Jumat, 25 Januari 2019

Tantangan Blogging Setiap Hari



SEJAK saya aktif isi blog dan blogwalking (jelajah blog) setap hari, sebagai azam (niatan diri, kata yang lebih tepat daripada resolusi) agar hidup bisa lebih baik pada masa sekarang dan mendatang; saya lebih percaya diri sekarang daripada dulu. Rajin demikian bikin saya termotivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri dari interaksi, juga mengasah kemampuan menulis dan analis saya. Menulis adalah laku kerja serentak dalam berbagai sudut pandang serta interaksi dengan banyak hal. Interaksi itu bisa berupa bacaan sebagai sumber rujukan dan penambah wawasan, maupun pergaulan dengan sesama teman narablog lain yang mentransfer pengalaman serta pengetahuan mereka (yang unik dan menarik).


Jangan lupa, sekarang Google memperhitungkan interaksi blogwalking dengan meninggalkan jejak komentar sebagai penambah DA/PA blog kita. Itu kegiatan organik, sebuah interaksi timbal balik yang memang diharapkan Google untuk memperbaiki kualitas layanannya dengan sekian algoritma tambahan yang terus diperbarui, bahwa pengguna internet seperti para narablog bisa aktif menjadikan blog sebagai bagian dari laku kerja internet sehat.

Berapa banyak narablog (pegiat blog) di dunia ini? Entah seperempat atau hanya sebagian kecil populasi penduduk bumi, namun mereka telah ikut membawa perubahan sosial dalam masyarakat. Ada kegiatan positif yang bermanfaat, bisa menyebarkan pengetahuan atau menjadikan sebagai ladang penghasilan.

Untuk itu tentunya butuh proses panjang bagi seorang narablog agar bisa eksis melakukan kegiatan blognya. Tidak bisa serta merta langsung sukses. Saya lihat bahwa teman-teman narablog lain pada umumnya telah melalui proses panjang berjenjang, ada yang bisa melaluinya dengan lancar, ada juga yang harus tersendat serta sempat berhenti sebentar. Namun pada akhirnya yang sempat berhenti kembali melanjutkan kegiatan blogging-nya, bahkan dengan semangat baru yang lebih baik lagi.

Seperti saya juga, sempat berhenti tahunan dengan sebab di luar kuasa diri. Setelah kembali menekuni dunia blog berkat ada sarana di rumah, saya malah tergoda untuk mencoba peluang lain dalam platform social blogging. Lalu hengkang karena saya tak nyaman berada di dalam lingkungan yang seakan menganggap penumpang kurang dihargai, ada klik-klikan serta popularitas semu ala seleb, yang bisa menjerumuskan sang seleb dan pendukungnya untuk bersikap arogansi serta menghimpun aksi massa dengan merisak. 

Saya kembali menekuni blog, sebuah lingkungan mandiri yang membuat saya lebih menghargai diri sendiri dan sesama. Saya kapok berada di tempat yang ekslusif. Blog lebih merdeka dan mandiri, serta soal penghasilan tak bergantung pada pemberi tumpangan. Saya tak ambil benefit yang telah didapat kala keluar dari platform itu, dibiarkan saja.

Kembali pada blog, justru saya bersyukur telah alami perisakan karena mendukung beberapa teman. Justru dengan hengkang malah bisa beroleh lingkungan baru yang lebih baik, independen, saling menghargai, toleran, menganggap sesama setara, mau belajar dan berbagi, serta tak bersikap arogansi.

Hem, kalau ada yang arogansi, sudah pasti insan demikian bisa rugi sendiri. Ditinggalkan rekan lain karena bikin tak nyaman, lalu nama baiknya bisa cemar. Itu bisa berpengaruh pada personal branding yang bersangkutan. Semoga saya bisa dihindarkan dari sifat buruk demikian. Saya tetap saya yang dulu dan kadang tak percaya diri bisa melakukan sesuatu, hanya yakin bisa mengubah hal mustahil menjadi mungkin sebagai cara bertahan hidup semata sebagai insan yang bebas dan bermartabat serta menghargai sesama.

Saya bahagia bisa memiliki jalan sebagai penulis lepas sekaligus narablog, meski pencapaian untuk itu tidak muidah dan penuh aral panjang melingkar. Ada drama yang jelas tak seayik drakor. Drama hidup yang tak terduga dan tak terelakkan harus ada.

Apakah Jadi Narablog Mudah?
Bagi saya, narablog hanyalah sebuah profesi yang sama seperti sekian profesi lainnya, maka pasti ada hal tidak mudahnya. Apalagi saya merintis blog dengan blog baru yang usianya 2 bulan 24 hari dengan alasan konyol, gara-gara tameng (shield) dalam peramban Firefox Developer Edition yang main blokir sembarangan sehingga tak bisa isi kolom komentar.

Saya memang kesal dan merasa gegabah telah bikin blog baru, namun hikmahnya saya harus mulai lagi dari bawah. Berproses kembali, mengulang hal yang tak perlu diulangi sebagai pelajaran besar, bahwa barangkali saya harus membangun hidup baru dan mulai dari awal tanpa perlu dibayangi masa silam.

Blog baru ini adalah tempat berbagi yang saya harap bisa berfaedah bagi sesama. Bukan sekadar menulis apa saja yang saya suka secara egois dan serampangan, ada tanggung jawab dan harapan agar pengunjung senang menyambangi dan selalu beroleh hal baru yang berfaedah. 

Saya kira alasan mengapa orang datang bukan cuma tulisan semata, ada interaksi serta nilai guna yang disebarkan lewat blog. Kesetaraan, kerja keras, kerja cerdas, pergaulan, pengembangan diri, serta hal-hal lainnya tak bisa dilepaskan dari hidup narablog agar tetap eksis secara baik dan bermartabat.


Tantangan Blogwalking
Setiap hari saya harus siap dengan tulisan baru untuk blog, juga menyempatkan diri blogwalking dan lakukan kunbal (kunjungan balik) pada teman yang telah meninggalkan jejak komentar. Saya sudah beriupaya keras untuk itu, namun bukan berartii saya tak akan kecolongan.

Sudah 24 hari sejak saya berazam dengan mengisi blog dan jelajah blog setiap hari, ada hari saya terpaksa cuma menulis singkat dan mengabarkan hendak istirahat dulu karena kelelahan dengan urusan di luar blog. Lalu, pernah juga saya gagal tayang tepat waktu karena sinyal tak mendukung agar bisa segera publlikasikan tulisan. Salah saya juga menulis selalu jelang tenggat waktu, kala sebentar lagi mitnait alias midnight atau tengah malam. Seperti sekarang ini, selalu mulai menulis sebelum jam 9 atau 10 malam, dan malah harus berurusan dengan masalah teknis dari komputer yang galat. 

Biasa, saya sedang kerja dan terhubung secara daring (dalam jaringan), eh, komputer malah melepaskan koneksinya dari hotspot ponsel. Saya yang sedang asyik bikin komen di blog sendiri atau blog orang lain, sudah pasti kesal dan harus lakukan tindak penyambungan ulang. 

Sayangnya itu bisa berulang kali dalam waktu dekat,.jadi tak terhitung berapa kali saya harus klik halaman network connection hanya agar bisa mengeklik ikon wireless network connection kembali bekerja setelah lakukan proses diagnose untuk menormalkan.

Tidak selalu bisa berhasil, kadang ikon koneksi di kanan bawah akan disable. Tiada pilihan bagi saya selain harus restart komputernya. Lalu komentar yang telah diketik harus disimpan dulu di notepad. Makanya kinerja saya bisa sangat lambat setiap hari. Komputernya entah kena malware atau virus. Smadav saja tak cukup, harus ada antivirus tambahan. Ada teman pembaca yang bisa rekomendasikan dan di mana unduhnya? 

Dengan segala kerepotan itu, maka banyak komentar di blog belum saya balas, apalagi lakukan kunjungan balik dengan cepat. Jelajah blog tetap dilakukan, hanya sebisanya. Saya harus berbagi komputer dengan anak. Mana saya juga sebelumnya harus lakukan ritual menyalakan tombol power berulang agar komputer bisa dipakai. Arus listrik lemah, jadinya tiap tekan tombol power cuma nyala sebentar lalu mati. Ulangi proses sampai bisa nyala lama, lalu biarkan beberapa saat sampai arus listrik cukup untuk menghantarkan daya agar komputer bisa menyala, kemudian tekan tombolnya agar mati lalu tekan lagi agar hidup. Syukur jika bisa langsung nyala, lebih sering harus mengulangi cara itu.

Saya bisa setengah jam atau lebih melakukan ritual membosankan, selalu berada dalam ketidakpastian apakah komputernya akan menyala atau ngambek dan memadamkan diri karena butuh perbaikan total lagi.

Instal komputer dan servis tombol power butuh dana yang cukup karena bisa saja ada hal lain yang harus diperbaiki. Selain itu papan pengetik di dalam netbook juga harus ganti baru karena semuanya tak berfungsi.

Selamat malam, maaf saya malah menulis hal curhat yang barangkali nirfaedah bagi pembaca. Mohon maaf. Paling tidak, di tengah situasi sulit ini saya tetap berupaya melakukan kegiatan blogging dengan semangat yang semoga tak pudar. Semoga komputer bisa bertahan sampai saya ada dana untuk beli tablet.

Sebentar lagi mitnait. Saya harus segera selesaikan ini. Lalu restart komputer karena disable lagi. Ha ha.

Semoga bisa tayang sebelum hari berganti. Saya tak menulis tadi siang karena kelelahan sehabis begadang demi menayangkan tulisan 2.700 kata lebih yang bahas media daring berhonor. Saya butuh tidur siang.
Salam.
Cipeujeuh, 24 Januari 2019
#Blogging #Blogwalking #JelajahBlog #Narablog #SHSTJanuari 23
~Foto hasil jepretan kamera ponsel ANDROMAX PRIME



28 komentar:

  1. Itulah, Kak hahaha tantangan blogging setiap hari itu juga kadang datang dari kehidupan kita seperti kesibukan bekerja, atau Kakak Rohyati juga mengurus keluarga (Pak Su dan Palung), hingga tantangan lain seperti komputer/laptop dan jaringan internet hehehe. Yang jelas saya sendiri sudah hampir setahun (Februari nanti, yuhuu) memenuhi tantangan diri sendiri yaitu ngeblog setiap hari. Karena dulu itu, meskipun sudah lama ngeblog, sering banget hiatus :p hahaha. Semangat selalu Kakak kece :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, malah saya juga gagal yatangkan sebelum mitnait. Komputernya kian parah dan harus segera diinstal. Dulu mah paling cuma beberapa kali dan waktu tak dekat, sekarang dalam beberapa detik atau menit sudah ngambek.
      Semangat tetap ada, cuma saya lelah. Milih lebih baik nulis apa yang telah lama direncanakan kalau komputer sudah parah gitu. Lalu tunggu sampai ada dana perbaikan. Kemarin dan hari ini saya gagal isi blog karena masalah teknis. Sambungan tak bertahan lama dan rasanya bikin saya pengen ngunyah getuk lindri sevbaskom, ha ha.
      Mending makan manis, sayangnya di kampung tak ada yang jualan getuk dan pohon singkong sudah dicabut. Besok saya jajan pempek di depan sekolah Palung saja agar cenghar dan garap aneka tulisan.
      Nonamuda mah keren, sudah nyaris setahun tiap hari perbarui blog. Saya bolong-bolong dikerjain komputer, hi hi.

      Hapus
    2. Hihihih kalau maem gethuk bagi-bagi sayaaaaa hahaha. Pokoknya tetap semangat dan nge-draf selalu (tetap menulis meskipun cuma ide/pilar di notes/buku dulu sebelum dituangkan di blog).

      Hapus
    3. Getuk adalah makanan favorit masa kecil sampai sekarang yang tetap tak tergantikan meski sudah ada biskuit, roti, dan penganan modern lainnya.
      Aha, senangnya junpa sesama penggemar getuk. Sungguh saya takjub dengan ubi kayu alias singkong (sampeu) yang bisa diolah jadi beragam makanan nikmat dan sehat.

      Hapus
  2. Wah mantap mbak, Aku buntu kalo disuruh nulis tiap hari.
    mungkin klo aku belum biasa aja kali yaa.
    Wah sepertinya mbak harus beli laptop baru nih hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padaha;l bisa tulis apa saja yang dekat dengan kehidupan Mas Aldhi. Jangan buntu, makan tahu cibuntu saja, ha ha. Bisa dijadikan ide tentang makanan yang kita makan juga filosofi asalnya.
      Semoga tahun ini saya bisa kumpulin rezeki agar bisa beli laptop baru. Sudah mengincar ASUS yang harganya di bawah 4 juta. Alasannya praktis, ASUS sering adain lomba yang bahas produknya, ha ha. Biar bisa ikutan, gitu.

      Hapus
    2. Filosofi dengan makanan, bakal jadi konten yang bagus tuh mbak,
      Tapi aku kl lama2 berfilosofi bisa2 stres mbak haha
      Nanti deh aku coba mulis ttg keseharian ya mbak, dikemas unik sepertinya menarik.
      makasih sarannya ya mbak :)

      Hapus
    3. Ha ha, jangan dipaksakan, Mas. Padahal makanan tradisional itu menarik untuk dikaji kesejarahannya. Juga bagaimana bisa ada serta sejak kapan.
      Okelah, tulis hal yang dikuasai dan menyenangkan. Agar pembaca tertular semangat senangnya karena ditulis dengan hati.

      Hapus
    4. Iya mbak bisa stress kl dipaksakan, untuk sementara tulisanku tentang traveling dulu.
      banyak sebenernya yang harus diulas mbak. CUma waktu nya ini, soalnya belum full time jadi blogger hehe,
      bagi waktu emang sulit sih.

      Hapus
    5. Untuk menyiapkan tulisan tentang travelling harus hati-hati, yah, butuh saat tenang dan santai. Maka kerjakan saja jika Mas sudah libur. Bagaimanapun, pekerjaan utama harus didahulukan. Rintis jalan jadi narablog secara pelan-pelan jika sikonnya belum memungkinkan. Semoga rintisan ini akan membukakan jalan untuk jadi narablog waktu penuh. Aamiin. Tetap semangat!

      Hapus
  3. Mbak, terima kasih atas artikel-artikelmu yang sarat informasi. Semoga niat baik ini menjadi berkat buat Kakak dan sekitar.

    Tulisan media daring yang memberikan honor anggitanmu sampai saya bookmark.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbak Maria. Padahal artikel saya kebanyakan curhat ngegalaunya, he he.
      Syukurlah, di antara sekian curhat ada yang bermanfaat. Duh, padahal tentang media daring ternyata ada yang belum lengkap. Nanti saya lengkapi. Sekarang belum berani karena komputer kerap galat. Takut saat edit malah disable lalu hasil kerjaan kacau.
      Sukses untuk Mbak Maria. Kirim cerpen juga ke medai daringnya, ya.

      Hapus
  4. Tantangannya memang berat, tapi kalau sudah lihat komentar dari teman-teman yang merasa bermanfaat dan termotivasi oleh postingan kita, rasanya beban ngeblog jadi minim ya Mba :D

    Tapi kalau saya disuruh posting setiap hari, waduh. Perlu fokus ekstra tajam sepertinya hahahaha salut sama Mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah beberapa hari saya tak posting tulisan, komputer ngadat selalu putusin hubungan. Barusan tadi siang ke rumah sahabat dan komputer dioprek oleh anak sahabat. Ai Ghina paham ilmu komputer dan syukurnya bisa diandalkan. Komputer saya sudah uzur dan bagian dalam berkarat serta kena korlet karena pernah disiram air (2 kali) sampai basah parah. Bingung siapa pelakunya di rumah. Palung masa sampai 2 kali, kali kedua paling parah. Kasihan suami harus banting tulang siapin dana servis komputer yang mahal.
      Saya istirahat dulu. Semoga bulan depan selalu rutin ngeblog. Komputer ini sistemnya bermasalah karena dipakai anak main gim, lalu temannya ikut pegang dan mainin. Salah saya tak tegas dari dulu pada Palung yang pengen eksis.
      Sebenarnya kalau sikon kita memungkinkan, bisa kok isi blog setiap hari. Asal anak sudah cukup besar dan punya kegiatan di luar rumah dan sekolah.
      Komentar teman-teman yang singgah adalah vitamin penambah semangat, ya. Saya bersyukur mereka baik dan selalu mendukung dengan pom-pom semangat.

      Hapus
  5. Betul, kegiatan blogwalking jadi seperti vitamin buat kita ..., nambah semangat atas hasil jerih payah setelah menulis artikel.
    Apalagi pas dirasa sedang buntu tak ketemu kata atau kalimat yang tepat merangkai sebuah cerita dan kita pribadi kadang kepikiran 'kira-kira rangkaian tulisan sudah enak belum dibaca pemirsa ya ?' ..., tapi kecemasan itu langsung plong setelah baca komentar-komentar yang masuk.

    Tetap jaga kesehatan, kak.
    Blogwalking memang perlu, tapi jaga kesehatan diri dengan tidak begadang juga wajib.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar teman-teman itu membuat kita bersemangat, mereka memberikan beragam respons yang kerap tak terduga dan kadang lucu. Duh, senangnya.
      Terima kasih nasihatnya, Mas Hino. lain kali akan saya terapkan. Hari ini saya sedang begadang setelah baru isi pulsa. Sekalian sedang isi formulir untuk ikut Hometester Club.

      Hapus
  6. Senang sekali dapat membaca tulisan yang informatif seperti ini, Mbak. Saya masih terbilang pendatang baru yang masih mencari tahu hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan menulis di blog. Kadang masih ragu untuk maju, tetapi saya sudah mulai memantapkan hati.
    Oh iya, saya suka dengan gaya bahasa Kakak. Sepertinya saya akan sering bertandang di sini. Salam kenal dan tetap menginspirasi ya, Mbak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Riza. Jangan ragu, tetapkan langkah dan majulah agar jalan pilihan sebagai narablog membuahkan hasil bagi masa depan. Dengan segala potensi yang ada pada Mbak, insya Allah, akan beroleh pembuka jalan yang lancar asal konsisten dan tekun.
      Salam kenal juga dan senang bisa bersua dengan sesama peminat bahasa Indonesia. Terima kasih lagi.

      Hapus
  7. Mba Rohyati...
    Masha Allahhh, kangen banget seminggu lebih ga main ke sini karena mamak lagi tepar bin rempong.
    Suka banget baca tulisan-tulisan mba yang mengalir sederhana tapi bermakna.
    memberi isyarat bahwa setiap orang punya tantangan masing2.

    Saya juga menulis dari laptop uzur kok mba, dengan koneksi internet dari hotspot hape hahaha
    Punya modem, tapi entah mengapa suka putus2 koneksinya, mungkin emang lapynya udah minta diganti.
    Tapi apa daya, keperluan lain lagi2 meminta laptop baru kudu antri hahaha

    Disyukuri saja, karena ternyata banyak teman2 yang bahkan menulis nya dari hape aja loh.
    Namun semangat mereka gak kalah pula.

    Meskipun gegara laptop uzur bikin saya jadi wasting time banget karena kadang hang wkwkwk

    Semangat selalu ya mbaaa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sehat selalu, Mbak Rey.
      Yah, setiap orang punya tantangan masing-masing, semoga saja rezeki Mbak dan keluarga senantiasa lancar mengalir agar bisa beli laptop baru. Semoga kita semua senantiasa sehat, panjang umur, hidup penuh keberkahan.
      Semoga gawai yang kita inginkan bisa segera dimiliki. Aamiin.

      Hapus
  8. untuk mencapai titik yang sekarang ini, menurutku pribadi sangatlah tidak mudah.
    ada banyak sekali ditemukan kerikil hingga batu besar yang menghalangi,tapi perjuangannya tidak sia-sia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, ini namanya pekerjaan dan bagian dari kehidupan. Butuh kesabaran dan ketekunan.

      Hapus
  9. Memang jadi narablog harus rajin blogwalking mbak, nambah pengetahuan dan nambah teman juga. Memang repot, tapi bikin happy kok. Masak orang yang sudah berbaik hati mengunjungi rumah kita nggak dikunjungi balik hihi. Semangat terus ngeblognya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul. Saya juga berupaya lakukan kunjungan balik. Ilmu yang diperoleh dari hal demikian sangat besar artinya. Juga meluaskan persahabatan.
      Malasih sudah nyemangatin. :)

      Hapus
  10. Salut dengan Mbak Rohyati yang sudah semangat menulis di blog secara rutin, semoga lekas sembuh. Terima kasih atas informasinya yang selalu bermanfaat. Sukses selalu ya Mbak. Salam dari Jember Jawa Timur.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, sayang saya sempat terhenti lagi. Semoga ke depannya tetap bisa konsisten menulis.
      Salam dari Balubur Limbangan, Garut.

      Hapus
  11. Salut dengan perjuangan nya hehe saya sebagai pemula dan masih jarang update hanya bisa bw dan minta bw balik hehe di tunggu ya kak solusionline.id

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

99.Co Indonesia, Prortal Jual Beli Properti Abad 21

HALANGAN terbesar selama ini dalam mencari atau menjual properti adalah keterbatasan informasi. Tidak heran, jual beli properti bukan...