Rabu, 02 Januari 2019

Narablog Hitam dan Narablog Putih Itu Apaan, Sih?




DALAM melangkah, setiap orang punya cara dan tujuan akan dibawa ke mana langkahnya, juga bagaimana dan mengapa. Hal demikian berlaku dalam dunia blog. Karena itulah ada pemisahan kategori berupa narablog hitam dan narablog putih. Apaan pula? Bagi saya kategori semacam itu dibedakan karena secara realitas ada dua kubu dalam dunia blog.

Saya baru tahu sejak beberapa hari kemarin setelah baca tulisan teman-teman narablog lain yang dirugikan ulah copaser (copy-paste isi blog lain ke dalam blognya). Narablog hitam pada dasarnya dibutakan tujuan sehingga menghalalkan segala cara, dan menjerumuskan diri sebagai tukang merugikan orang lain demi keuntungan pribadi. 

BACA JUGA: Tahun 2018, Tahun Terbaik Saya dengan Blog

Mereka ada di sekitar masyarakat dan tak peduli etika. Uang dan popularitas (blog) telah mengaburkan nilai-nilai kemanusiaan. Menganggap pekerjaannya hal wajar karena tak bisa menghargai proses dan kerja keras, tak memahami hak cipta karena miskin ide untuk berkarya. Menjadi pencuri karya orang lain sepertinya lebih mudah dan akan membuat mereka kecanduan untuk terus berada dalam kumparan demikian, sebab ada beragam kemudahan yang melenakan. Pada dasarnya mereka tak hanya merugikan orang lain, mereka telah merugikan diri sendiri. Menjadi parasit yang sudah jelas nirfaedah.
Saya tak suka dengan blog yang ternyata isinya hasil copas karya orang. Apalagi jika copas-nya pakai trik “ilmu hitam” yang tak dibenarkan webmaster dan narablog putih. Menguasai ilmu demi merugikan pihak lain bukanlah tindakan terpuji. Kerugian yang ditimbulkan pada pihak lain kelak akan balik menghantamnya, entah dalam kasus apa pun, namun kerja tak berkah itu hanya menghasilkan comberan kotor yang menodai jiwa narablog hitam.
Ewa Febri memaparkan bagaimana isi blognya dicuri pemilik blog lain yang berpraktik “ilmu hitam”. Puluhan artikelnya di-copas insan berjiwa maling, parahnya tanggal tayang artikel curian di blog maling itu dimajukan seakan lebih awal.
Saya tak tahu bagaimana cara memajukan tanggal penayangan hingga narablog hitam yang menguasai ilmu hitam web bisa berkibar di halaman utama mesin pencari dan artikelnya berada di atas urutan pemilik blog asli. Hal demikian akan membuat artikel dan blog pemilik asal tenggelam secara SERP (search result engine page). Artinya dalam hasil halaman pencarian mesin pencari, pemilik konten blog asal  berada di urutan paling bawah. Karena apa? Ya, karena pemajuan data tanggalnya yang dimanipulasi. Untuk lebih jelasnya tahu apa itu SERP main saja ke situs Dumet School, www.dumetschool.com. Di sana ada banyak ilmu mengenai dunia web dan desain.



Lalu apa yang akan terjadi pada blog milik Mbak Ewa? Saya tidak tahu. Seharusnya Google bisa menutup celah penyalahgunaan macam itu. Susah memang menghadapi orang dengan niat jahat. Saya sangat paham bahwa serakah tak bisa dicegah.
Perkiraan saya, isi artikel dalam blog milik malingnya merupakan tulisan dengan tanggal lama, lalu dia hapus isinya dan ubah dengan isi dari blog orang lain. Semacam edit. Dengan demikian tanggalnya tetap lama namun isi beda. Yah, bedalah, sudah hasil colongan yang melanggar hak cipta, narablog hitamnya niat banget jahatnya sampai upaya demikian dilakukan.
Itu analisis saya. Kalau hal mengakali Google dengan memajukan tanggal penayangan, saya tak tahu bagaimana caranya secara kode. Bikin template  blog saja saya belum bisa, apalagi paham cara gimana bisa melindungi blog sendiri dari cyber crime ala narablog hitam.
Jangan salah paham, cyber crime tak cuma menyangkut ujaran kebencian, pelecehan, hoax, SARA, p****grafi, penipuan saja. Pencurian right alias hak cipta atas karya orang lain pun termasuk kategori itu. Segala bentuk yang merugikan kehidupan.
Penulis memang rentan untuk jadi korban cyber crime, kejahatan siber. Menulis dianggap semacam upaya berbagi yang cuma-cuma, maka bagi yang kalap jiwanya akan melegalkan cara yang pada dasarnya ilegal. Mbak Ewa Febri bukan hanya satu-satunya korban yang saya kenal, ada lagi Mbak Reyne Raea (Rey) dan Mbak Leyla Hana dengan kasus berbeda.
Kalau Mbak Rey, isi blognya di-copas, meski namanya tak diganti namun tautan (link) yang ditujukan malah mengarah ke Forex  dan situs judi. Benar-benar mencemarkan nama baik. Itu ternasuk kejahatan juga karena melanggar UU ITE. Susahnya, pemilik blog hitam itu tak jelas kontaknya. Biasa, ngumpet karena sadar banget sudah jadi orang jahat maka takut ditangkap.
Kalau Mbak Leyla, foto anaknya yang dipajang di blog untuk keperluan lomba, malah dicuri dan disalahgunakan orang tak bertanggung jawab untuk minta sumbangan di media sosial. Duh, lagi-lagi pencurian dan pencemaran nama baik. Akun dan foto si pelaku entah apakah asli atau bukan. Dunia digital memungkinkan orang untuk bersembunyi di balik anonimitas. Banyak banget kasus yang saya temui soal kepengecutan sang anonim yang menyalahgunakan anonimitasnya untuk kepentingan pribadi sampai rasa berkuasa sebagai pihak mahabenar atau perisakan.
Pada hakikatnya, narablog hitam lihai memanfaatkan celah untuk mewujudkan hasratnya yang cenderung mengedepankan kepentingan sendiri, egomaniak parah. Entah sampai kapan mereka sadar dan bertobat. Godaan untuk melakukan perbuatan ilegal itu telah membutakan nurani, mereka menjelma robot yang terprogram dengan sekian tujuan dan rencana sesat.



Jika di atas bahas narablog hitam, bagaimanakah narablog putih itu? Kebanyakan narablog putih jadi korban dari kejahatan narablog hitam. Terutama pencurian konten alias isi. Sudah tentu itu sangat merugikan narablog putih sendiri.
Narablog putih sudah bekerja sangat keras demi mencapai tujuannya, dan dengan cara legal serta penuh etika. Halal adalah tujuan utama agar tak merugikan pihak mana pun.
Salah satu kelebihan narablog putih yang tak bisa dimiliki narablog hitam adalah kualitas dan pengembangan diri. Mereka tak henti belajar agar bisa lebih baik lagi daripada sebelumnya. Mereka pada mulanya tak tahu apa-apa tentang ilmu blog dan segala hal detail lainnya yang menyangkut teknik. Salutnya mereka mau usaha sendiri agar bisa maju tanpa merugikan orang lain. Konten atau isi blog yang mereka tulis juga diupayakan orisinal serta bertanggung jawab. Lebih banyak tulisan mereka adalah hasil eksplorasi diri sendiri. Mereka telah coba dan uji dalam beragam kasus serta permasalahan kehidupan. Bahkan teknik dasar penguasaan ilmu blog pun merupakan hasil belajar dengan sabar. 

BACA JUGA: Menjadi Penulis Sekaligus Narablog? Pasti Bisa! 
Narablog putih adalah insan beruntung daripada narablog hitam yang sudah merugikan orang lain diri sendiri pun rugi.
Saya suka baca tulisan narablog putih. Mereka mewakili diri lewat blog secara personal. Memaparkan pengalaman dan keilmuan. Mereka berbagi dan beroleh banyak lewat apa yang dibaginya. Keberkahan, insya Allah, akan menyertai hidup mereka.
Jadi narablog itu adalah pilihan, memilih jalan hitam dan putih pun pilihan. Namun masing-masing tetap harus bertanggung jawab atas pilihan yang diambil. Pun segala risiko dan buah hasil.
Saya lebih suka jadi narablog putih. Aman, damai, dan menenteramkan. Saya juga lebih suka bergaul dengan sesama narablog pitih; karena, apakah narablog hitam layak dipercaya jika sudah memampangkan sikap penuh khianat lewat blog hitam mereka?
Selamat merenungkan jalan pilihan. Salam.
Cipeujeuh, 2 januari 2019
#Narablog #Hitam #Putih #Blogging #Copas #SERP #PencurianKonten #SHSTJanuari2
~Foto hasil jepretan kamera ponsel ANDROMAX PRIME, gambar hasil paint sendiri

24 komentar:

  1. Wah, keren mbak...
    jadi bertambah wawasan, dan jadi tahu tentang narablog hitam & putih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan nanti bisa waspada mengantisipasinya, ya. Mending kita jadi narablog putih saja. He he.

      Hapus
  2. Kejahatan di Dunia Maya itu ada sama halnya seperti kejahatan di Dunia nyata, tinggal kitanya sendiri harus waspada.

    Waspadalah...waspadalah... kejahatan mengincar blog2 original dan bertrafik menengah ke atas.

    So.. jangan di takutkan tapi pertambah saja ilmu blogging, nanti semuanya akan berlalu....

    Masalah hadir bukan tanpa hikmah, melainkan ada sesuatu yang akan bertambah dari kita,salah satunya Ilmu.

    Blog2 mereka itu sepertinya terkena auto Blog, untuk mengatasinya, coba cek di google " cara mengatasi blog Agc " sehingga kita bisa menutupi kelemahan blog kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Kang, saya juga harus perdalam ilmu blogging. Saya sudah baca saran Akang di blog Mbak Rey dan sudah baca artikel Juragan Cipir. Mumet juga bacanya karena itu harus sambil dipraktikkan. Baru sebatas baca dan belum sepenuhnya paham. Nanti saya baca ulang setelah tak suntuk. Kondisi fisik yang tak fit membuat saya kerap gagal fokus. Jadi hal berat itu harus diatasi dengan tenang dulu. Ke depan saya sadar blog ini bisa naik trafiknya dengan kerja keras, dan akan diincar penyuka ilmu hitam di dunia maya.
      Terima kasih sarannya, Kang.

      Hapus
  3. Wahh terus terang saya baru tahu nih tentang dua kubu narablog ini, mba. Sepertinya kita sebagai narablog memang harus dituntut memperdalam ilmu lagi ya, nggk cuma hanya berbagi lewat tulisan saja, tp harus tau mencegah kejadian2 kayak gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dunia blog itu menantang untuk dijelajahi, sama seperti dunia nyata yang kita jalani. Bedanya kita bisa lakukan pekerjaan secara leluasa dengan blog. Itu mengasyikkan. Sayangnya ada banyak celah penyalahgunaan. Namanya manusia maka akan lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.
      Jadi, kita memang harus belajar secara terus-menerus. Praktikkan teori agar blog kita aman. Perbanyak dulu baca sumber yang relevan. Semoga kita bisa mencegah sistem dalam blog dibobol orang. Butuh secangkir kopi dulu. :D

      Hapus
  4. Sependaoat dengan apa yang disampaikan kak Rohyati di artikel ... ' Semestinya google bisa menutup celah penyalahgunaan '.

    Atau juga mesin google seharusnya sangat berkemampuan mendeteksi apakah itu artikel karya asli atau hasil copy pastean.
    Misalnya : untuk karya hasil copy paste mesin akan memberikan kode warna merah dan langsung di blokir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Celah penyalahgunaan itu semoga seiring waktu bisa ditutup Google. Dulu Google longgar sekarang ketat aturannya. Itu lebih baik, saya bisa nyaman kala melakukan pencarian karena tak tersesat di situs yang tak diinginkan dan selalu berada di posisi muka.
      Semoga, semoga, semoga Google dan para webmaster-nya kian cerdas mengantisipasi.
      Gak tahu juga soal copaser, harusnya Google lakukan semacam sistem untuk itu. Namun berarti akan menutup ladang usaha para penyedia jasa keamanan di luar Google. Bingung juga, ya.

      Hapus
  5. Baru tau istilah narablog. Semoga kita terhindar dari narablog hitam ya mba. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Mari kita belajar dan berdoa. Kerja keras lagi agar besa memproteksi blog dari hal tak diinginkan.

      Hapus
  6. Kejahatan dunia maya dalam hal narablog kadang bukan hanya semata uang mba, ada juga beberapa oknum yang sengaja merusak blog orang karena iri dengan kemajuannya.

    Benar kata kang Nata, dunia maya sama dengan dunia nyata, semakin tinggi pohon, semakin kencang angin bertiup :D

    Tapi hikmahnya, kita semakin tambah ilmu.
    Para narablog hitam itu seolah memaksa narablog putih untuk terus update ilmu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, saya baru tahu ada yang iri pada kemajuan narablog lain. Padahal untuk maju butuh kerja keras dan kerja cerdas. Toxic people ternyata bisa berada di lingkungan pegiat blog. Apa yang akan didapat dengan berbuat jahat? Kepuasan semu lalu nanti juga mereka akan dapat karma dalam kehidupan nyatanya. Mereka tak akan pernah puas sepanjang hayatnya dan tetap ingin berbuat destruksif.
      Mari kita tambah ilmu. Allah sayang orang yang mengamalkan ilmu untuk kebaikan.

      Hapus
  7. Kejahatan bukan hanya karena ada niat pelakunya tapi juga karena ada kesempatan,,,waspadalah,,,waspadalah hhhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, maka kita harus waspada dan berupaya keras belajar agar bisa menambah ilmu, ilmu itu semoga berfaedah untuk menutup celah, agar tiada peluang bagi narablog hitam untuk berbuat kejahatan.

      Hapus
  8. Google sebenarnya rajin banget kok menghajar narablog hitam, dia terus-terusan ngeluncurin algoritma buat sweeping blog2 yang bandel. Korbannya banyak banget, misalnya kenalan saya yang blognya isinya ratusan artikel dari copas dan di rewrite. Trafiknya anjlok drastis begitu juga penghasilannya. Baru2 ini google juga update algoritma yang dijuluki medic update, imbasnya banyak banget website yang kehajar.

    Cuma ya gitu, banyak yang gak nyerah ngakalin google meski tahu bakal kalah. Mereka memang siap untuk itu, prinsipnya kalo di ban google ya bikin blog lagi. Yang penting tuh duit bagi mereka. Mereka biasanya berhenti memakai sebuah teknik hitam kalo tekniknya udah gak bisa ngasilin duit.

    Tulisan saya juga pernah di copas blog lain, sebel sih, apalagi komplain saya gak ditanggepin. Tapi yang bikin saya tenang, dia bisa copas isi blog saya, tapi gak bisa copas power blog saya. Karena salah satu blog yang buat cari duit saya mati2an nerapin SEOnya. Blog si tukang copas rangkingnya jauh di bawah meski isinya sama persis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah menjelaskan hal itu, saya awam banget. Jadi lega dan tenang karean ternyata Google tetap giat memerangi para copaser. Yang penting bagi saya dan narablog putih lainnya adalah meningkatkan kemampuan untuk memproteksi blog agar tak dijahati. Saya belum cari caranya, harus googling dulu. Jika copas untuk tujuan baik seperti simpan ilmu tak masalah, namun jika ditujukan kejahatan itu jadi masalah. Duitnya haram, tuh. Hasil mencuri karya orang.
      Semoga power blog Mas Pur bisa tetap berkibar sampai si pencuri bosan dan kapok. :)

      Hapus
  9. saya pernah mengalami masa pahit itu bahkan yg dicuri karya fiksi saya. anehnya di blog saya gak ada yg komen di blog dia malah banyak yg komen karyanya bagus. saya kesel karena dia asal copas gak mencantumkan nama saya. akhirnya saya hubungi saya marahin lewat email alasan dia dikira blog saya udah gak aktif jadi bisa di copas. laah padahal masih ada updatean cuma jaraknya jauh bisa 3 bulanan buat update baru karena saat itu saya masih sibuk kuliah. setelah itu si copypastean menghapus isi blog yg hasil copas dari blog saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maling fiksi itu seenaknya main copas dan ngeles dengan alasan tak masuk akal untuk melegalkan tindakannya. Demi apa? Pujian yang tidak pada tempatnya? Apakah dipuji karena hasil karya milik orang lain akan memuaskannya?
      Itulah pemikiran sempit yang menginggapi sebagian narablog yang terjerumus. Mengapa tak ciptakan sendiri karyanya, bagus atau jelek tetap saja lebih bernilai tinggi dan membawa kepuasan yang jujur. Akan mendorongnya untuk terus berupaya belajar dan kerja keras. Bukankah blog bisa sebagai sarana penyebaran karya dari masa ke masa, menjadi rekam jejak proses. Semoga copaser itu sadar dan memperbaiki diri. Menjadikan blognya murni sebagai sarana karya diri sendiri. Itu lebih menenangkan dan tak mengundang amarah orang lain yang dirugikan, ya, Mbak Dita?

      Hapus
  10. Semoga kejadian saya gak dialami banyak orang ya.. ? Paling tidak dengan memberikan informasi , teman-teman yang lain jadi bisa melindungi tulisannya. ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengalaman yang Mbak Ewa tulis di blog telah membawa pemahaman baru bagi saya. Ternyata ada yang gitu. Makanya saya senang bisa baca kisah berbagi yang demikian.
      Saya juga harus belajar kode untuk melindungi blog. Saat ini harus banyak baca cara dulu, Mbak. Padahal sibuk dan sinus kumat, jadi tak fokus. Moga di lain waktu bisa segera saya pasang kodenya.

      Hapus
  11. Di era digital, ketika kebebasan sulit dikendalikan, sebagian orang justru memanfaatkan situasi itu untuk hal-hal tak baik. Di dalam dunia menulis ada yang namanya plagiarism, barangkali golongan narablog hitam ada di barisan tersebut. Bukan perkara imbalan, kadang jika tahu artikel yang dengan susah payah dibuat lantas diambil tanpa izin, hal itu yang benar-benar membuat amarah sulit dikendalikan.

    Silakan mampir di blog kami jika ada ada waktu laung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah. Ada yang menyalahgunakan kebebasan karena dia tak bisa mengendalikan diri, cenderung mengikuti hawa nafsunya. Padahal plagiasi melanggar hukum dan ada undang-undangnya. Anehnya, narablog hitam merasa bebas dan jauh dari jangkauan hukum karena bisa bersembunyi di balik anonimitas. Lupa tak bisa sembunyi dari catatan hisab dan pandangan Allah. Bukankah berdosa dengan merugikan orang lain?

      Hapus
  12. Narablog hitam itu menurut saya pribadi: jahat hahaha. Ya namanya juga hitam ya Kak. Banyak teman-teman yang kena konten blognya dikopas seenak hati :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya jahat, jadi orang jahat yang nhebelin banget dan harus dijerat undang-undang ITE juga. Kejahatan demikian membuat duinia persilatbloggeran jadi runyam karena pencurian konten adalah perbuatan kriminal.

      Hapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Belajar dari Sesama Ibu Rumah Tangga Penulis

MENJADI   ibu rumah tangga dengan profesi penulis sebagai tambahan kegiatan sekaligus sumber nafkah bukanlah perkara mudah, namun bu...