuan khusus dalam pembuatan bahan dan pengadonan plus pemanggangan. Bagi kita sendiri, sebagai kerupuk tepung,, kraker jelas tidak bisa untuk teman makan nasi apalagi sambal.

Kapan-kapan saya akan bahas jenis kue lainnya secara kebahasaan. Sebenarnya pengen mengulik sejarah perkuean juga, karena rasanya kukis, biskuit, kraker, dan kue kering modern lainnya bukanlah peninggalan nenek moyang kita. Karakter bahan dan cara terasa berbeda. Indonesia sendiri kaya akan beragam jenis kue basah dan kering tradisional, tetapi kukis dan biskuit seakan peninggalan masa kolonial.  

Cipeujeuh, 28 November 2018, selesai 2 Oktober 2019
#Bahasa #Lingua #Linguistik #Kuliner #ArtiKata #Kukis #Biskuit #Kraker #SHSTOktiber2
Foto Khiong Guan dari Tokopedia
Foto lainnya koleksi pribadi


25 komentar:

  1. hahahaha, saya semuanya disebut biskuit mba, ampun daahh hahahahaha

    Padahal ya nyata-nyata tulisan di bungkusnya bukan biskuit gitu, tapi tetep saya sebut biskuit.
    Good time dan Roma Malkiest itu favorit kami, sekarang kami lagi keranjingan makan biskuit dkk ini, no kripik atau ciki-cikian, karena si adik udah mulai tahu ngemil, kalau kita makan apapun dia minta.


    Keren ih, mba Rohyati menulis setiap hari, ayo mbaaa semangat.
    Kita isi Oktober dengan ODOP :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ham padahal beda dari segi tekstur dan bahan, gak bisa disamaearakan. Tetap saja orang menyamaratakan karena tidak paham, mungkin produsen makanan mesti kreatif ahar masyarakat paham perbedaan. Gunakan jasa narablog yang suka ngulik bahasa macam saya misalnya, ha ha.
      Semoga istiqonah dengan satu hari satu tulisan meski saya mual jika kurang tidur. Mau lanjut bobo dulu da kepala tetrasa kebas di bagian belakang.
      Mari isi hari dengan tulisan yang kita sebarkan di blog. Yuhu.

      Hapus
    2. Sama kayak mba Rey,
      aku juga seriiing sebut SEMUA PRODUK itu dgn BISKUIT :D
      --bukanbocahbiasa(dot)com--

      Hapus
    3. ternyata beda-beda yah ada biskuit, kraket, kukis tapi sama kayak Mba rey dan mba Nurul aku sebut semuanya adalah biskuit mba wkwkwkwk

      Hapus
  2. saya semuanya bilang itu kue, dan kue adalah musuh saya. Yang namanya musuh harus dihabisi eh dihabiskan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha, kocak sekali. Kue memang musuh yang harus segera disikat agar tandas masuk perut. Kita kerap lupa kalau sudah ngemil kue yang enak.

      Hapus
  3. Wahaha selama ini aku nyebutnya kue aja semua �� thanks loh mba infonya...ok mulai sekarang kita bedain varian kue sesuai namanya �� hehe

    BalasHapus
  4. Wah mba paham benar ttg ragam kue ya, saya dulu taunya kaleng khong guan itu tempatnya rengginang, kue semprit atau kue kembang goyang, serius. Karna nenek selalu bawa oleh2 dalam kaleng itu :D

    BalasHapus
  5. Wah baru tau aku bedanya. Hahahaha. Biasanya langsung makan aja. Informatif nih mbak artikelnya.

    BalasHapus
  6. Wah... Saya juga suka kebolak-balik lho mbak soal biskuit, kraker, dan kumis.
    Thank you banget informasinya

    BalasHapus
  7. Serupa tapi tak sama ya mbak.. kalo dulu aku termasuk yang menyamaratakan lho.. semua aku bilang biskuit, tapi sekarang sudah mulai paham karena biasanya dalam bungkusnya sudah ada keterangannya hehe jadi lebih memudahkan juga

    BalasHapus
  8. Kebetulan dirumah mama suka bikin kue dan sering meralat kalau kita salah omong, kayak minta bikinin kraker padahal yang dimaksud kukis 😂😂 dan bener aja komposisi dan cara memasaknya pun berbeda

    BalasHapus
  9. Wah, jadi tambah ilmu nih mbak. Sering dengar istilah kukis, kraker, biskuit, tapi nggak begitu paham definisi dan kelompok kelompok untuk penyebutannya. Jadi tau deh sekarang karena baca postingan ini. Makasih mbak

    BalasHapus
  10. ini keren bahas tentang kue, jadi nambah pengetahuan tentang perkuehan nih mba

    BalasHapus
  11. Tercerahkan rasanya setelah membaca ini. Maklum saya malah menyebut semua nya adalah kue hahah ( kue kering biasanya ) padahal jelas beda ya

    BalasHapus
  12. Aku juga selalu menyebutkan semuanya biskuit, mba. Tapi dulu pas di Ambon sebutnya kukis juga :0 Makasih infonya ya mba

    BalasHapus
  13. Duh kak artikelnya bermanfaat sekali, baru tau deh aq bedanya biskuit, kukis sama kraker slama in cma ratain aja jd biskuit semua ����

    BalasHapus
  14. Waahh...terima kasih banget untuk artikelnya lho mba. Selama ini aku taunya semua kue kering itu ya biskuit hehehe.. ternyata beda-beda ya sesuai komposisi bahan dan cara memasaknya.

    BalasHapus
  15. Cookies Monde itu kalau lebaran di kampung merupakan sajian istimewa banget. Soalnya jarang nemu. Kalau Khong Guan sudah biasa.

    BalasHapus
  16. Kalau aku semuanya suka mbak, apakah kukis dan kraker. Nah, kalau biskuit idaman anak-anak hehe. Memang kalau Cookies Monde itu paling enak dan manisnya pas menurut aku mbak.

    BalasHapus
  17. Cookies good time idolaku banget mbaa enak soalnya
    Monde juga, tapi harganya agak mihilan hehehe
    Enak semua dan suka macem2 kukis itu

    BalasHapus
  18. Udah bisa bedain sih bentuk ketiganya, cmn kalau disuruh deskripsi blm tau haha. Ini jadi tau. Makasih ya mba

    BalasHapus
  19. My favorite is cheese cookies! Soalnya enak dan gurih.. crackers kalau ngg ada MSGnya aku mau ;)

    BalasHapus
  20. Wah, sama mba.
    Khong Guan memang biskuit sejak era kolonial sampai millenial!

    Jadi ingat, dulu tuh paling sering rebuatan varian wafer yang sering bikin baper, kalau tidak kebagian, karena paling sedikit jumlahnya, bahahaha.

    Jadi terdongkrak lagi nih wawasan tentang kukis, biskuit dan kraker :)

    BalasHapus
  21. biskut Roma saya rasa baru tahun ini masuk pasaran malaysia. sebelum ini yang popular dari seberang biskut Gery. jadi viral, mbak!

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Rindu Pangandaran? Jadikan Traveloka Xperience sebagai Pegangan

Suasana Pantai Barat Pangandaran Menjelang Senja PANGANDARAN adalah rumah ketiga saya, setelah Bandung sebagai tanah kelahiran dan ...