Jumat, 11 Januari 2019

Perisai Firefox Developer Edition yang Bikin Repot



SEBELUMNYA saya tak pernah punya masalah kala main blog dan blogwalking. Namun pada bulan Oktober saya alami kesulitan teramat sangat. Bagaimana tidak bingung, saya tak bisa komen di blog teman karena selalu berada di luar akun blog padahal tak keluar (logout). Perasaan tak melakukan hal yang tidak-tidak, tahu-tahu selalu berada di luar jalur login kala hendak isi kolom komentar sebagai tanda meninggalkan jejak persahabatan.

Saya pikir galat (error) karena melakukan sesuatu yang entah apa. Dilaporkan pemilik blog lain karena dianggap telah melakukan pelanggaran? Blog saya bermasalah? Atau saya tanpa sengaja melakukan perubahan sistem dalam blog atau komputer? Entahlah.
Yang jelas, pada  November 2018 saya terpaksa bikin blog baru di blog ini. Ceritanya ada di Blog Baru Rohyati Sofjan. Anehnya, meski telah bikin akun gmail baru dan blog baru, saya tetap berada di luar akun kala hendak komentar di blog teman. Jadi apa masalahnya?
Memang tidak semua blog membuat saya berada di luar akun, makanya saya bingung. Sampai, saya baru menyadari sesuatu kala melihat ikon tameng (shield) di bagian kolom pengetikan alamat menyala ungu. Setelah di-klik, baru sadar: inilah biang kerok yang membuat saya selalu berada di luar akun blog!
Kok bisa?
Semuanya terjadi tanpa saya sadari, bahwa peramban Firefox Developer Edition alias si biru telah memperbarui diri secara otomatis kala terhubung dengan internet. Saya yang biasa sok sibuk tak akan perhatikan sinyal atau pemberitahuan perubahan, soalnya tak merasa melakukan apa-apa jadi tidak sadar. karena itulah, akibatnya fatal!
Saya jadi panik. Iya, selain bingung, saya jadi mudah panikan. Soalnya blogwalking itu penting banget bagi narablog kelas bawah macam saya. Selain bisa meningkatkan trafik blog, juga bisa menambah relasi berkat rajin komunikasi dengan aktif mengisi kolom komentar di blog yang saya kunjungi.
Bagaimana saya bisa terus menjalin silaturahmi dengan blog teman jika hanya bisa baca doang tanpa komentar. Saya tak suka jika harus jadi silent reader, istilah dalam dunia blog untuk orang yang mengunjungi blog tanpa meninggalkan jejak apa pun.

 BACA JUGA: Promo dan Blogwalking Merupakan Kebiasaan Baik Narablog
 
Shield yang menyala ungu membuat saya sadar ada yang tidak beres. Mengeklik ikon tameng itu, hasilnya muncul layar kecil, jendela pop-up, yang menjelaskan apa yang terjadi.


 Jadi rupanya tameng itu secara otomatis akan melakukan pemblokiran konten, secara sembarangan pula saking terlalu rajinnya. Bahkan blog saya pun diblokirnya. Kurang kerjaan benar! Ha ha.
Iya, blog saya diblokir sampai berada di luar akun, jadi, jangankan mengomentari blog orang lain, blog sendiri pun tak bisa! Benar-benar bikin nelangsa. Sudah susah payah bikin blog dan isi dengan satu tulisan, pas buka halaman blognya, eh, tetap tak bisa komen dan berada di luar akun melulu! 

BACA JUGA: Promo Blog di Facebook Bisa Meningkatkan Trafik dan Menambah Teman
 
Seharusnya saya minta tolong orang lain. Sudah tanya di Facebook namun tak ada yang jawab. Yah, barangkali kasus saya tak dianggap. Namun berkat menyala ungunya tameng Firefox, saya akhirnya sadar dan menyesal. Mengapa tidak dari dulu perhatikan? Keburu panik dan utak-atik dasbor blog dengan hasil… capai pikiran dan badan!

Mengapa Bisa Demikian?
Firefox Developer Edition adalah peramban rintisan. Hasil pengembangan yang belum sempurna betul serta terus diperbarui. Makanya ada contoh kasus seperti saya, bahwa tamengnya terlalu berlebihan dalam memindai setiap blog atau situs yang saya kunjungi dengan melakukan pemblokiran konten.



Tidak heran, saya selalu berada di luar jalur akun sampai bingung; yang diblokir itu siapa, sih? Blognya atau sayanya? Ha ha. Iya, soalnya tak semua blog diblokir. Dan malangnya jenis blog yang diblokir adalah blogspot milik blogger, baik yang gratisan maupun sudah domain berbayar alias TLD (Top Level Domain). Jadi, peramban biru itu seakan khusus memblokir blog dengan platform blogger milik Google saja. Wordpress mah enggak. Tidak tahu mengapa demikian. Apakah Wordpress dilengkapi semacam plugin yang anti pemblokiran? Jadi bebas melenggang tanpa harus jalani cegatan superketat seperti yang dialami blogger?
Di sini saya sebut blogger bukan sebagai pegiat blog, (narablog) melainkan sistem nama milik Google untuk blogspot. Nah, sampai sekarang saya tidak paham, mengapa tameng biru itu sedemikian rajinnya main blokir? Entah apakah untuk peramban jenis Beta atau Nightly pun demikian.
Saya memang kesal karena harus bikin blog baru padahal blog lama trafiknya bagus, pun DA/PA-nya, pagerank 1. Namun sudahlah, nasi sudah dibikin bubur, nikmati saja dan tambahkan aneka bumbu. Sajikan dengan bahan pelengkap. Lalu santap.
Mengenal 3 Versi Peramban Firefox
1. Beta: adalah uji fitur yang segera akan rilis pada versi pre-rilis yang paling stabil.
2. Developer Edition: membuat, menguji, mengukur, dan masih banyak lagi dengan satu-satunya peramban yang dibangun hanya untuk pengembang.
3. Nightly: intip seperti apa peramban web kami generasi selanjutnya, dan bantu kami menjadikannya sebagai peramban terbaik yang ada.
 Ketiganya afalah platform pengujian dan pengembangan yang belum stabil. Secara baku ketiganya mengirimkan data ke Mozilla -- dan terkadang ke rekanan mereka -- untuk bantu menangani masalah. (Sumber dari situs resmi Firefox)



Demikianlah, karena belum stabil, ada saja semacam celah gangguan atau cara kerja berlebihan, seperti yang telah saya alami. Maka, sampai sekarang, tiada pilihan setiap mengunjungi blog teman lain untuk pertama kalinya, saya lakukan operasi manual, menonaktifkan pemblokiran konten agar bisa berkomentar di blognya. Memang merepotkan namun setidaknya seakan demikianlah harusnya saya. Memiliki kewenangan, apakah akan memblokir situs atau blog tersebut




BACA JUGA: Narablog Hitam dan Narablog Putih Itu Apaan, Sih?
 
Mengapa saya pilih Firefox Developer Edition? Rasanya lebih cepat daripada Chrome yang loading (memuatnya) lambat atau kadang berhenti pada layar kesalahan jaringan, kala keluar dulu untuk waktu cukup lama. Sebenarnya itu merupakan kelebihan Chrome, bahwa pengguna bisa menghemat kuota kala sedang tak pakai halaman itu. Namun bagi saya merepotkan karena pakai paket data Smartfren 20 ribu rupiah bebas untuk 2 mingguan.
Jika alami gangguan seperti kasus saya, sebaiknya buka Chrome dan cek apanya yang salah. Karena di sana tak ada pemblokiran sembarangan. Sudah matang tanpa proteksi berlebihan. Sayang saya abai mengecek blog dulu pakai Chrome. Telanjur panik dan merasa tak punya panduan, membuat saya tak sadar bahwa biang kerok utamanya ada pada peramban!
Iya, saya sudah googling namun tak beroleh hasil. Jadi, saya tuliskan pengalaman ini, semoga bermanfaat bagi yang baca. Bisa tambah tahu ada banyak hal tak terduga dalam peramban kita. Sebaiknya pula gawai (komputer, tablet, atau ponsel pintar) dilengkapi lebih dari satu peramban untuk antisipasi dari hal tak diinginkan.
Salam.
Maaf jika penjelasan saya kurang detail. Diburu tenggat waktu sebelum jam tengah malam berdentang.
Cipeujeuh, 11 Januari 2019
#Blog #Peramban #Mozilla #FirefoxFeveloperEdition #PemblokiranKonten #ProteksiBerlebihan #SHSTJanuari11
~Gambar hasil tangkapan layardari situs Firefox, dan foto jepretan kamera ponsel ANDROMAX PRIME

8 komentar:

  1. Aku juga pernah mbak di chrome, tapi karena d chrome bisa memuat beberapa akun untuk login, sehingga pas ga bisa komen itu ternyata masih login di akun yg lain. Pas aku logoout ternyata ke logout smua. Ternyata maslaahnya cuma di login default.

    Btw, aku merasakan blogwalking emang banyak manfaatnya mbak, aku jdi tau kl firefox ada yg beginian. ga bisa komen d blog lain juga d blog sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, kadang kita ceroboh dan tak teliti atau kurang paham akan pengaturan peramban. Saya ini termasuk insan gaptek yang hanya tahu pakai dan kurang paham segi teknis lain.
      Firefox juga adalah peramban yang selalu berkembang. Saya lebih nyaman pakai ini meski harus alami kejadian tak bisa komen. Syukurnya bisa diatasi.
      Blogwalking itu manfaatnya tak cuma berbagi dan berkunjung semata, kita saling menerapkan ilmu yang dipelajari untuk disebarkan. Pengalaman adalah modal utama narablog.

      Hapus
  2. Waduh, saya belum pernah deh kayaknya dapat masalah kayak gini, jadi belum bisa komen secara mendalam.
    Pernah ada masalah tapi di wordpress, saya ga bisa komen di WP teman, setiap kali mau komen, udah nulis panjang-panjang, giliran di klik publish eh dia minta saya login deh, saya coba login dengan akun WP saya, eh di tolak dan dia minta saya login dengan akun yang punya blog.

    Akhirnya saya kontak yang punya blog, setelah itu diutak atik sama dia, katanya ada yang eror di bagian widget atau apaaa gitu, setelah itu udah bisa komen deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, galat karena pengaturan, ya, Mbak Rey. Kalau galat saya itu akibat dari pemutakhiran peramban Firefox-nya. Tapi dampaknya nyesek banget. Narablog mana yang tak bingung kala sedang blogwalking malah tak bisa komen di blog lain (kecuali Wordpress).
      Syukurnya Mbak Rey baik, memberi athu teamn bahwa ada yang salah. Itu sangat membantu sekali. Saya juga sangat butuh masukan dari pengunjung apakah tampilan blog saya normal.

      Hapus
  3. kenapa ngak pakai Google crome mbak ?

    ngak coba pakai akun yg berbeda ketika membalas komentarnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya lupa pakai Chrome, Kang. Sudah kebiasaan pakai Firefox. Pun tak punya akun lain selain blogger, he he.

      Hapus
  4. Sama, Kak. Saya juga mengalaminya sekitar akhir 2018 kemarin tapi saya pikir karena saya membersihkan cache, meskipun sudah log in pun teteup. Makanya sekarang saya pakai Chromium saja. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya lupa apakah sebelumnya membersihkan cache maka jadi demikian. Sampai sekarang jika buka blog yang belum pernah dikunjungi dan platform blogspot, maka saya harus lakukan operasi manual melulu. Syukurnya tak perlu ganti kolom komentar ke Disqus karena takut merepotkan untuk jangka panjang ke depan.

      Hapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Belajar dari Sesama Ibu Rumah Tangga Penulis

MENJADI   ibu rumah tangga dengan profesi penulis sebagai tambahan kegiatan sekaligus sumber nafkah bukanlah perkara mudah, namun bu...