Jumat, 06 September 2019

Cara Belajar yang Efektif untuk Anak Usia Dini


anak usia dini

Cara Belajar yang Efektif untuk Anak Usia Dini


Anak usia dini adalah mereka yang belum secara resmi mengikuti pendidikan di lembaga formal seperti Sekolah Dasar (SD) dan seterusnya. Biasanya anak usia dini masih mengenyam pendidikan non formal atau semi formal seperti dalam Playgroup, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), hingga TK (Taman Kanak-kanak). Bahkan pendidikan paling pertama yang bisa anak dapat adalah dari orang tuanya sendiri, baik Ibu atau Ayah. Agar para orang tua maupun guru tidak bingung lagi, berikut cara belajar yang cukup efektif diterapkan pada anak usia dini, agar lebih lancar dalam sistem belajar mengajar.


Kenali Gaya Belajarnya

Belajar ini bisa meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, baik secara rohani maupun jasmani agar nantinya lebih siap lagi untuk menerima pembelajaran di jenjang selanjutnya. Biasanya usia dini anak disebut sebagai golden age, karena segala jenis rangsangan atau pembelajaran dapat lebih mudah dicerna dan dipahami.

Namun sebelumnya, kamu perlu mengenali terlebih dulu gaya belajar anak usia dini. Kamu bisa melihat seperti apa gaya yang dominan mereka timbulkan, karena setiap anak pasti memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain. Pengamatan sederhana ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, misalnya ketika orang tua menceritakan sebuah dongeng, apakah anak tertarik pada isi cerita atau gambar dan sebagainya.

Jadi dari berbagai tindakan tersebut, orang tua sedikitnya bisa mengetahui apakah sang anak memiliki ketertarikan lebih jika belajar dengan metode visual atau melihat, melalui metode audio atau mendengar, bahkan metode gesture atau dengan bantuan gerakan tubuh. Semua tipe ini sangat penting untuk diketahui, agar selanjutnya para orang tua dapat mengerti apa yang mereka inginkan.


Menyenangkan

gaya belajar
Belajar dengan alat peraga

Selanjutnya cara belajar yang efektif untuk diberikan pada anak usia dini yaitu pembelajaran yang dikemas dengan menyenangkan dan tidak membosankan. Bisa kita lihat, kini rata-rata setiap pendidikan pra sekolah pasti menerapkan sistem belajar seperti ini.

Contohnya para guru akan memberikan materi yang unik, seperti nyanyian atau lagu anak yang mengandung unsur mendidik, pemberian materi yang dipertegas dengan gesture, menggunakan alat bantu atau peraga seperti gambar, dan masih banyak lagi cara lainnya.

Ciptakan Rasa Aman

Membimbing anak belajar

Salah satu cara yang dapat memudahkan proses belajar anak usia dini yaitu adanya rasa aman bagi mereka. Rasa ini akan bersangkutan pula dengan psikologis anak nantinya. Oleh karena itu, anak-anak akan lebih menyukai sistem belajar yang menyenangkan, serta ringan.

Ringan yang dimaksud tentunya tidak berat bagi anak. Janganlah dalam usia itu mereka dijejali materi belajar yang membebani karena tidak sesuai dengan faktor usianya. Ada hal tertentu yang harus dipahami orang dewasa tentang dunia anak sejatinya bagaimana.  


Belajar Bersosialisasi

Sistem belajar yang efektif ini juga sangat perlu diterapkan. Belajar bersosialisasi mempunyai andil yang cukup besar bagi perkembangan anak selanjutnya. Anak bisa semakin bersosialisasi, ramah terhadap sesama, dan aktif. Bahkan sosialisasi yang dibentuk sejak dini merupakan keharusan, dan sangat penting bagi kehidupan anak kelak dalam bermasyarakat.


Para guru bisa menerapkan sistem belajar pada anak usia dini ini dengan membentuk kelompok belajar bagi mereka. Jadi, anak secara tidak langsung belajar bersosialisasi melalui pemecahan suatu masalah, atau tugas yang diberikan oleh gurunya secara bersama dengan teman sebayanya.

Tampil percaya diri berkat latihan


Itulah beberapa hal singkat yang bisa kami ulas mengenai cara atau sistem pendidikan yang efektif untuk diterapkan pada anak usia dini. Dengan mengetahui hal ini, tentunya baik orang tua atau para guru bisa lebih mudah memberikan bahan ajarnya kepada anak. Sehingga anak mampu belajar dengan menyerap materi yang sesuai dengan usianya. 
Biarkan dunia anak yang ceria mewarnai hidup kita. Karena kebahagiaan mereka sejatinya adalah kebahagiaan kita sebagai pengantar mereka menuju fase demi fase kehidupan.
Salam.
@rohyatisofjan

Foto koleksi pribadi 
#parenting


32 komentar:

  1. Saya ngikutin tulisan mb Rohyati karena pas lagi pny baby nih. Cmn si baby gak betah lama2 pada satu mainan. cepat beralih pada hal lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he, bayi mah mudah bosan pada benda mati jadi maunya hal baru, gitu terus sampai dia punya minat baru untuk disukainya seiring bertambahnya umur.
      Nikmati saja masa itu.

      Hapus
  2. Tantangan bagi saya seorang ibu adalah karena saya sejujurnya kurang sabar kalau disuruh jadi guru.

    Kasian juga anak-anak saya punya mamak kayak saya hahaha.Udahlah kurang sabar, plus kurang kreatif pula.

    Sering banget saya mencatat ide-ide kreatif buat main bareng anak, tapi selalu nggak jadi dipraktekin, udah keburu malas.

    Padahal mengajari anak di usia dini itu penting banget ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga merasa kurang kala Palung masih kecil tidak diajak lakukan kegiatan yang semestinya dia peroleh sebagai bagian untuk menumbuhkembangkan kemampuan kognitifnya.
      Secara motorik dia lumayan tapi kurang kreatif. Mari kita berjuang agar anak-anak kita jadi insan yang dinamis sekaligus berani menemukan potensi diri dengan mencoba hal baru.

      Hapus
    2. huhuhu sama mba, si kakak juga gitu.
      Dia pinter, mudah mengerti suatu penjelasan, mudah nangkap.
      tapi kurang kreatif atau mungkin males kali ya.

      Dikit-dikit nanya, nggak mau coba dulu.
      Mamaknya juga memang kadang terjebak di masa kecil, merasa dulu masa kecil semua usaha sendiri, kadang gregetan liat anak apa2 gak mau kreatif huhuhu

      Hapus
  3. Wah saya terinspirasi nih mau coba cara yg mba sarankan, ide papan tulisnya boleh juga :)

    BalasHapus
  4. Horeee si kecil sdh berani tampil dan percaya diri ya mbk. Ini udh kece bgd nih alhmdulillah. Btw suka bgd dg kalimat penutupmu mbk "kebahagiaan mereka sejatinya adalah kebahagiaan kita sebagai pengantar mereka menuju fase demi fase kehidupan".

    BalasHapus
  5. Di usia ini adalah masa2 golden age bagi anak2 yah mba, sebagai ibu pntg banget memerhatikan cara mendidik di usia ini, sebagai calon ibu aq noted tips2nya ��

    BalasHapus
  6. Belajar memang musti fun dan anak - anak musti diajak ngobrol enaknya gimana yaaa mba

    BalasHapus
  7. Setuju banget, anak2 harus bisa merasa nyaman dulu baru bisa belajar dengan baik Terima kasih untuk tips nya mbak :)

    BalasHapus
  8. Harus telaten ya mba utk tau tipe belajar anak seperti apa supaya apa yg dipelajari bisa mereka tangkap dg efektif. Bab sosialisasi sedang jadi pe er ku banget nih.

    BalasHapus
  9. Salah satu cara yang efektif memang dengan mengenali gaya belajar. Bahkan sesama sodara kandung pun bisa berbeda-beda

    BalasHapus
  10. Gaya belajar anak ini besar banget pengaruhnya ya, mba. Saya berasa banget, jika sesuai, anak cepat nangkap dan tinggal lama diingatannya. Tapi apabila kurang sesuai, mau diulang berkali-kali agak susah mereka pahami.

    BalasHapus
  11. Si kecil di keluarga kami baru saja mulai masuk PAUD nih. Jadi pengen mengamati juga gaya belajarnya agar dapat membersamainya belajar sesuai dengan type nya
    TFS mba..

    BalasHapus
  12. Setuju kak, dunia anak ya bermain jadi jangan paksa buat belajar ya, kalo emang mau ajak belajar ya kudu nyesuain ama dunia mereka

    BalasHapus
  13. Aku setuju banget, anak tidak hanya perlu diajarkan mengenai baca tulis saja tetapi juga sosialiasi.... makasih tups cara belajae efektif untuk anak

    BalasHapus
  14. Bener mba, mengajar anak harus penuh kesabaran agar anak makin cinta pada apa yang dipelajarinya. Dan saya setuju bahwa anak harus dilatih bersosialisasi agar kelak bisa menjalin hubungan lebih luas dengan berbagai teman.

    BalasHapus
  15. Dewi setuju banget, sedari dini anak perlu banyaj belajar khususnya dari lingkungan keluarga��

    BalasHapus
  16. Perkembangan setiap anak berbeda ya apalagi watak dan perilakunya. Pemahaman orang tua atau guru terhadap anak memang perlu supaya bisa mengenal metode belajar seperti apa yang baik diterapkan kepada anak.

    BalasHapus
  17. kebahagiaan mereka sejatinya adalah kebahagiaan kita sebagai pengantar mereka menuju fase demi fase kehidupan.

    Aku setuju banget mbak dg kalimat inih... Kita sbg orang tua gak oleh egois ya.. Karena anak adalah amanah, bukan milik kita sepenuhnya.

    BalasHapus
  18. Anak-anak ku beda karakter kalau belajar, yang satu lebih fokus kalau denger musik dan yang satu harus tenang hehe. Tapi tetap ya kenyamanan juga yang bikin mereka fokus.

    BalasHapus
  19. Iya setuju nih..hrs menyenangkan hrs tau gaya belajarnya supaya anak2 kita jd pembelajar yg baik dlm hidupnya .��

    BalasHapus
  20. mengajar anak usia balita memang butuh kreativitas dan kesabaran yaa, Mba, karena anak di usia segitu mood-nya suka gak tentu :)

    BalasHapus
  21. Dampingi anak belajar memang gampang-gampang susah. Gampangnya gak perlu mikir yang kejauhan, mereka justru efektif dengan cara yang sederhana. Seperti sambil bermain. Tapi susahnya, kita kadang banyak urusan. Huhuhu... aku masih harus banyak belajar deh buat bisa dampingin anak-anak belajar

    BalasHapus
  22. Nah tentang pembelajaran yang dikemas dengan menyenangkan dan tidak bikin bosen anak niy, aku banget. Ya karena aku gak mau kalo anak jadi bosen dan trus malas gitu belajarnya

    BalasHapus
  23. Mengenali cara belajar anak dan itu yang terpenting mbak, tidak semua cara belajar anak sama. Dan setiap anak membutuhkan perhatian yang lebih dari orang tua ya mbak.

    BalasHapus
  24. MasyaAllah adek udah berani pegang mic. Bundanya keren banget ini dalam mendidiknya. Hehehe ... semangat selalu ya Mba. AKu jadi belajar banyak nih.

    BalasHapus
  25. Fase kehidupan yang paling bahagia dalam hidup yaa...anak-anak ini yaa..
    Gak kepikiran apa-apa selain bermain, bermain dan bermain.

    Sungguh jangan kau renggut masa kecil anak-anakmu karena kelak akan kau temukan anak-anak dalam tubuh orang dewasa.

    BalasHapus
  26. Setuju banget mengenai pentingnya mengenali gaya belajar anak. Dulu waktu Audi kecil, aku menerapkan cara belajar seperti kebanyakan anak, duduk di meja belajar, baca bukunya. Ternyata anakku susah kalau belajar dengan membaca. Dia lebih cepat menangkap dengan mendengar suara atau melihat (audio visual). Sejak diubah gaya belajarnya, dia lebih mudah menangkap pelajaran.

    BalasHapus
  27. Menarik sekali, pelan pelan saya juga menemukan beberapa poin yang sama dari tulisan ini dan mencoba mempraktekkannya. tapi jelas, praktek dan istiqomah itu jauh lebih sulit dari membacanya.. semoga kita tetap semangat ya...

    BalasHapus
  28. betul sekali mba, minggu lalu aku pun hadir di acara talkshow parenting gitu, dan benar kata psikolog kalau anak-anak boleh sekolah dini asal sesuai dengan usia dan kebutuhan anak tersebut. jangan yang dipaksa duduk lalu menghapal melulu. tapi dibuat senyaman dan semenyenagkan. :)

    BalasHapus
  29. Betul mbak, baru baru ini, saya dapat informasi, kenapa anak anak SD kelas 1-3 masih kurang mandiri, dan masih suka bermain karena masih emas mereka dirampas untuk belajar. Jadilah mereka melampiaskannya saat sudah sekolah dasar.

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Nama komentator tidak langsung mengarah ke URL pos blog agar tidak menambah beban jumlah link pemilik blog ini. Jangan sertakan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. @rohyatisofjan

Sebentang Jalan Kehidupan Perdesaan

KETIKA kecil, jalan desa yang kukenal selalu tiada perubahan signifikan. Seingatku kenangan akan jalan desa yang pertama kali kutapa...