Jumat, 11 Januari 2019

Roti Sobek dan Penggilasan Cucian


HEBOH berkat selebrasi buka baju yang dilakukan Jonathan Christie (Jojo) kala menang atas lawannya pada final bulu tangkis Asian Games 2018, telah mencuatkan kembali istilah six pack dengan beragam penafsiran dan reaksinya. Histeria kaum hawa ketika melihat postur ideal khas atlet bisa saja karena euforia kemenangan, lantas mereka memuja-muja Jojo dan penampilannya yang terasa seksi. Maka komentar ngawur bernada erotis pun berhamburan secara terbuka.

Perempuan pun bisa berpikir seksis jika menafsirkan tubuh ideal Jojo dalam beragam fantasi yang berkaitan dengan diri mereka sendiri. Seperti istilah rahim hangat, ovarium meledak-ledak dan sebagainya; karena melihat dada kotak-kotak alias six pack Jojo.
Namun apakah mereka akan melakukan histeria massal usai menonton drakor (drama Korea) yang ada adegan pemain prianya buka baju dan memperlihatkan dada kotak-kotak ala six pack (bahkan eight pack), lantas menguarkan aneka fantasi ajaib di beragam media sosial?
Itu lain soal. Drakor barangkali kalah pamor jika menyangkut nasionalisme bercampur gairah penonton. Dan makin asyiklah kaum hawa kala beroleh kebebasan mengekspresikan hasrat mereka dalam media sosial, tak peduli apakah berstatus lajang atau sedang terikat lembaga perkawinan. Tiada rasa risih kalau dianggap sah-sah saja dan didukung secara massal.
Kumparan pendukung semacam itu adalah arus dari dinamika perubahan sosial yang selalu bergerak ke arah tak terduga. Penonton yang melakukan aksi nyata berkat aksi six pack Jojo, akan menghasilkan penonton aktif sebagai pendukung atau pencela aksi penonton histeris. Atau malah menghasilkan juga penonton pasif yang heran dan masa bodoh karena tak terkesan atau penganut asas EGP (emang gue pikirin). Kita abaikan penonton pasif yang tidak seru diulas. Saya tertarik mengulas fenomena yang berkaitan dengan bahasa saja.

Apakah Six Pack Itu?


Dalam bahasa praktis, diartikan sebagai bentuk tubuh yang kotak-kotak dengan otot menjulang ideal di bagian dada. Maka six pack cukup disebut kotak-kotak saja jika ada tambahan dada atau badan di depan kata demikian. Dada kotak-kotak, uhuy!
Namun six pack juga melebar ke dalam analogi lain semisal penggilasan cucian bahkan roti sobek (karena bentuk dada demikian kotak-kotak seperti roti kasur). Sebentar, mengapa roti sobek?
Roti sobek adalah jenis roti kasur yang ada isinya, bisa apa saja. Sedang roti kasur adalah roti berbentuk kotak-kotak saling yang menempel satu sama lain dan tak ada isiannya, rasa bisa tawar atau manis. Singkat kata, roti sobek lebih menggiurkan karena berisi.
Apakah mengartikan bentuk ideal tubuh Jojo sebagai roti sobek merupakan pelecehan seksual?
Barangkali bahasa yang menyiratkan fantasi kaum hawa bisa membingungkan kaum adam juga. Kesetaraan status beroleh tempat untuk disuarakan lewat media sosial, ketika dunia berada dalam genggaman berkat adanya gawai, ketika arus informasi mudah diakses dan disebarkan tanpa mengenal batas demografi maupun gender.



Selain Roti Sobek, Ada Juga Istilah Penggilasan Cucian


Info ini saya peroleh dari Bang Hasan Aspahani dalam WAG (Whats App Group) KLINIK BAHASA, tempat nongkrong asyik bagi  peminat bahasa.
Membandingkan suatu benda berupa papan untuk menggilas cucian dengan bentuk bergerigi di permukaannya versus bentuk otot di permukaan badan lelaki terasa lucu. Coba bayangkan kalau para istri butuh papan untuk menggilas atau menyikat cucian, tinggal pakai dada suami yang six pack.
Pada dasarnya penutur bahasa menggunakan bahasa dalam tataran pragmatis (bersifat praktis dan berguna bagi umum), karena itu pergeseran semantis (menyangkut makna) akan selalu ada sepanjang zaman, barangkali hanya berakhir jika alam dunia telah kiamat.
Analogi six pack dalam beragam bentuk yang merujuk pada kata benda menyiratkan sifat benda pula. Dari segi tekstur, rasa, sampai fungsi. Maka makanan sampai papan penggilasan ibarat penyambung kiasan yang cukup menggambarkan tentang betapa seksinya bentuk kotak-kotak itu.
Di sini pancaindra bekerja kala memilih suatu kata untuk dianalisis dan dibandingkan. Maka bentuk sederhana yang akrablah akan terpikirkan dalam otak penutur bahasa ketika respons stimulus telah sampai pada titiknya.
Kita lihat bentuk roti kasur, mengapa dinamai roti kasur? Satu loyang roti dengan bentuk kotak-kotak saling sambung itu diibaratkan kasur saja, agar lebih unik dan mudah dibedakan dengan roti kotak lainnya yang terdiri dari satuan kecil.
Lalu roti kasur beroleh jenisnya dengan sebutan roti sobek kalau cara makannya tinggal disobek atau dicuil dalam potongan besar atau kecil, serta ada isian agar tak monoton dari segi rasa.
Maka pengamat pertubuhan memandang bahwa roti ini pun ideal untuk disandingkan dengan bentuk tubuh six pack. Singkat kata, roti sobek telah menjadi bagian dari bahasa gaul generasi milenial. Suatu kata kode tertentu yang tak semua orang paham.



 Bahasa Kode


Hal ini berkaitan dengan sosiolinguistik (hubungan dan saling pengaruh antara perilaku bahasa dan perilaku sosial). Roti sobek dan penggilasan cucian adalah bahasa kode yang dianggap lazim dan populer penyebarannya berkat media sosial.
Menurut Masminar Mangiang dalam diskusi di WAG KLINIK BAHASA, kala menanggapi pertanyaan saya, “Six pack itu adalah satu set otot (rectus abdominis) yang berkembang  dan berbentuk akibat latihan fisik teratur. Tampaknya istilah itu diambil dari tampilan satu set minuman yang dijual dalam paket setengah lusin atau enam kaleng botol.”
Tambahnya lagi, “Orang sering salah paham dengan mengarti six pack sebagai enam pak padahal itu sebetulnya adalah 'paket enam'. Satu paket berisikan enam unit (biasa dikenal dalam penjualan barang oleh pabrik dan toko.
Menanggapi soal eight pack, menurut Pak Masminar. “Dalam paket penjualan barang, rasanya tidak dikenal 'paket berisikan delapan'. Lazimnya adalah satu gross, satu kodi (20 buah), selusin, setengah lusin.
Lalu eight pack, delapan tonjolan yang dimaksud adalah dua payudara lelaki di kiri kanan, yang besar karena hasil latihan otot ala binaragawan.
Bahasa selalu memiliki penjelasan dalam mengartikan suatu istilah, sebab istilah adalah bagian dari cara komunikasi efektif di kalangan tertentu yang menyebar, bergantung kepopulerannya untuk diterima masyarakat.
Karena itulah, kita tanggapi dengan wajar histeria kaum hawa terhadap roti sobek atau penggilasan cucian Jojo. Barangkali akan mendorong sebagian kaum adam agar beroleh porsi tubuh ideal ala six pack dengan latihan keras. Karena, one pack (yang menonjol satu perut buncit) itu barangkali tidak nyaman.[*]
Rohyati Sofjan, narablog di https://www.rohyatisofjan.com. Mukim di Balubur Limbangan, Garut. Karyanya banyak tersebar di media massa cetak dan daring sejak tahun 1999. Antologi buku terbarunya ODE TO ROY, Kisah para Pembaca Balada Si Roy (Epigraf, 2018) dan Bergerak Tak Berasap (2019). 
~ Dimuat di H.U. Riau Pos pada rubrik ALINEA, 6 Januari 2019 
#Bahasa #Linguistik#RotiSobek #PenggilasanCucian #Jojo #SixPack #Alinea #RiauPos #KlinikBahasa #HasanAspahani #MasminarMangiang #2019 
~Foto hasil tangkapan layar dari Mutiara Aryani

16 komentar:

  1. Wah, ulasannya tentang roti sobek panjang juga mbak apalagi dikait-kaitkan dengan istilah six pack dan eigh pack, memang tubuh idaman para lelaki tuh😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak yang suka jika bentuk tubuhnya ideal gitu, meski mewujudkannya tak mudah. Butuh kerja keras. Lucu, ya, fenomena berbahasa itu, ha ha.

      Hapus
  2. Saat sekola dulu sepetrtinya ada di pelajaran bahasa indonesia ya mbak, bukan tidak mungkin kewajiban seorang blogger harus mengingat ingat pelajaran yang notabene sangat dasar sekali. Kedepannya aku juga bakal ngikutin saran mbak untk sering buka2 PUEBI. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lupa masih ada PUEBI dan KBBI yang bisa diunduh garatis di internet, kok, Mas. Justru saya senang Mas aldhi mau belajar untuk meningkatkan diri. Bahasa Indonesia itu menyenangkan, loh. Kalau kita terbiasa dengan bahasa yang baik, maka otomatis akan ikut tertular dalam membiasakan diri dengan menulis secara baik. Nanti isinya bisa ditingkatkan.

      Hapus
  3. Sukses selalu. Jika ada waktu luang silakan mampir ke blog saya https://www.khazanah-anam19.blogspot.com. Untuk domain lama sudah tidak dipakai lagi. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Terima kasih. Saya insya Allah akan ke sana. Sayang memang domain lama itu malah tak bisa diubah kembali ke blog awal.

      Hapus
  4. Wakakakkaak ngakak juga saya baca ini, waktu pas viral berita ini saya beneran eneg baca komen-komen orang yang berseliweran di beranda saya.

    Tapi bener juga ya, hal tersebut sangat bisa dijadikan motivasi ataupun penyemangat kaum adam buat membentuk badannya untuk lebih sehat.
    Karena sering terjadi, para kaum adam sibuk protes istrinya kok gendut, mereka lupa kalau laki dengan perut buncit itu kayak orang cacingan wakakaka

    Kalau wanita kan wajar ya, udah pernah ada bayi di dalam perutnya, makanya melar, lah kalau pria ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah... Mbak Rey.. Mbak Rey... untung perut saya ngak buncit.

      Kalau buncit, saya pasti demo di blog Mbak krn tersungging...eeee tersinggung.

      Hapus
    2. Yaa, Mbak Rey. Kita senasib. Perut saya juga melar usai melahirkan Palung. Tak bisa langsung pakai gurita agar perut kencang karena luka bekas bedah caesar 'kan nyeri banget, apalagi jika dibebat pakai kain ketat. Akibatnya sampai sekarang perut saya buncit sampai sering disangka hamil lagi. Hu hu.
      Hem, sebenarnya kalau kita mau usaha, mungkin bisa singsetin perutnya, namun kalau melart habis melahirkan itu susah. Otot perutnya sudah turun, nih.

      Hapus
    3. Ha ha, Kang Nata. Sabar, Kang. Mbak Rey memang selalu terbuka, kok dalam mengutarakan apa yang dipikir dan rasakan. Hem, syukurlah Akang punya body ideal. Pasti idaman kaum hawa juga, Kayak Mas Himawan Sant, ha ha. Betul-betul tenyata doi body six pack kala nampang di tepi kolam renang dengan pakai sarung dan telanjang dada. Wow! Ha ha.

      Hapus
  5. Roti sobek 😂 haha. Tapi nih kak, kalau 6 Packs banget saya tidak berminat *LOL*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unik dan kreatif, ya, yang pertama kali bikin istilah itu. Entah siapa. Mungkin doi penggemar roti lalu menyandingkan roti sobek kegemarannya dengan dada kotak-kotak kaum adam yang menawan. Kekar dan jantan. Ha ha.

      Hapus
  6. Bagus banget tulisannya mbah Rohyati, maksud dan poinnya dapet. Ada kalanya kaum hawa juga kelepasan melepaskan fantasi dari yang dilihatnya ya mba hehe.. Sayang saya mah bukan roti sobek, tapi bolu pisang yang kebanyakan tepung (jadi mbleduk perutnya) hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terima kasih, Mas. Meski pada mulanya kala hendak nulis ini saya bete banget karena komputer galat berat sehingga tak dipakai. Saya terpaksa menulis di catatan dalam ponsel lalu kirim ke sahabat untuk diubah ke dalam bentuk word. Syukurnya komputer normal lagi dengan sendirinya.
      Syukurnya lagi diterima media tujuan yang memuat rubrik bahasa setelah melanglang dalam penolakan media lain dulu.
      Ha ha, baru kali ini saya tahu analogi bolu pisang yang kebanyakan tepung. Mas Irsyad lucu juga, ha ha.

      Hapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

99.Co Indonesia, Prortal Jual Beli Properti Abad 21

HALANGAN terbesar selama ini dalam mencari atau menjual properti adalah keterbatasan informasi. Tidak heran, jual beli properti bukan...