Jumat, 24 Mei 2019

Cara Masak Soto Ayam yang Gagal



 

Cara Masak Soto Ayam yang Gagal-Judulnya lucu, ya? Iyalah, saya gagal bikin soto ayam untuk kedua kalinya karena kebayakan air dan bumbu kurang pas. Padahal demi ikut ajang blogging challenge Ramadhan yang diadakan Blogger Perempuan Network (BPN), saya sampai rela beli bahan untuk bikin sotonya di Pasar Blubur Limbangan. Sayangnya di Yomart saya malah lupa memasukkan bumbu soto siap pakai ke keranjang belanjaan. Sempat diskusi dulu dengan Palung soal bumbu-bumbu yang ada di sana sambil memilih bumbu lain, dan bumbu soto pilihan malah luput kami ambil. Jadi terpaksa pakai bumbu giling dari pasar yang untuk kerang. Cuma rasanya malah jadi tak karuan. Apa sebab?


Itu bumbu khusus untuk kerang, jadi komposisi bahan bumbunya jelas beda untuk bikin soto, mana gara-gara saya tambahkan air lagi karena lobaknya dirasa banyak, citarasa jadi kurang enak. Rasa kaldu ayam dari potongan daging ayam yang sedikit, seakan terbang menguap.

Yah, apa boleh buat, dari tiga kali bikin soto ayam, sudah dua kali saya gagal. Kali pertama kala belum menikah, saya coba resep, gagal gara-gara terlalu banyak air jadi rasa daging ayam dalam kuah soto tak terasa nendang. Sejak itu saya tak minat bikin soto lagi. Patah arang setelah sekali gagal, ha ha.

Kali kedua bikin soto kala Palung masih TK, iseng saja meracik bumbu yang banyak. Bawang merah, bawang putih, merica, kemiri, kunyit, jahe, dan garam diulek halus. Tambahkan serai yang sudah digeprek dan daun salam. Tumis bumbu halus, tambahkan daun salam dan serai, aduk sampai harum, tambahkan air secukupnya, lalu masukkan ceker ayam yang telah direbus sebentar agar bersih dari penyebab flu burung. Masak sampai mendidih. Masukkan santan, aduk-aduk agar santannya merata. Tutup panci/wajan tempat memasak soto. Masak sampai ceker ayam dirasa matang dan lunak. setelah diaduk-aduk lagi agar santan tak pecah serta air agak surut tetapi kuahnya tak terlalu surut.

Saya rasa kebanyakan perempuan atau lelaki yang piawai dengan urusan dapur, lebih paham cara memasak soto itu bagaimana. Pun takaran bumbunya. Jadi ilustrasi di atas tentang cara masak soto ceker ayam kuah kuning itu barangkali tak istimewa. Syukurnya, belajar dari kegagalan yang dulu, rasa sotonya mantap.

Alhamdulillah, suami suka. Sayang Palung tetap tak suka pada yang namanya soto. Jadinya, kalau anak tak suka maka saya terpaksa tak bikin lagi. Bukan apa-apa, saya masak ‘kan demi anak. Kalau Palung tak mau makan, saya merasa sayang pada takaran bumbunya yang banyak. Mamah-mamah pengiritan, ha ha.

Itulah sebabnya saya jarang masak masakan yang mengharuskan bumbu banyak. Masak standarlah. Makanya keahlian saya di dapur termasuk minim jika masaknya yang itu-itu saja: goreng, tumis, dan sayur. Saya harus hemat bumbu dan minyak. Jadi, daripada bikin sayur lodeh yang pakai bumbu inti banyak plus santan, saya lebih memilih sayur asam saja, bumbu lebih sedikit dan tak perlu pakai santan.

Ginilah kalau anggota keluarga cuma tiga orang. Anak pity eat alias pilih-pilih makanan. bapak makan apa saja lahap dan doyan, mamah harus pantang makanan tertentu tetapi malas ikut aturan dan kerap melanggar. Jadinya, masak pun sesuai selera anak, dan menu lain sesuai selera mamah dan bapak; kayak asin, pais peujit hayam (pepes usus ayam) dari warung Bi Ai yang dekat rumah).

Pais peujit ‘kan jenis makanan dengan kandungan purin tinggi, itu harus dihindari agar kadar asam urat dan kolesterol tak melonjak. Cuma beberapa kali dalam sepekan saya beli pais, agar tak terlalu banyak masak atau untuk acara tertentu. Enak, sih. Beli gitu bisa menghemat waktu masak dan gas.


Eh, saya ‘kan sedang nulis perihal soto dan resepnya, malah melantur bahas makanan lain. Bikin lapar saja, ha ha. Padahal belum jam 9 pagi. Jam saum masih panjang dan nanti tak tahu akan masak apa.

Tekan tombol page up dulu untuk baca ulang apa yang telah saya tulis.

Tentang Soto

Arti soto menurut KBBI 3, soto adalah makanan yang kuahnya dimasak tersendiri dan rangkaian isinya antara lain: daging kentang, bawang goreng yang dimasukkan kemudian pada waktu akan dihidangkan.

Definisi di atas terlalu sempit untuk mengartikan soto, bisa cari di Wikipedia atau situs lainnya yang membahas arti soto. Yang jelas KBBI hanya mengartikan soto secara istilah umum. Ada banyak resep cara membuat soto dengan beragam bahan dan bumbunya, sesuai daerah asal.

Yang jelas, isian soto tak cuma kentang. Ada ragam sayuran lain berikut bahan tambahannya. Daging bisa apa saja selain ayam. Entah bebek, kambing, atau sapi. Bisa bagian daging saja, jeroan saja, daging dan jeroan, atau lemak daging, bisa juga ceker ayam, atau malah hasil laut. Ya, bebas, dong, sesuai keinginan yang masak mau gimana, ha ha.

Untuk isian dalam kuah soto, selain kentang seperti dalam definisi KBBI, atau lobak seperti cara saya dalam membuat soto yang gagal; ada juga beragam variasi soto sesuai daerah asal. Ya, setiap daerah pun punya menu soto andalan. Betapa kayanya kuliner Indonesia itu, jadi jangan minder kalau nonton drakor yang nampilin masakan Korea. Indonesia lebih kaya, kok. Citarasa bumbu dan bahan dalam olahan resepnya wow tenan! Apalagi jika orangnya jago masak dan pakai hati, dijamin yang mencicipi bakal jatuh hati dan akan makan kenyang, ha ha.

Sambil menulis ini saya cari referesi, saya tak punya buku resep mengenai soto tetapi tak ada salahnya usaha. Ambil apa yang ada saja. Buku ensiklopedia dan tabloid Nova, berikut resep digital yang ada di folder komputer akan saya ubek-ubek dulu, ah. Nulisnya bakal lama dan panjang. Semoga yang baca tak menyesal.

Seperti biasa, saya ingin merangkum pengetahuan. Personal branding alias penjenamaan diri saya adalah narablog serius yang ingin tulisan receh pun bermanfaat bagi pembaca, juga mengingatkan plagiator dan copaser agar insyaf; kerja nulis butuh repot karena berkaitan dengan otak.



Jenis-jenis Soto

1. Soto Sulung
Soto sulung adalah soto yang berkuah santan dan isinya jeroan (KBBI 3). Sebenarnya saya tak paham mengapa diberi nama demikian, setelah intip Google dapat info dari mana-mana bahwa penamaan itu diambil dari tempat mangkal penjual sotonya di Jalan Sulung, Surabaya. Ini soto khas Jawa Timuran yang belum saya coba. (Perut mendadak lapar pengen menyantap soto, ha ha.)

2. Soto Ayam
Penamaannya tanpa embel-embel lain. Langsung saja merujuk pada jenis soto tanpa nama tempat atau daerah. Intip buku Ensiklpedia Makanan Populer di Provinsi Jawa Barat. Judul bukunya panjang, saya singkat jadi EMPdPJB.

Soto ayam merupakan soto dengan bahan utama ayam dan soun. Bumbu dan bahan lain yang dibutuhkan ialah, bawang merah, bawang putih, kunyit, garam, lada, kaldu ayam, mentega, kacang tanah, emping, daun bawang, daun kemangi, dan kol muda. Cara memasaknya silakan baca buku di atas, barangkali masih ada di toko buku. Saya cuma mengutip bahan saja bukan cara masak, ribet ngetik banyak ha ha.

3. Soto Babat
Pertama kali saya makan soto itu ditraktir teman Wida Waridah kala suatu malam kami jumpa di Toko Buku Ultimus, Bandung. Waktu itu saya masih kerja di Bandung dan Wida kuliah di UPI. Saya pesan soto babat karena penasaran dengan bentuknya, Wida pesan soto ayam. Entah mengapa mamang soto seberang jalan malah khilaf. Dia menyajikan dua mangkuk soto babat dan Wida terlambat tahu. Duh, padahal tak doyan tetapi terpaksa disantap daripada mubazir. Saya makan sampai habis, lupa apakah Wida pun demikian. Sudah lama sekali.

Ada yang doyan soto babat?

Soto babat merupakan soto dengan bahan dasar babat, yaitu pembungkus kotoran sapi/kambing. (Waa, saya baru tahu apa arti babat sekarang setelah baca buku EMPdPJB, pantesan Wida tak doyan, ha ha.)

Bahan/bumbu yang diperlukan untuk mengolah soto babat ialah babat, air, bawang merah, garam, seledri, bawang goreng, jeruk limau, merica, dan jahe. Cara membuatnya sama seperti di atas, baca saja buku EMPdPJB, promosi agar buku terbitan Balai Bahasa Bandung karya Nantje H. dkk. itu laris manis da saya memang pengen meng-endorse buku kiriman teman dari kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat. Anggap saja saya penyiar bahasa juga, ya. Menyiarkan istilah bahasa Indonesia yang luar biasa kayanya kepada para pembaca blog ini.. 




Sekadar info, buku itu merupakan hasil riset lapangan para peneliti bahasa di Jawa Barat. Istilah kuliner pun perlu dirangkum dan dikenalkan pada masyarakat luas melalui buku EMPdPJB. Rasanya jarang ada buku ensiklopedia kuliner, entah peneliti lain masing-masing di kantor bahasa setiap provinsi apakah melakukan hal yang serupa cuma kurang publikasi. Kalau ada, silakan kirim ke saya untuk bantu dipromosikan. Serius, nih, ha ha. Soalnya saya juga penasaran pada kuliner khas setiap daerah di provinsi wilayah negara Indoesia ini.

4. Soto Bandung
Merupakan soto yang menjadi makanan khas dari Bandung. Sekarang soto bandung sudah menyebar ke daerah-daerah di luar Bandung. Penampilannya seperti soto biasa. Namun, soto bandung memiliki rasa hangat yang ditimbulkan oleh lobak dan jahe. Bahannya berupa daging yang agak berlemak, kacang kedelai yang telah direbus dan digoreng, serai, lobak, irisan daun bawang, dan seledri. (EMPdPJB)

Hem, inilah jenis soto bening yang saya suka. Bumbu dan bahan berkesan ringan. Aromanya juga lembut dan tak tajam. Cuma perpaduan khas jahe, lobak, dan daging. Palung belum coba, mungkin lain kali saya coba praktik (bukan praktek) bikin soto ini. Dulu saya juga pernah coba soto ini di luar rumah. Sedap.

5. Soto Tasik
Belum coba ini, entah apakah di Blubur Limbangan ada. Bikin penasaran saja karena bahan dasarnya usus dan babat. Lagi-lagi jeroan. Awas asam urat dan kolesrerol, ha ha….

Cuma bubur ayam dan kupat tahu atau ayam goreng tasik saja yang ekspansi ke sini. Barangkali orang sini lebih ngefans pada baso dan mie ayam.

Masih menurut EMPdPJB, soto tasik merupakan soto yang berasal dari daerah Tasik. Bahan dan bumbu yang dibutuhkan ialah usus dan babat, lobak, jahe, daun salam, rama (Ini apa, ya?), merica, cuka, kecap, santan, kacang kedelai, tebu (Maksudnya juga apa, sih? Gula tebu atau sari tetes tebu atau batang tebu benaran?), bawang goreng, daun bawang, dan seledri.

6. Soto Madura
Saya googling dulu, ya. Sudah pernah cobain. Beli di pasar kecamatan, sayang tak difoto jadi tak punya fotonya. Cek dulu definisinya gimana. Apa sama atau beda dari apa yang saya rasa.

 Dari situs merahputih.com bahan utamanya daging ayam kampung dengan tambahan pelengkap berupa soun, daun bawang, bawang goreng, jeruk nipis, dan sambal. Untuk bumbu yang dihaluskan adalah bawang merah, bawang putih, merica bulat, kunyit, dan garam. Juga gula, jahe, serai/sereh, daun jeruk, dan air.

Intip Wikipedia juga, ah.

Wikipedia ternyata menambahkan variasi bumbu berupa ketumbar, laos, dan kemiri. Jadi bingung saya, ha ha. Taburannya seledri dan dilengkapi dengan taoge, telur rebus, dan kentang goreng. Persamaannya, soto madura bisa pakai daging sapi atau jeroannya.


Saya tidak tahu bagaimana rasa dua variasi soto itu, yang ingin saya bahas adalah soto madura versi mbak/ning/teteh yang jualan dengan gerobaknya di Pasar Blubur Limbangan. Rasa sotonya mantap dan berempah. Entah bagaimana olahan kombinasi bumbunya. Saya tak tanya. Ada semacam aroma pala atau kapulaga. Pokoknya terasa tajam namun menghangatkan indra rasa.

Waktu saya beli, mbak itu menyalakan kompor dulu agar panci besar buat godok kuah soto panas. Lantas ia memasukkan bahan racikan ke dalam bungkus plastik bening. Mula-mula dia memasukkan soun, irisan kol muda, lantas bumbu tambahan lainnya berupa garam, vetsin, lada bubuk, penyedap rasa ayam, seledri, dan bawang goreng. Saya lupa apakah dikasih kacang kedelai goreng. Terlalu fokus pada rasa kala memakannya, ha ha.

Tambahan suwiran ayam gorengnya lumayan banyak. Tak pelit. Disuwir besar-besar plus masih ngasih bagian tulang yang ada sumsumnya. Aroma harum kuah soto menguar dari panci panas yang ditutup rapat. Kuah yang telah mendidih kemudian dituangkan ke dalam plastik racikan soto. Saya suka aroma rempah yang menguar harum. Mbak itu membelah jeruk purut jadi dua bagian, meremas jeruk sehingga airnya tertuang masuk ke dalam plastik soto yang dialas wadah. Mengikatnya. Kemudian menyiapkan sambal. Dua bahan itu dimasukkan ke dalam keresek kecil. Soto yang dibungkusnya berkuah banyak. Saya membayar 10 ribu rupiah sesuai harga kesepakatan semula. Saat menulis ini saya kangen sotonya dan berharap usai lebaran bisa beli soto madura lagi.

Soto madura berasal dari Madura. Yang membuat saya bertanya-tanya adalah bagaimana varian rasa sesuai aslinya. Apakah versi situs merahputih, Wikipedia, atau mbak yang jualan soto di pasar kecamatan?

Mari menengok soto daerah lain di lain kesempatan. Saya cemas tulisan ini sudah mendekati angka 2 ribu kata. Takut yang baca bosan dan ngos-ngosan jika saya tambahkan soto khas Nusantara lainnya.

Mari kita bahas soal soto yang gagal ala saya.

Resep Soto Ayam Gagal Bikin Galau



Bahan:
- Daging ayam dipotong kecil-kercil sesuai selera
- Bihun (saya pakai cap Rose Brand)
- Lobak putih, potong-potong sesuai selera
- Kacang kedelai
- Kacang tanah goreng untuk ditaburkan ke kuah soto tetapi malah dicemil anak dan suami
- Kol muda diiris tipis-tipis



Bumbu:
- Bumbu giling dari pasar (sebaiknya bumbu khusus untuk soto, bisa giling maupun instan)
- Daun salam, sereh, garam, gula pasir, Royco ayam, daun bawang, bawang bombay, merica dan pala bubuk.



Cara Membuat:
1. Tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun salam, sereh yang sudah digeprek, aduk-aduk.
2. Masukkan air secukupnya dan tambahkan potongan daging ayam, kacang kedelai,  dan bawang bombay. Rebus sampai mendidih, masukkan lobak dan aduk-aduk. Tambahkan daun bawang. Aduk-aduk dan didihkan sampai matang benar dan kuahnya harum.
3. Sementara itu siapkan dulu mangkuk atau piring dengan soun rebus dan irisan kol. Tuang kuah soto yang sudah matang ke dalam wadah saji. Siap dihidangkan.


Pada Akhirnya Tulisan Harus Disudahi tetapi Bersambung



Kalau cara saya gagal, semoga cara yang dipraktikkan oleh Anda bisa berhasil, Ikuti saja aturan main masak soto bagaimana. Abaikan bahan dan bumbu ala saya. Pun tambahannya bisa dibikin lebih bervariasi.

Merek bihunnya boleh beda, kok. Mau soun juga tak masalah. Bihun ada dua jenis, jagung dan beras. Yang jelas bihun dan soun berbeda. Kalau soun terbuat dari pati kanji. Kedua bahan makanan itu termasuk kering jadi lumayan awet asal lihat masa kedaluwarsa dan cara penyimpanannya.

Baiklah, tulisan ini bersambung. Kapan-kapan saya bikin tulisan lain yang bahas soal soto khas Nusantara. Indonesia itu luas wilayahnya, maka varian sotonya pun beragam sesuai nama daerah.

Semoga yang baca pos ini tak begah saking mualnya baca tulisan panjang yang bikin terlalu kenyang, ha ha.

Cipeujeuh, 23 Mei 2019
#ResepSoto #KulinerKhasNusantara #PosRamadhan #SHSTMei1 #InspirasiTemaBloggerPerempuanNetwork #BloggerPerempuan




85 komentar:

  1. Judulnya membuat sedih dan prihatin mbak =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha komentar Mbak Lantana langsung bikin saya ngakak. Iya, menyedihkan masak malah gagal, ha ha.

      Hapus
  2. Saya paling sering masak soto ayam anti. Gagal pake bumbu instan biar cepet heheu btw soto Bandung enak cuma suka gagal soalnya kadang pahit lobaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini dia. Barangkali saya terlalu lama rebus lobaknya karena seumur hidup baru beberapa kali masak pakai bahan lobak. Ini membuat rasa soto jadi tak enak.
      Rupanya harus ada pengetahuan dasar berupa cara masak bahan tertentu tak boleh terlalu lama karena akan mengakibatkan hal-hal yang tak mengenakkan. Seperti rasa masakan tak enak atau bentuk malah jadi tak karuan, ha ha.
      Memang sebaiknya masak soto pakai bumbu instan saja agar lebih mantap dan tak makan waktu, itu khusus bagi yang tak berbakat di dapur kayak saya. Lebih cepat dan antiribet.

      Hapus
  3. saya baru ketemu, eh kayaknya baru tau deh kalau membuat soto ayam itu pakai lobak. kok ga pakai santan mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Bang Sabda. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tulisan tentang soto yang sempat terhenti dulu karena sayanya harus melipir pada hal lain.
      Orang Bandung cenderung masak soto khas daerahnya pakai lobak. Mungkin kuliner ini dipengaruhi kolonial Belanda pada zaman dahulu kala.Lagi pula udara Bandung dingin jadi cocok banget makan soto hangat dengan bahan yang menghangatkan badan.
      Saya sengaja tak pakai santan agar tak terlalu berat dan bikin asam urat atau kolesterol melonjak. Padahal santan itu penyelamat, bisa bikin masakan jadi enak. Lain kali sebaiknya saya masak hal gini pakai santan saja agar enak, abaikan asam urat dan gerombolannya, ha ha.

      Hapus
  4. Itu soto bandung ya mba, saya belum pernah makan kalau yang pake lobak bikin soto emang susah2 gampang, makanya bumbu soto instan itu penyelamat kalo ga sempat meracik bumbu tapi hati2 keasinan hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya malah jadi soto ala saya yang alakadar, tak mirip soto Bandung karena bahan bumbu gilingnya beda, itu untuk kerang malah dibikin soto jadinya ngaco, ha ha.
      Ya, masak lobak itu lumayan susah atau malah susah banget. Makanya saya kagum pada orang Korea yang bisa bikin kimchi lobak. Gimana, ya, caranya agar enak? Hi hi padahal belum pernah makan kimchi.
      Iya, masak soto atau yang berkuah harus hati-hati agar tak keasinan, saya kerap gagal. Terpaksa tambahkan air padahal bisa mengurangi citarasa kaldu, ha ha. Ada cara lain seperti masukkan potongan mentimun segar untuk menyerap asin.

      Hapus
  5. Akhirnya ada artikel baru juga nih mbak,..ea dari sekian lama enggak ada artikel baru

    Soto di tempat kami ada teh namanya soto mang ucup, rasanya nikmat oi,..tapi harganya juga nikmat πŸ˜‚πŸ˜‚

    Ngomong-ngomong kuah sotonya kental ya tehmirip kuah santan,..kalau ditempat kami mirip kuah santan warung padang,..he-he

    Soto ini enak banget rasanya,..cuma jangan makan kebanyakan,..karena kokestrolnya tinggi,..bahaya sekali

    Makan secukupnya aja, satu bulan satu kali atau beberala kali atau mungkin dagingnya diganti sayur juga boleh,...ea

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahamdulillah bisa isi blog setelah netbook diservis. Maaf jarang BW karena kendala sarana. Senang bisa pos pertama di bulan Mei meski masih banyak pos lain yang belum ditulis.
      Soto Mang Ucup enaknya dari segi apa? Kuah atau rempah?
      Mana bisa masak soto tanpa daging dan cumka sayur saja, ha ha. Itu nanti jadi sayur doang tanpa embel-embel soto. Dengan soto bisa ada alasan untuk makan daging. La la.
      Kuah soto yang kemarin itu tampak kental padahal encer cuma karena kunyit dan minyak jadi berkesan demikian.

      Hapus
    2. @ Kuanyu =

      Soto bersantan mirip dengan soto Betawi, ko ...

      Eunaaak loh ;)

      Penyajiannya ada imbuhan emping goreng dan irisan tomat merah mentah segar

      Hapus
    3. Jadi kepengen coba πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜‚

      Hapus
    4. Kuanyu: Semoga kesampaian cobanya. Soto betawi kerap saya baca resepnya di tabloid dan majalah tetapi belum pernah coba bikin. Bumbunya banyak dan ribet, di sini saja tidak ada pekak atau star anise bahasa internasionalnya.
      Mas Himawan: Hobi ngomporin orang untuk makan, ya? Ha ha ha....

      Hapus
    5. Hahahhaa ..
      Masalahnya, aku mendadak jadi kangen dan pengiiin ...nyantap soto betawi lagi, kak ..

      Gegaranya ko Kuan Yu tanya tentang soto betawi πŸ˜‚

      Hapus
  6. Saya tidak pernah belajar masak. Waktu gadis apa apa Mama yg masak. Pas kerja baru bingung mau masak gimana caranya? Tetapi akhirnya Alhamdulillah banyak terbantu sama berbagai bumbu instan. Cara masak dan bahan pun selalu tersedia dalam kemasan. Jadi lumayan deh meski bertahap masakan saya not bad, paling tidak buat keluarga. Yg pasti kalau buat secukupnya saja. Keluarga jadi ga bosan dan bisa ganti variant sayur lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bumbu instan sangat membantu bagi kita yang tak bisa atau tak terbiasa mengolah bumbu, bisa bikin semangat ngoprek dapur asal jangan terlalu berbantung saja takutnya malah kehilangan citarasa.

      Hapus
  7. Aku juga bbrp kali gagal masak soto. Yg berhasil dulu malah soto ikan. Tapi resepnya ga cocok kalau diadaptasi ke ayam atau sapi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tekstur ikan itu lebih lembut jadi gampang dibikin kaldu, ya, Mbak. Makanya soal resep dan bumbu tak selalu bisa diaplikasikan sama pada bahan daging lain.
      Duh, saya serasa beroleh kawan senasib dalam urusan dapur, ha ha.

      Hapus
  8. Itulah kenapa aku paling alergi (((alergi))) ke dapur untuk masak masakan yang ribet, hihihi
    Sudahlah hasil masakan tak prima harus capek beberes pula, hahaha

    Paling banter aku ke dapur ya masak rendang pas lebaran haji, itupun dipandu video YouTube, bahahaha.

    Meski sudah sering, tetap saja kurang pede kalau tanpa video.

    Alhamdullillah, hasilnya mampu menggoyang lidah anggota keluarga ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masak rendang sedap jadinya. Dipandu Youtube kayaknya lebih mudah, langkah demi langkah bisa kita lihat secara langsung daripada yang tertulis.
      Masak yang ribet memang repot, he he.

      Hapus
  9. Kl sy senang soto yg ada kota bubuknya, itu khas Surabaya/Madura. Koyanya itu yg bikin kental kuah & nikmat rasanya. Bhkn ga perlu pake daging jg gpp. Tinggal tmbh nasi sj mantap. Nice info & oh ya sy follower baru blog ini. Thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima lasih sudah follow blog saya dan jadi teman baru. Saya belum coba soto yang dikasih bubuk koya, paling mie instan rasa soto saja. Jadi penasaran dengan rasa sotonya.

      Hapus
  10. 1. Wah...saya harus belajar nih cara masak soto ayam yang gagal, kayaknya menu kali ini ajaib dan penting banget untuk di terapkan,Yes....Yes....Yesss !!!

    2. Ohy..Mbak, kalau menurut saya , Mbak bukan gagal membuat sotonya, tapi melainkan sudah gagal BAGI BAGI SOTO dng SAYA, huahahaha......

    3. Masakan soto , saya belum begitu mengemarinya, saya lebih suka makan yang sederhana, seperti ubi rebus, sayur bening, tempe gorengggg......

    saya ngak suka masakan yang banyak bumbu, kurang enak ajah di perut, sama seperti liahat mantan yang sedang berduaan ama pacar barunya, hahahaha.... *opo lee...lee...

    Selamat menulis kembali yah Mbak, " Ngak ada Loe Ngak Rame " ..... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha ha, Kang Nata kocak pisan. Judul saya berkesan cari sensasi, ya, padahal hanya memaparkan apa adanya. Cara masak yang gagal barangkali layak dicoba pemirsa, ha ha.
      Maafkan saya, Kang, selama mesin teleportasi belum diciptakan agar selalu ada peluang bagi jasa kurir, kayaklnya saya belum bisa kirim-kirim makanan, hi hi.
      Makasih, Kang. Gak ada Kang Nata juga gak rame.

      Hapus
    2. hahahah.....jangan terlalu dipikirin soal kirim mengkirim, ntar ada waktunya juga kok, huahaha,,,,,,,#bercanda...

      Ohy..tulisan untuk lomba blognya dimana...? kategori pemenangnya apa Mbak... ?

      Hapus
    3. Ha ha ha, soalnya saya jadi tak tegaan.
      Lomba blognya di situs goodnewsfromindonesia id. Belum ada yang menang karena masih berlangsung sampai 4 pekam dengan riap pekan satu tulisan dan tema telah ditentukan.

      Hapus
  11. Aku bukan penggemar Soto dan memang ya paling malas masak yang beribet dg banyak bumbu kaya Soto ini. Gak tau deh kalau suatu saat mau bikin ginian. Tetap semangatttt

    BalasHapus
  12. Aku paling suka soto mba, terutama soto betawi maknyuuss loh mba.. btw masak memang ga langsung enak gitu ya mba ada kalanya kekurangan rasa atau kelebihan rasa hehe cmiiw

    BalasHapus
  13. judulnya kocak bener hehehe, aku paling suka soto sulung yang ada di deket kampus upi bandung, dulu pas kuliah seneng banget sm soto sulung. Trus skrg alhamdulillah bisa bikin soto sendiri d rumah, banyaknya sih soto ayam aja

    BalasHapus
  14. Sama mba aku juga kemampuannya minim ya tumis, sayur doang wkwkwk dan paling males juga kalau siapin bumbu yang banyak apalagi sejak blender is dead wes ngulek ya males klau bumbunya buanyak :D

    btw judulnya bikin sedih :D

    BalasHapus
  15. Aku baru tahu ada soto ayam pakai santan, mba. Mungkin karena aku biasanya masak soto tanpa santan. Pengalaman berkesan ya mba :)

    BalasHapus
  16. Pasti pengalaman tak terlupakan nih mbak....soto ayam termasuk andalan saya saat makan karena kuahnya yang seger. Gpp mbak meski dibilang gagal kalau suami suka pasti bikin hepi ya....semoga nanti tidak gagal lagi karena sudah berpengalaman hehehe

    BalasHapus
  17. Masak kadang bisa gagal, santai aja. Saya juga jarang masak soto. Biasanya masak soto malah untuk suguhan pengajian. Untuk resepnya tinggal nyari ada di google atau Instagram. Ikuti resepnya, biasanya rasa tetap sama dnegan yang dijual di luar.

    BalasHapus
  18. wah dari sekian banyak soto, cuma soto tasik yang belum nyoba dan belum tau bentukannya kaya apa. padahal soto menu favorit banget deh, seger gitu kan kuahnya kalo pake jeruk nipis dan sambal.

    BalasHapus
  19. Ngga apa2 gagal, kan jadi pembelajaran tersendiri ya mba, untuk selanjutnya bisa membuat soto ayam yang ngga gagal hehe.. akutuh suka banget samag semangatnya.. masih semangat belajar memasak, semoga aku termovitasi juga untuk selalu bersemangat belajar memasak juga

    BalasHapus
  20. Udah ngikik dulu baca judulnya. Ternyata ada penjelasan macam macam soto di bawah ya. Aku dari dulu belum pernah coba juga mak, jadi sekarang memperbanyak cari info dulu sebelum memutuskan praktek bikin soto #alesyaaaan hahahaha

    BalasHapus
  21. Hahahaha...meski gagal, tapi masih ada yang doyan, si suami. not bad laah. tapi btw kalau anak-anak biasanya emang kurang suka dengan kuah-kuah yang terlalu banyak kunyitnya, yaa. beberapa ponakanku gitu soalnya.

    BalasHapus
  22. Saya gak pernah pakai mentega kalau bikin soto ayam, Mbak. Bumbunya sama dengan ayam ungkep. Paling kalau mau jadi soto dibanyakin aja kuahnya. Nanti kalau masih ada sisa, ayamnya tinggal digoreng. Jadi deh ayam goreng

    BalasHapus
  23. kok sama ya mbak.
    aku juga sering malas nyobain resep kalau udah gagal :V
    anaknya memang gampang putus asa untuk hal2 receh kayak gini =))

    BalasHapus
  24. aku suka soto karena memang segeeer..tapi yang kuahnya bening ya, jangan yang bersantan atau terlalu heavy

    BalasHapus
  25. Sebenarnya saya orangnya enggak terlalu suka soto. Tapi klo soto betawi saya suka karena nikmat sekali ada santannya heheh. Saya baca tulisan Mba jadi tahu juga kalo soto tuh banyak banget macamnya ya hehe

    BalasHapus
  26. memamg di Indonesia ada berbagai jenis soto ya kalau aku favoritnya soto banjar dan coto makassar hhee sama kalau ditempatku ada soto kuning, enak lho

    BalasHapus
  27. ini nih yang ada tutorial yang fresh,,,,udah biasa dan bosen kalau tutorial memasak selalu berhasil,,,sekali kali bikin yang gagal hihi,,,btw itu soto yg dimangkok kayaknya enak juga hihi,,,,mampir diblog saya ya kak domainnya baru www.ekopriantoblog.id

    BalasHapus
  28. Wah bisa gagal gitu ya mbak hihi. Tapi tidak masalah asal suami tercinta masih suka ya. Dari semua jenis soto saya palimg suka dengan soto madura mbak, jadi pengen makan soto setelah baca tulisan mbak.

    BalasHapus
  29. Keluargaku hobinya Soto Bandung..sayang belum bs bikin soto bdg yg mirip sama yg dijual di.warung soto heu

    BalasHapus
  30. Dari semua soto yang disebut, aku belum pernah cobain soto bandung mba. Gimana tuh rasanya ya? Hehehe paling suka sih soto madura ama soto babat hueheh

    BalasHapus
  31. Sudah coba Soto Pekalongan mbak? Khas nya karena pakai tauco lhoh.. oleh karenanya sering disebut juga Tauto.. enaak deh...

    BalasHapus
  32. Kalau masak soto biasa saya pakai bumbu jadi klo ga bumbu komplit di pasar kak jadi anti gagal deh hehe. Aku lebih suka soto betawi soale lebih gurih aja.

    BalasHapus
  33. Kupikir tadi judulnya typo
    Ternyata memang gagal ya
    Aku mah selalu ngandelin resep mertua aja sih

    BalasHapus
  34. Mbak, aku kemarin bikin soto,alhamdulillah nggak gagal. Tapi, untuk menuju tidak gagal ini, aku juga gagal berkali-kali kok. Santai, dirimu tak sendiri. Hahaha. Menurutku, masak sotomemang riweh banget alias perintilannya banyak banget pas bikin bumbu. Giliran sudah matang,pun rasanya enak, hoooo baru deh mantab.

    BalasHapus
  35. Wah, aku nih, gak bisa masak banyak resep juga. Soto yang aku bisa cuma soto Bandung. Karena bumbunya gampang. Kalo soto yang lain, kayaknya bakalan gagal juga deh :D

    BalasHapus
  36. Soto ayam itu salah satu menu favoritku. Tapi aku belum bisa bikin soto ayam yang mantap surantap. Seringnya beli di warung soto langganan. Judulnya tetep gagal sih, gagal ngirit, hehehehe...

    BalasHapus
  37. Aku jadi kangen soto Bandung buatan mamaku nih mbak. Semangat mbak dicoba lagi bikin sotonya Insya Allah gak gagal lagi. DI Pasar dekat rumah ada penjual bumbu yang bisa meracik aneka bumbu nah aku biasanya beli di sana

    BalasHapus
  38. uuu soto bandung jd kangen bandung hmm :"

    BalasHapus
  39. Hehe iya judulnya lucu xixixi.
    Aku keinget mbak, masakan pertama yang rumit (menurutku) yang aku masak setelah berumah tangga ya soto ini hehe. Lama kelamaan ahli deh bikin soto. Tapi biasnaya bikin soto ayam bening dengan bumbu duo bawang aja sih :D

    BalasHapus
  40. Duh, udah susah2 masak malah gagal ya mbaaa... Tapi tak apa, ikhtiar memasaknya udah luar biasa. Dibandingin aku yang sama sekali ga pernah masak soto. Udah kebayang soalnya aneka ragam bumbunya yang kalau salah dikit aja, bubar jalan deh rasanya :))

    BalasHapus
  41. Lobak ini mengingatkanku sama makanan orang Korea kalau abis makan makanan yang berminyak.
    Dan lobak di dalam soto, pasti menambah kesegaran dan cita rasa si soto.

    BalasHapus
  42. Kayaknya anak-anak makannya emang suka pilih yah. Junk food dan mie instan jadi menu favorit mereka

    BalasHapus
  43. Aku suka segala macam jenis soto terutama soto betawi dan soto sulung tapi semenjak kolesterol gampang naik aku cuma pilih soto yang bening2 aja alias tidak bersantan dan minim lemak. Kalau soal memasaknya aku mah nyerah deh, baikan beli aja yoh ya gak setiap hari pengen soto

    BalasHapus
  44. Dikarenakan saiaaa ..., ngga pinter masak, sudah bisa dipastikan nih .. , bakakan gagal juga bikin soto kayak kak Rohyati kali ini :)

    Tapiiii ..
    Jangan patah semangat, kaaaak ..
    Ayo lanjutkan lagi trial errornya, sampai nemu resep yang pas dan enaaak banget.

    Siapa tau kan yaaa ..., nantinya bisa buka warung soto.

    Di dekat rumahku ada 3 pedagng soto, kak.
    Ketiganya punya rasa berbeda, tak ada yang sama satupun, meski kulihatin menggunakan bahan pelengkap yang sama.

    Daaan .., ketiganya sama-sama ramai pengunjung tiap harinya.

    Dikotaku, dagangan soto hanya tersedia saat pagi hari sampai menjelang siang.
    Padahal kotaku itu termasuk cenderung dingin saat mulai sore hari .., kan sebenarnya enak ya nyoto panas-panas malam hari..

    BalasHapus
  45. Mungkil awalnya aja nih yang gagal, next-nya bisa berhasil. Tapi uniknya juga ya mbak pake bumbu kerang, jadi ngebayangin rasanya nih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bumbu kerang akan bikin rasa jadi tak karuan. Semoga ke depannya bisa berhasil lagi, dan tentunya pakai bumbu khusus untuk soto, jangan pakai bumbu baladi, ha ha.

      Hapus
  46. Sekarang soto ada berbagai jenis juga ya teh,..ada yang kuahnya kental banget dan ada lagi yang kuahnya enggak kental tapi rasanya tetap enak πŸ˜€

    BalasHapus
  47. Hahaha, biasanya rangorang kalau bikin judul resep itu "ANTI GAGAL" lah ini "YANG GAGAL". Nggak apa-apa sih mbak, namanya juga bukan lulusan master chef, kalau gagalpun nggak akan tereliminasi ya kan? hihihi. Saya termasuk penyuka soto, tapi makannya aja. Kalau harus bikin? mikirnya aja sya sudah nyerah duluan. Tetap semangat ya bun ^_^

    BalasHapus
  48. Salam kunjungan dan follow sini ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kunjungan juga, saya sudah main dan ikuti blog Encik. Nuhun.

      Hapus
  49. Sekarang ada teh jual resep bumbu soto yang didalam kemasan,..dijamin praktis dan nanti gagal katanya gitu sih πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok katanya gitum sih? Apa Koh Anyu sudah coba peaktik masak sotp pakai bumbu siap saji? He he.
      Makasih Koh sudah rajin main dan komen do blog saya meski Ramadhan kemarin saya terpaksa tak aktif karena kelelahan.
      Kapan-kapan komen di pos lama, ya, soalnya butuh tambahan pageview. Nuhun. :)

      Hapus
  50. ya ampun aku klo denger istilah sunda kayak pulang kampung,, Pais Peujit Hayam duh jadi kangen kampung halaman mbak. lama ga pulang
    sama aku kangen sayur asem asli sunda. klo d jogja sayur asemnya malah manis:D

    BalasHapus
  51. Mbaaa, rajin amat masaknya meski gagal.
    Saya bisa masak soto ayam mba, tapi bumbunya ngasal.
    Saya mah masuk tipe emak-emak malas ribet masak.

    Kalau masak, apa aja bumbu yang ada ya dipakai, biar rasanya ga ancur-ancur banget, bumbunya saya banyakin, meski rasanya ga seimbang, tapi mirip2 lah hahaha

    Saya kalau masak juga ga pernah takar menakar.
    Jadinya sering terjadi, masak pertama kali, pas rasanya enak, diulang kemudian ancur rasanya hahahaa

    BalasHapus
  52. Ada lagi loh mba, yg namanya soto Banjar, udah pernah nyobain blom? Itu klo lebaram gini, ibu selalu bikin dirumah

    BalasHapus
  53. Wah? Kok bisa gagal sih tante bikin sotonya? Mungkin

    bumbunya ada yang kelewat kali? Btw? Artikelnya kok belum

    ada yang baru to tante?

    BalasHapus
  54. Di tempat saya soto mie khas Bogor, rasanya not bad lah. Kalo saya paling suka yang kuah-kuah itu malah sop buntut, hehehe...

    Ibu saya juga pernah gagal masak opor, gara-gara beli bumbu jadi, malah cepat basi hanya mampu bertahan semalam doang, hadeeeh, gak lagi beli bumbu jadi, kapok kata nyokap sih gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum coba soto bogor, di jalan pernah lihat mamamng tukang soto lewat, sayang saya tidak bisa pesan karena berada di jalan. Tapi penasaran banget jadinya. Sayang Indomie belum memasukkan varian soto bogor, ha ha.
      Sepertinya kesegaran bumbu berpengaruh pada citarasa dan tahan lamanya suatu masakan. Lebih mantap masak opor pakai bumbu segar.

      Hapus
  55. Cobain soto sokaraja mbak, biasa dikenal soto banyumas. Soto favoritku, ya iyalah aku orang banyumas, enak banget loh, unik karena pakenya bumbu kacang

    BalasHapus
  56. jadi begitu toh resep membuat soto ayam yang gagal.. aku gak usah nyobain deh.. hehehe.. bercandaaa..

    terus apakabar soto ayam gagalnya mba? tetap habis dimakan? atau dibuang?

    BalasHapus
  57. Wah kok baca judulnya tadi perihal kegagalan jadi panasaran, kiranya gak seburuk itu😁

    BalasHapus
  58. Waduh kirain mau demo masak yang gagal hehe
    Soto memang bnyk variasinya
    Kalo nggak salah aku paling sering beli soto babat hehe

    BalasHapus
  59. Wadu ada beneran resepnya wkwokowkowokwkwo
    Tapi kan ada bumbu instan mba, jadinya no gagal gagal club :v

    BalasHapus
  60. Saya paling suka soto ayam ceker tapi yang cekernya besar besar....Kalau bikin sendiri jarang..mending beli

    BalasHapus
  61. wah ternyata banyak sekali ya mbak jenis2 soto, saya malah baru tau :D, kalo saya paling suka soto ayam, sebenernya yang paling suka dari soto adalah kuahnya :D

    BalasHapus
  62. Judulnya malah bikin penasaran, gagalnya dan salahnya di bagian mananya? Mrski aslinya juga gak paham tentang masak memasakkarena tahunya cuma makan memakan.

    Kalau dr daerah saya, soto terdekat yang fenomenal itu soto lamongan, tp saya kurang begitu suka karena kuahnya sedikit banget

    BalasHapus
  63. dan aku baru tahu babat itu pembungkus kotoran sapi/kambing :p. tp memang aku dr dulu ga suka babat krn geli liat bentuknya yg berbulu :D.setelah tau ini, jadi makin ga suka wkwkwkwkk..

    aku termasuk yg kalo masak sering gagal mba :p. makanya pas dpt asisten yg bisa masak, aku seneng lah. apalagi diksh resep dr internet dia bisa eksekusi dgn enak. cuma menu2 sumatra yg kaya bumbu aja dia blm jago.

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Cara Mencuci Sepatu Olahraga yang Tepat

Cara Mencuci Sepatu Olahraga yang Tepat Olahraga menjadi salah satu sarana yang akan membuat badan kita menjadi lebih bugar. Ada b...