Rabu, 11 September 2019

Cara Cepat Mendapatkan Follower Instagram Tanpa Bayar

cara cepat mendapatkan follower instagram

SUDAH beberapa hari ini saya fokus pada Instagram dan agak mengabaikan blog meski tetap rajin blogwalking (jelajah blog) secara organik maupun wajib (karena ikut WAG blogwalking). Fokus dulu ke Instagram demi menambah jumlah follower (pengikut) agar memberi kesan baik kepada calon klien yang hendak memberi job. Meskipun demikian, sejujurnya saya lebih suka adil, saling mengikuti asal dengan akun yang gak nganu atau ngeres atau akun palsu.
Dulu cara saya sepertinya standar, kirim pesan lewat DM (direct message), sapa dan minta saling follow jika berkenan. Ada yang langsung lakukan follow back (ikuti balik), ada juga yang cuek mengabaikan pesan itu dengan alasan entah apa. Hem, untuk yang terakhir itu memang bikin baper juga, sih. Seakan kurang menghargai orang lain dan lebih suka dirinya yang dihargai saja.

Saya sendiri, meski sibuk sebagai mamah rumah tangga sekaligus narablog dan penulis lepas untuk media massa, tetap menyempatkan diri untuk mengecek ruang perpesanan di Facebook, Twitter, dan Instagram jika ada notifikasi maupun tidak. Mungkin karena saya bukan orang beken jadi lebih gampang mengeceknya, he he. Entah yang lainnya.

Bicara soal Instagram, dulu saya pernah diskusi dengan Teh Shirei Shou, novelis Fake Love, Monokrom, dan Fathiya,  tentang orang yang semula follow kita lalu setelah di-follow malah unfollow, atau diikuti tetapi gak balas mengikuti. Ngeselin banget. Katanya insan kayak gitu banyak.

Sebelumnya saya curhat di WAG blogwalking yang dia dirikan, soal pengikut yang lebih sedikit daripada yang diikuti, doi langsung menawarkan bantuan untuk membersihkan akun Instagram saya yang bikin baper pakai aplikasi di ponselnya karena ponsel model zadul saya tidak mendukung untuk instal hal baru selain perangkat bawaan.

Alhasil, disapubersihlah semuanya, yang tidak mengikuti saya, pakai aplikasi Cleaner for Instagram. Rasanya legaaa banget da gak suka perlakuan yang tidak adil, ha ha.

BACA JUGA: Internetan Santai Bersama Smartfren  

Sisi Suram Instagram

Di balik potret semarak yang dibagikan pemakainya, ada sisi suram mengenai arti follow (ikuti), follower (pengikut), dan following (mengikuti). Katakanlah akan ada unfollow (berhenti mengikuti) dan blokir dengan alasan dan pembenaran masing-masing. Pemilihan bahasa untuk Instagram berupa follow bukan teman (seperti Facebook), mau tak mau memberi kesan ekslusif bagi pemilik akun tertentu untuk melakukan unfollow setelah balik di-follow akun lain, atau bahkan blokir akun lain yang telah melakukan kesalahan maupun yang tidak melakukan kesalahan apa-apa.

Rasanya nyesek jika kita diperlakukan seperti itu, di-unfollow setelah sebelumnya follow sebagai pancingan agar kita balas mengikutinya. Serius, saya jengkel banget pada insan sotoy macam gitu. Siapa pun dia, semoga saja ada yang melakukan pembalasan serupa padanya. Karena, menjahati orang lain itu ganjarannya akan dimakan kejahatan serupa. Ha ha ha.

Yah, pengguna Instagram memang ajaib. Sebagian besar penghuni dunia yang masih merdeka menjadikan Instagram sebagai ajang bersosialisasi mereka untuk beragam alasan. Akan tetapi, tidak selalu kita beroleh kebaikan dari sana. Bisa saja malah hal ngeselin akan kita peroleh juga karena beragam watak manusia.

Saya tidak terlalu menjadikan instagram hal yang penting, semacam kepo pada status dan foto yang penghuninya bagikan. Bagi saya Instagram hanyalah sarana untuk pelengkap dan penunjang mobilitas kerja. Soalnya narablog membutuhkan media sosial agar beoleh job dari perusahaan atau agensi yang membutuhkan tenaganya untuk memasarkan produk barang maupun jasa sampai acara. Media sosial adalah corong untuk mengenalkan apa yang dipromosikan kepada masyarakat. Lebih bagus lagi jika narablog punya banyak follower di Instagram.

Sekarang ada cara agar beroleh tambahan follower Insragram dengan mudah dan cepat tanpa bayar. Gratis tetapi imbalannya kita harus follow (ikuti) admin berikut ghost yang telah membayar admin agar bisa diikuti banyak orang tanpa harus balas mengikuti. Karena mereka adalah sumber dana operasional admin agar bisa terus melakukan follow loop secara balik modal dari segi tenaga, waktu, dan pikiran. Admin juga butuh balik modal sekaligus keuntungan.

Jangan khawatir, kita hanya harus nengikuti ghost beberapa atau belasan, yang berat adalah jika sampai puluhan per ikut loop. Biasanya loop luar adalah semacam sindikasi yang saling bekerja sama satu sama lain agar bisa menyelenggarakan double loop, triple loop, atau mega train loop. Ada juga loop yang mandiri, tidak mengharuskan pesertanya untuk bergabung dengan admin loop lain, syaratnya juga lebih ringan. Selain itu, ada juga loop abal-abal.

Sudah beberapa hari ini saya ikut beberapa loop untuk mencari tahu benarkah pengikut akan bertambah banyak setelah ikutan atau malah yang diikuti kian dobel karena mereka tak balik mengikuti atau batal mengikuti lagi alias unfollow. Ya, gitulah. Risiko mengikuti suatu aturan permainan akan alami hal yang tidak menyenangkan jika permainannya tidak diikuti peserta secara jujur dan berimbang.

Dan sisi suram dari Instagram pun harus saya alami kala ikut beragam loop dari lluar negeri. Apakah itu? Selain hal di atas, ada admin yang tegas menetapkan aturan bagi peserta untuk bebas unfollow yang tidak posted. Hem, saya kena hal demikian karena ikut loop tonight.

Perbedaan zona waktu membuat saya kena imbasnya. Saya masuk grup obrolan anggota loop tepat jam 1 malam lebih saat sudah bobo. Yah, beda waktu antara London dan Garut jelas makan berjam-jam, di sana belum larut benar di tempat saya sudah lewat tengah malam.

Saya sudah menunggu sebelumnya tetapi tetap tidak ada kabar jadi lebih memilih tidur karena mengantuk dan lelah. Sempat terjaga dini hari dan periksa ponsel tetapi tidak ada notifikasi apa pun jadi saya lanjut tidur.

Ketika bangun, sempat heran karena tetap tidak ada notifikasi apa pun, bahkan tidak bisa buka Facebook. Lalu ingat, bukankah masa aktif paket data akan habis. Yah, cuma sampai 11 Juli dan saat 12 Juli harus diisi lag dengan paket PUAS 20 ribu untuk dua pekan (14 hari).

Jadi begitulah jelang pukul 8 pagi saya bisa beli pulsa dan mengaktifkan ponsel layar sentuh dengan hotspot dari ponsel tombol luar zadul berrpulsa 20 ribu untuk paket PUAS. Ada banyak notifikasi beruntun masuk ponsel. Rupanya dari akun follow loop tonight.

Tahukah kamu, apa yang terjadi? Nama saya masuk UNFOLLOWING LIST. Artinya daftar tidak diikuti lagi. Admin yang bagikan itu di grup, dan para peserta bebas untuk unfollow saya ramai-ramai, seperti persekusi sajalah, tidak peduli saya telah follow mereka. Rasanya bagaimana? Tentu saja nyesek. Saya tidak mendapat kesempatan padahal sudah menjelaskan sampai bingung sendiri. Saya sudah minta maaf di grup tetapi tidak ditanggapi. Saya sudah DM adminnya tetap tiada jawaban. Padahal saya sudah minta maaf, postiing meski telat, lalu follow following adminnya. Streng banget, ya?

Sejak itu saya kapok ikut follow loop admin streng. Dia memang punya alasan untuk menegakkan aturan, tetap saja setidaknya balas, dong, permintaan maaf saya jangan didiamkan gitu sampai saya bingung harus ngapain. Sedangkan di akun lain yang juga telat pada saat bersamaan, saya tetap beroleh kesempatan. Tentunya setelah saya lakukan langkah serupa untuk posting, follow yang jadi following akun admin, dan minta maaf karena telat. 

BACA JUGA: Blogwalking (Jelajah) Blog Bukan Beban
       .

indonesia saling follow
Akun Indonesia Saling Follow


Ada Berapa Banyak Follow Loop di Dunia?

Saya tidak tahu berapa banyak persisnya, ada yang terdeteksi karena teman bagikan posting-an mengenai follow loop, ada juga yang bagian dari akunnya hubungi saya via DM atau komen di posting-an, ajak gabung di acara, lebih sering di-mention teman yang ikut follow loop.

Sudah beberapa kali akun saya disebut hingga masuk notifikasi. Sebenarnya tidak mengerti, itu apaan karena tidak nyimak dan pakai bahasa Inggris Penuh instruksi dan saya tidak tahu apa gunanya. Kirain semacam giveaway, ha ha.

Pada akhirnya saya coba baca baik-baik dan pelajari artinya, Tidak terlalu paham juga, sih. Jangankan instruksi dalam bahasa Inggris, instruksi dalam bahasa sendiri juga kerap tidak dipahami dan harus dibaca berulang-ulang agar bisa paham, tetapi lebih sering tidak pahamnya jika tidak dipraktikkan.   

Tahukah kamu apa yang terjadi  setelah saya ikut acaranya untuk pertama kali?

Saya daftar sesuai petunjuk, tetapi ternyata tidak tahu mana yang harus diikuti. Jadinya saya malah ikuti pengikut akun admin utama bukan yang diikuti oleh adminnya.

Apa pasal? Saya gaptek dan bingung membedakan antara pengikut dengan yang diikuti. Admin bilang following sedang akun saya yang berbahasa Indonesia cuma ada opsi pengikut dan diikuti. Saya tidak sempat buka kamus karena seakan diburu waktu secepatnya untuk segera ikuti, dan sebagai insan yang patuh pada perintah karena polos banget soal follow loop, saya pikir harus mengikuti banyak peserta yang sampai ribuan soalnya admin tidak memberi tahu jumlahnya berapa untuk diikuti.

Begitulah ada banyak kisah salah langkah kala ikut follow loop luar.  Bahkan kepolosan saya berlanjut parah di follow loop lain, bukannya segera posting malah follow duluan plus like pada akun yang saya ikuti gara-gara tidak paham instruksi dalam grup yang berbeda dari akun follow loop pertama dengan akibatr telat posting dan dikeluarkan dari grup.

 Saya tak paham harus segera posting bukan segera follow, ha ha. Juga tidak wajib ngasih like duluan, sayanya saja yang linglung memahami instruksi. Ha ha,  Sudah pasti nasib saya gimana, dong? Yah, gitulah: dikeluarkan dari grup. Ha ha.

Apakah saya kapok? Tidak, saya berupaya lebih baik untuk memahami aturan main. Membacanya dengan hati-hati dan meniru yang lain dalam hal instruksi. Itu juga setelah Siska Dwyta teman sesama narablog yang saya kenal di Blogger Energy sejak tahun 2014 memberi tahu agar daftar lagi kala saya cerita dikeluarkan dari Women Follow Loop.

Kalau mau tahu lebih banyak mengenai apa itu follow loop berdasarkan pengalaman yang sering ikutan, silakan baca artikel Mbak Siska Dwyta dan Mbak Reyne Raea. Jam terbang mereka dalam hal ikut acara follow loop lebih panjang.

Jika ingin ikut  follow loop luar, saya sarankan ikut Women Follow Loop karena perbedaan zona waktunya tidak terlalu jauh. Di Australia kala acara dimulai sesuai zona waktu mereka, di Garut pukul 5 sore. Adminnya ada yang orang Indonesia. Mbak Darling Kurniati yang mukim di sana adalah pemilik akun @son_shinesdarling.Sebenarnya saya tidak tahu lebih banyak mengenai Women Follow Loop dan sudah berhenti ikut follow loop lain karena lelah serta lebih suka bikin follow loop sendiri: Indonesia Saling Follow dengan nama akun @indonesia_saling_follow dan @indonesia_saling_follow_double (akun untuk jaga-jaga dari kemungkinan banned Instagram).

Saya akan menulis artikel lain mengenai Indonesia Saling Follow. Setidaknya semoga kehadiran follow loop yang saya dirikan bersama teman-teman bisa membantu banyak pengguna Instagram untuk menjalin silaturahim. Sungguh saya tidak pernah mengira akan bisa mendirikan komunitas nirlaba digital. Apalah artinya saya, cuma orang kampung yang tinggal di lereng gunung serta tidak terlalu mementingkan media sosial, hanya mencintai bahasa Indonesia serta senang melakukan kegiatan blogging.    
Salam,
Admin dan pendiri Indonesia Saling Follow bersama Mbak @idaraihan
#mediasosial #instagramindonesia #followloopindonesia #indonesiasalingfollow  #followloopantimainstream 

46 komentar:

  1. Menarik mengenai ulasan suka dan duka mengikuti follow loop, bahkan sebagai founder-nya juga. Mengingat program ini baru, banyak yang belum memahami aturan yang disepakati, termasuk kemungkinan terkena suspend. Biasanya saya follow 10 saja dulu, ada jeda 15 menit follow lagi, dan seterusnya. Tidak hanya follow, tapi juga nge-like & gonta-ganti hastag harus diperhatikan agar tidak terkena banned. Terima kasih infonya bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jika luar negeri saja bisa bikin follow loop sedunia, mengapa Indonesia tidak Padahal kelola follow loop itu tidak mudah akan ada banyak suka dukanya. Tapi lebih baik demikian karena kita bisa mandiri serta nerapin aturan yang bisa dipahami bangsa sendiri meski mereka kerap abai aturannya, ha ha.
      Terima kasih sudah jadi peserta Indonesia Saling Follow. Memang kami tahu soal suspend tapi tetap tak terhindarkan, karena itulah lebih baik jika kami bikin konsep santai agar peserta pun tidak main seruduk dalam banyak hal.

      Hapus
  2. widih sekarang di instagram follow atau unfollow udah kayak prioritas ya, gw pribadi sih akan follow orang itu kalo memang gw pengen follow, kalo gak ya enggak, buat gw instragam adalah personal, mungkin beda kalo tujuanya untuk bisnis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi saya media sosial adalah penunjang mobilitas kerja jadinya penting untuk punya. Saya tidak ada waktu untuk kepoin hal yang bersifat senang-senang, selalu ada tujuan dalam interaksi Instagram dengan teman-teman, memberikan like atau komen sebagai bagian dari etika pergaulan, sama seperti blogwalkking. Di Instagram pun bisa membangun personal branding.

      Hapus
  3. Awalnya saya nggak paham apa sih follow loop it? Tapi setelau sering muncul di IG saya jadi tahu. Tapi ya tetep aja belum coba. Tadi sih udah coba ikuti follow loopnya mbak rohyati di IG😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seera follow loop akan menjadi tren yang berkesinambungn asal dikelola dengan baik karena sekaku saja akan ada pengguna Isntagram yang butuh follower tetapi tifak tahu caranya. Semoga kehadiran Indonesia Saling Follow bisa membantu.
      Terima kasih sudah berpartisipasi. Jangan segan bertanya di grup atau japri admin jika alami kesulitan. Kami bertujuh insya Allah siap membantu.

      Hapus
  4. Yeaayyy, semoga makin banyak yg join follow loop ini ya Mbaaa
    Super hepi kalo follower makin bertambah signifikan
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Senang jika peserta pun tertib dan tidak main unfollow setelah selesai ikut sesi acara.

      Hapus
  5. Saya ikutan ISF dan Alhamdulillah follower meningkat meskipun tidak sangat drastis. Thx y mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, meski tidak banyak setidaknya bermanfaat, lebih bagus lagi jika mereka komitmen dan amanah. Senang bisa membantu.

      Hapus
  6. Selain follow2 gini, cara cepat dapat followers ya sharing2 menarik di igs. Lumayan nambah viewers dan pengikut. Tapi ya harus mikir konten sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, berat mikir konten mana yang baik dan menarik agar pengikut bertambah. Coba tambah follower juga dengan ikut follow loop agar semangat dan selalu ada ide.

      Hapus
  7. Saya termasuk yg telat tahu tentang loop instagram ini.
    Ikut folow 2 loop yg didirikan mba Rohyati juga, tapi belum pernah ikutan sign in, karena ga dong diawal aturan mainnya, sy main follow dan like, e ada yg ga di follow balik, atau difollow trus di unfollow :D .
    Medsos buat bersenang2, lihat foto2 keren dan ngepoin sosok public figur macam C.Ronaldo kalau lagi iseng :D .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal di Indonesia Saling Follow ada kontrol untuk memudahkan peserta agar hanya orang komit yang serius bisa kumpul bareng serta saling dukung dengan saling follow.

      Hapus
  8. Suka duka bermedia sosial itu macam macam ya. Hehehe
    Jaman sekarang juga kasih job pake ada syarat folower. Haduh pening mamak...

    Btw sejak ke Kerinci tengah Agustus kemarin saya juga blm sempat ikutan lagi loop nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, macam-macam sampai bosan karena bikin kesal dan baperan, ha ha.
      Sekarang berat bagi kita dalam hal kerjaan karena harus penuhi sekian syarat macam-macam. Saya juga dulu kala ikut daftar agar bisa ikut campaign malah gak lolos meski DA blog bagus karena jumlah pengikut di Instagram cuma 1 ribuan, Facebook juga gak naik dari 1 ribuan da sayanya selektif pilih teman, Twitter malah gak keurus. Makanya penting banget kita bisa urus media sosial meski pada kenyataannya saya cuma sanggup di blog saja karena Facebook sesekali dibuka, Instageam lebih sering buka akun admin daripada pribadi.
      Terima kasih sudah ikut ISF, daftar lagi jika sempat, ya. Pintu rumah komunitas itu selalu terbuka bagi siapa saja yang komit dan solid.

      Hapus
  9. Beberapa kali baca artikel tentang follow loop ini jadi makin penasaran dan pengen coba nih. Jadi tahap pertama aku mesti daftar dulu ya, Mbak. Ini aku masih bingung juga aturan mainnya gimana euy. Pengen juga follower nambah tapi maunya yang aktif juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut Imdonesia Saling Follow dulu untuk belajar tahapannya. Di feed kami banyak penjelasan sekaligus aturan untuk membantu. Sayangnya orang cuma like doang tanpa baca baik-baik dan bikin bingung harus diapakan jika mereka malah salah paham aturan sebagai peserta.
      Di Indonesia Saling Follow akun yang daftar kebanyakan aktif. Setidaknya mereka aktif beberapa kali dalam sebulan, ada juga yang lebih dari sebulan baru aktif, hi hi. Mungkin berkaitan dengan kuota cepat habis jika dipakai main Instagram.
      Saya juga kalau pakai ponsel layar sentuh dengan paket data Smartfren 10 giga voucher seharga 30 ribu untuk 1 bulan, berupa 5 giga untuk siang, 5 giga untuk malam, lebih cepat habis terkuras karena Instagram daripada blogwalking maupun isi blog.
      Makanya lebih sering pakai ponsel Smartfren zadul yang jadi hotspot portabel untuk ponsel satunya dan netbook ini.

      Hapus
  10. hahaha, saya pernah di tegur juga karena telat posting, tapi saya tetep posting meski sudah diunfollow.
    Mungkin karena melihat niat baik saya, oleh adminnya saya di follow ulang hahaha.

    Saya bahkan pernah di blokir ama kalau nggak salah @motherhoodbliss, mungkin saya nggak follow semua ghost-nya.

    Duuhh, kalau udah di atas 7500 follower, perjuangan semakin berat mba, karena batas list following kita udah habis, sementara kalau mau follower kita naik dengan aman, atau nggak di blokir page admin, ya kudu follow ghost, admin dan folbek lainnya.

    Alhasil saya bolak balik bersihkan follower, saya pilah satu2 buat di unfol, terpaksa akun yang udah setahun nggak aktif ya saya unfol demi memberi ruang bagi following baru :D

    Follow loop memang penuh warna, tapi manfaat banget sih buat saya :)

    BalasHapus
  11. Sebel sama yg suka unfollow tuh..curang dia pengen difollow aja ga mau unfolow hahaha.... Aku loop2 an pernah ikut ga tamat tapi..ribet jg ternyata..hehe

    BalasHapus
  12. Saya termasuk yang telat ikutan follow loop mbak, tapi kerasa juga sih setelah ikut 5 bulan, follower saya naik signifikan 2x, tapi mentok setelah following saya 7500 ga bisa nambah lagi karena ada bbrp teman yang harus dibuang. Aduh aku bingung banget kalau kasusku gini, solusinya gimana ya mbak?

    BalasHapus
  13. Aku bellum pernah ikutan mbak, baru mengamati aja cara kerjanya. Aku malas ngecek siapa yang gak follow atau yang unfollow juga sebenernya

    BalasHapus
  14. Memang ya segala sesuatu itu tidak ada yang instan ya.. termasuk nambah follower.. butuh kitanya yang aktif alias usaha.. percaya banget aku sama usaha itu tidak akan menghianati hasil.. semangat

    BalasHapus
  15. Sampai sekarang aku masih pake cara klasik follow unfollow kak, hehehe belum begitu paham cara ikutan follow loop ini

    BalasHapus
  16. wah aku baru tahu ada sistem unfollowing list nya ya ternyata. Jadi ada semacam punishment juga ternyata di grup seperti ini

    BalasHapus
  17. aku juga paling sebel dengan kelakuan para seleb instagram atau biuti blogger sih biasanya yang suka begitu. Awalnya minta di follow lalu tiba2 mereka unfol kita. Sebel banget. jadi aku rajin ngelakuin bebersihan akun mereka yang unfol aku. tapi sampai sekarang masih pake cara klasik buat nyari followers

    BalasHapus
  18. Aku juga ikutan dan really reap the benefits of this wonderful mechanism. Salut untuk miminnya yang sabaaar banget

    BalasHapus
  19. Waahh aq salut sama Mba Rohyati yg udah jadi admin Indonesia Saling Follow, sya sempat ikutan Mba. Tapi krena kebanyakan yg hrus dikerjain, sy keteteran utk ngikutin grup. Mohon maaf sebelumnya ya Mba. Sukses utk nambah followernya terus Mba :)

    BalasHapus
  20. I feel you. Semangat mbak, membangun ISF memang bukan hal yang mudah apalagi dengan tujuan yang semata-mata bukan hanya mencari followers tapi juga menjalin silaturahmi. Ditunggu artikelnya tentang ISF 😊

    BalasHapus
  21. Aku termasuk pengguna instagram yang santai mba. Instagram enggak kugunakan semata-mata untuk kerjaan aja. Lebih banyak untuk seneng-senengnya sih. Sampai saat ini belum ikutan loop manapun, masih santai-santai aja hehehe...

    Mba Rohyati keren loh bisa memprakarsai gerakan saling mengikuti ini. Semoga banyak yang terbantu ya mba dengan aktivitas ini.

    BalasHapus
  22. Alhamdullilah ya mba jadi saling membantu sekali loh. Blogger pun jadi punya temen organik, tidak terjerumus dalam limbah beli followers yang konon bisa hilang sendiri. Admin following pun bisa dapat followrrs banyak tanpa harus folback karena kerja admin cukup butuh waktu. Waktu untuk design logo, buat konten, ceck peserta yang nakal atau tidak dll

    BalasHapus
  23. Aku juga paling sebal dengan akun yang minta follow tapi setelah diikuti lalu mereka unfollow. Lah emang mereka siapa? Selebgram? Mungkin cita-citanya selebgram wannabe. Biar kesannya banyak yang follow. Aku juga sering ikut follow loop. Punya banyak pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan. Enggak enaknya follow loop luar itu ada ghost house-nya dan kadang jumlahnya bisa puluhan. Nyebelin banget. Udah gitu, enggak enaknya follow loop luar itu, interaksinya enggak maksimal. Kecuali ada same interest misalnya traveling. Tapi ada juga follow loop dalam negeri, yang pas udah ikutan, aku terima banyak DM dimintain jadi sponsor giveaway. Doeeeng. Interaksi di wall aja enggak, boro-boro lalu nodong minta jadi sponsor. Sebal. ahahahha. Syukurlah ada Indonesia Saling Follow. Ini follow loop paling ramah dan menyenangkan sejauh ini. Keep up the good work.

    BalasHapus
  24. Makasih, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari bmembaca tulisan ini.. utnuk orang seperti saya yang tadinya mau bermain main di medsos, cukup bmenambah wawasan.. mungkin nati kalau sudah bisa aktif lagi saya bisa mencoba berbagai infonya... sekali lagi terima kasih

    BalasHapus
  25. Semangat mba, maafkan daku ya admin yg gak bisa fokus antara kerjaan dan sambilan wkwk

    BalasHapus
  26. Oalaaaaaah, ini to maksudnya 'loop' itu. Semalam ada salah satu akun teman yang aku ikuti di Instagram post tentang 'loop' tapi aku gak tau apa maksudnya. Hehehe. Aku orangnya kudet banget ternyata. 😂

    Sempet kepo gimana sih caranya punya follower banyak di Instagram. Terimakasih ya, mbak, sudah share jawaban atas kegamanganku. Jadi pengen ikutan Indonesia Saling Follow deh. Hehehe.

    BalasHapus
  27. waduh sudah lupa ternyata saya juga punya instagram semoga saya juga bisa punya follower

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari diaktifkan lagi akun Instagram agar bisa menunjang blog

      Hapus
  28. Impresif, cukup menarik follow loop ini. Sebuah mekanisme yang sederhana dan adil untuk menambah follower. Yang menjadikan saya penasaran apakah dengan sistem tersebut interaksi post instagram juga meningkat? Seperti like dan komen atau cenderung konstan. Dikarenakan ketertarikan terhadap suatu akun yang diikuti secara "wajib" mungkin juga akan mengurangi minat seseorang untuk like / komen.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya berupaya mengubah sistem follow loop yang ada dengan cara beda. Diadakan sepekan sekali untuk saling follow, lalu Senin malam setelah acara saling follow selesai, pendaftaran saling like dan komen dibuka, khusus untuk peserta yang tidak kena penalti.
      Itu bisa membuka ruang agar peserta bisa berinteraksi dengan ikut saling like atau komen atau keduanya jika sanggup. Mereka diajak untuk saling kenal meski punya konten yang berbeda di feed masing-masing.
      Kami cuma mempertemukan saja. Sisanya terserah peserta.

      Hapus
  29. Aku masih nggak ngerti tentang loop sih mbak. Pengennya idealis aja growing followers secara organik tapi kok lah ya mentok segitu-segitu aja followersnya, hahahaha. Soalnya jaman skrg cari job kalo belom 10k susyeh banget hiksss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Teh. Zaman sekarang perusahaan cenderung melirik yang punya pengikut banyak seperti 10 ribu demi meluaskan jangkauan yang melihat promosi.
      Yang berat adalah upaya agar engagement rate kita bagus. Saya kisaran nol koma sekian. Jarang isi feed k

      Hapus
  30. Yuni belum pernah sih ikutan follow loop. Tapi kalau sekedar like postingan teman-teman yang ikutan follow loop sih sudah sering. Setiap buka IG ada saja yang posting mengenai follow loop ini.

    Anyway, terima kasih infonya ya kak.

    BalasHapus
  31. Memang harus perhatikan aturan main dulu ya, mba. Sebelum ikutan follow loop. Kalau saya, sedang hiatus mainan loop. Karena, semakin besar follower malah semakin kecil engagement rate saya. Jadi, ngubernya rada kesulitan. Nanti saya ikutan follow loop mbaknya. Biar punya follower asal indonesia

    BalasHapus
  32. Saya belum pernah coba ikut follow loop, tertarik sih untuk ikutan sebetulnya krn cukup ngos2an menambah follower. tapi urung krn kebanyakan follow loop dr luar negeri, jd agak khawatir sama engangement-nya. Sempat memantau indonesia saling follow juga sebetulnya, senang akhirnya ada yang lokal, next time insya Allah ikutan :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Sebentang Jalan Kehidupan Perdesaan

KETIKA kecil, jalan desa yang kukenal selalu tiada perubahan signifikan. Seingatku kenangan akan jalan desa yang pertama kali kutapa...