Rabu, 26 Desember 2018

Tahun 2018, Tahun Terbaik Saya dengan Blog

 TAK ADA kata mudah untuk memperjuangkan sesuatu yang kita anggap positif dalam hidup. Namun hal demikian menantang kita agar serius ikhtiar, sekaligus berdoa sepenuh harapan. Itu yang ingin saya konsisten lakukan. Berjuang dengan serius, karena ikhtiar harus diupayakan, dan jangan lupa rasa syukur berikut doa agar tetap merasa dekat dengan Zat Yang Mencipta; karena memungkinkan kita mengubah hal mustahil menjadi mungkin.

Tahun 2018 adalah tahun kebangkitan saya. Tahun terbaik dalam hidup setelah sekian lama terpuruk. Internet memungkinkan saya menjelajahi dunia luar di rumah, mengembangkan diri dan giat cari rezeki. Saya kembali menekuni blog sebagai hasrat lama sejak tahun 2014, setelah nyaris 4 tahun berhenti karena ketiadaan sarana dan prasarana. Aktif isi blog dan blogwalking di mana-mana.
Sampai kemudian saya lakukan hal lain sekadar mencoba peluang baru, sayangnya itu bukan tempat saya. Balik lagi pada blog personal. Blog adalah rumah maya yang bebas dikelola sendiri sesuai hasrat dan minat. Blog adalah wadah yang cocok untuk menampung tumpah-ruah kreativitas menulis saya yang diupayakan tanpa batas. Blog juga membuat saya mengenal banyak orang dengan beragam karakter dan pengalaman personal yang menakjubkan.
Sayang saya alami masalah teknis dengan blog lama yang saya pikir tak ada solusinya: selalu berada di luar akun Google kala mengunjungi blog teman sehingga saya tak bisa komentar, seakan diblokir padahal tak merasa melakukan kesalahan apa-apa.



Akhirnya blog lama yang dibuat sejak akhir tahun 2013 itu harus saya tinggalkan, bikin akun baru untuk blog baru. Ceritanya ada di sini: “Blog Baru Rohyati Sofjan”. Kesalnya, baru kemudian saya tahu penyebab selalu berada di luar akun: peramban Firefox Developer Edition (yang warna biru) melakukan penamengan secara berlebihan. Main blokir situs sembarangan karena sistem deteksinya “terlalu rajin”!



 Pantesan saya tak bisa temukan solusinya di internet, karena tak mengecek bagaimana dengan peramban Chrome, sudah keburu panik dan berpikir macam-macam. Sudahlah, ambil hikmahnya. Saya beroleh tampilan baru yang mobile friendly untuk ponsel pintar. Lebih canggih daripada tema dalam blog lama. Cuma belum bikin template baru, sih.
Saya pindahkan isi dari blog lama ke dalam blog baru, selain menulis hal baru. Yah, saya hendak tinggalkan blog lama karena tak ingin jadi sarang laba-laba, juga agar saya kembali semangat nge-blog. Perbarui tampilan dan isi tulisan agar bisa tayang lebih baik di blog baru.
Saya tak sempat ikut banyak lomba blog seperti tahun 2014 yang penuh semangat, fokus saya dicacah hal lain. Masalah teknis lagi, dan upaya menulis pada berbagai media massa yang menyediakan honor. Minat saya pada esai bahasa dan ulasan buku. Kalau giveaway dan proyek lomba menulis untuk buku antologi masih saya ikuti.


ODE TO ROY

 
BERGERAK TAK BERASAP

Satu hal yang bikin saya semangat dan bertekad agar bisa jadi narablog (blogger) profesional, adalah blogwalking dan saling berbagi ilmu dengan teman-teman narablog lain. Saya jadi termotivasi agar bisa menulis dan mengisi blog lebih baik. Ada banyak ilmu tentang dunia blog yang telah saya peroleh dari ajang demikian.
Kang Nata dari blog Asikpedia banyak ngasi dukungan dari jauh. Termasuk saran agar saya beli domain untuk blog. Saya bikin blog baru 1 November 2018, dan beli domain di Niagahoster 22 Desember 2018, karena sedang ada promo jadi harganya terjangkau bagi saya yang ingin mencoba serta masih gaptek dalam banyak hal.
Satu hal yang bikin saya bahagia, Kang Nata yang ramah menulis ulasan tentang saya di blognya (17/11.2018), dengan judul “RohyatiSofjan, Contoh Blogger Wanita Indonesia yang Penuh Semangat”, sehingga mendatangkan banyak teman baru untuk saling blogwalking. Para teman itu kaya pengalaman sehingga saya sukacita menyerap ilmu mereka. Lucunya, ternyata teman-teman baru saya juga ada yang gabung di Blogger Perempuan Network (BPN). Terima kasih, Kang Nata.
Saya memang tak bikin prestasi dengan blog seperti teman lain yang ikut lomba. Bahkan kala saya baru gabung di BPN saja sedang ada lomba, namun tak ikut karena pikir harus dari awal mulainya lomba. Padahal sayang banget, topik yang dilombakan seru-seru. Semoga tahun 2019 BPN adakan lagi tantangan demikian. Semoga pula saya ada umur dan peluang untuk ikutan.
Saya penulis dan narablog yang meminati bahasa Indonesia, makanya sangat peduli pada kaidah penulisan dan harus banyak belajar. Blog ini pun saya isi dengan beragam topik dan kategori campuran. Kalau ada yang tanya, kategori blog saya tentang apa, saya bisa bingung sendiri. Saya tulis apa yang disuka dan dikuasai. Tak menargetkan diri sebagai narablog apa. Hidup ini sangat kompleks bagi saya yang suka sastra sekaligus mengulas apa saja.


Impian saya di tahun 2019 adalah beroleh tawaran kerja sama, entah itu mengulas produk atau acara dari agensi dan perusahaan. Makanya saya bersyukur bisa mewujudkan azam nomor 2 lebih awal, seperti dalam status di Facebook beberapa hari lalu: beli domain agar blog saya ada peningkatan. Uangnya dari honor menulis H.U. Rakyat Sultra. Alhamdulillah, esai bahasa saya ternyata bisa membantu agar blog pun maju. 425 ribu rupiah itu sudah sangat besar artinya bagi saya.  Terima kasih Rakyat Sultra dan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara.
Sebentar lagi kalender harus diganti, bisakah saya melanjutkan babak baru dengan tetap optimis dan penuh harapan? Insya Allah, akan saya upayakan. Saya telah bergabung di BPN dan selalu ada rangsangan untuk berbuat lebih. Tinggal memanajemen diri agar bisa menulis setiap hari.
Ada banyak ide yang belum dikerjakan dalam wujud nyata. Masih saja ada kendala untuk itu, seperti komputer yang sudah uzur dan alami gangguan sehingga memperlambat kinerja saya. Dan komputer itu pun harus saya pakai secara gantian dengan Palung anak semata wayang. Setidaknya komputer masih berfungsi dan menjadi penghubung saya dengan dunia luar, meski sering galat dan hang.
Jika pada tahun 2018 saya telah mencapai banyak hal dan dituliskan dalam artikel “Hidup Selama 43 Tahun”, saya harap pada tahun 2019 ada banyak azam yang bisa diwujudkan. Selain bisa beli tablet baru agar bisa menunjang kinerja, saya ingin produkltif menulis untuk blog dan media massa berhonor.
Alangkah indahnya hidup jika kita bisa menciptakan kebahagiaan dalam diri. Dan menulis adalah “jalan pedang” saya. Mari berjuang dengan blog. Salam.
Cipeujeuh, 26 Desember 2018
~ Tulisan ini disertakan untuk 2018 Year in Review Blog Chalenge



 #Blog #BPN2018YearinReview #Azam2019 #Narablog  #BloggerPerempuanNetwork
~Ilustrasi gambar bikin paint sendiri, nama blog desain Mutiara Aryani pakai Canva, foto buku Ode to Roy dan perisai Firefox dengan ponsel ANDROMAX PRIME, tangkapan layar dari netbook ACER ASPIRE ONE PRO ’10.1, foto buku Bergerak Tak Berasap dari Anna Farida.

45 komentar:

  1. wahh luar biasa mbak, smeangat ngblog lagi yaaa,,, jangan kapok... syukur deh sekarsng udah beli domain alias TLD (top level domain) sebagai syarat nih agar dilirik oleh pihak ketiga untuk kerjasama... semoga tahun depan tercapai keinginannya. tetap semangat dan ga perlu bingung kalau ditanya kategori (niche) blognya apa... bilang aja personal dan lifestyle... nanti akan menemukan dan mengerucut ke beberapa tema yang kita banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, soalnya saran yang berulang dari Kang Nata bikin saya mikir. Perhatikan yang sudah paham dunia blog agar bisa maju juga. Terima kasih sarannya, Bang. Insya allah, akan saya terapkan. Semoga tahun depan ada kemajuan. :)

      Hapus
  2. Semangat mbak.. Kalo dipikir-pikir saya juga rajin negeblog 2018. Itupun karena udah TLD, ibaratnya tuh saya gak mau rugi. Udah bayar masa didiemin aja blognya 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Ewa. Kita tak mau mubazir. Hidup harus direncanakan dan dilaksanakan. Blog membantu kita agar bisa menjalankan dua hal itu secara bersamaan. Terima kasih. :)

      Hapus
  3. Selamat semangat lagi Mbak..enggak ada yang enggak mungkin. Peluang dan kesempatan terbuka luas, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.
    Saya selalu suka dengan gaya menulis Mbak di blog ini.
    Semoga harapan dan kesuksesan tergapai nanti. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blog Mbak Dian juga bagus isinya, kok. Terima kasih. Senang ada yang dukung dari jauh, rasanya kian semangat dan ingin menunjukkan rasa terima kasih atas dukungan serta kepercayaan itu dengan wujud kerja nyata. Terima kasih doanya, Mbak Dian. aamiin.

      Hapus
  4. Wah keren banget mba, tulisannya bisa dimuat di surat kabar harian, klo saya masih jauh dari prestasi mba kayaknya hehe, bolehlah nanti saya berguru bahasa sama mba ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semuanya butuh proses, Mbak Yani. Yang penting jangan menyerah kala gagal muat. Masih banyak peluang untuk diperjuangkan. Media cetak dan daring kian banyak dan transparan.
      Silakan berguru [pada saya, saya juga akan berguru pada Mbak Yani nantinya. Kita saling belajar dan mengajari. :)

      Hapus
  5. Kudoakan kak Rohyati dapat banyak kesempatan kerjasama job content review dari agency di tahun 2019 nanti.
    Keinginanku juga sama seperti kak Rohyati.
    Kita saling mendoakan ya, kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih banyak, Mas Hino. Iya, saya insya Allah akan doakan juga. Kita saling doakan dalam kebaikan. Semoga tahun mendatang blog kita ada kemajuan. Bisa menghasilkan rezeki berkah yang melimpah.
      Semangat menulis, Mas. tulisan traveling Mas ada nuansa sastranya dan itu yang saya suka sebagai ciri khas Mas Hino. :)

      Hapus
  6. Ayoo mbaak, kita sama-sama berjuang dalam dunia per-blogging-an ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo! Singsingkan lengan baju. Seduh teh, kopi, susu, atau cokelat kala suntuk. Tetap semangat karena hidup kita ada tujuan agar berfaedah bagi diri sendiri dan sesama. :) Dan blog adalah salah satu sarana yang kita pilih agar bisa mewujudkan mimpi.

      Hapus
  7. Keren bisa dapat honor dari nulis di surat kabar. Semoga resolusi blog 2019 bisa terwujud. Semangat terus dan konsisten dalam blogging.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, menulis esai bahasa itu menyenangkan karena sesuai hasrat dan minat. Terima kasih banyak. Aamiin. Semangat juga, ya. Salam. :)

      Hapus
  8. Amin Ya Rabb. Semoga tahun depan semua cita-citanya bisa diwujudkan Allah ya, Mba. Terima kasih, Mba. Inspiratif banget artikelnya.

    Salam hangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, senang dapat kunjungan dari Mas Nody meski saya belum bikin artikel baru untuk lomab yang Mas adakan di blog. Ambil jeda dan merenung dulu mau nulis apa dan bagaimana. Terima kasih juga, Mas berkenan singgah dan meninggalkan jejak persahabatan sesama narablog. :)

      Hapus
  9. wah... saya perlu nyontoh nih semangatnya embak....
    semoga istiqomah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Mari istiqomah karena ikhtiar pun harus diupayakan dengan ketekunan dan keyakinan. Jangan patah semangat, ya. :)

      Hapus
  10. Salam kenal, semangat mba saya juga udah males ikut lomba, pengen jadi juri lomba aja hahahhha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga, Mbak Sandra. Aha, jadi juri mah emang enak, nanti dapat honor menjuri juga. :) Semangat!

      Hapus
  11. semoga momen terbaik ini bisa menjadikan mbak nya, blog nya makin lebih baik lagi, makin sukses terus ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih banyak. Blog Viral juga semoga ke depannya lebih baik dari segi isi dan tampilan. :) Semoga kita sama sukses dengan cara yang baik dan penuh keberkahan.

      Hapus
  12. Selalu senang membaca semua pos di sini karena bahasa yang dipakai betul-betul EYD atau PUBEI apalah istilahnya, pokoknya senang sekali. Daaaan bikin mata bahagia karena tidak perlu melihat salah penulisan qiqiqiq. Semoga semakin jaya ya, Kak. Bisa membeli tablet baru, bisa terus ngeblog, terus berbagi inspirasi dan informasi untuk kami para pembacanya, dan hepi terus ... Suka sekali sama kalimat terakhir: Alangkah indahnya hidup jika kita bisa menciptakan kebahagiaan dalam diri. Dan menulis adalah “jalan pedang” saya. Mari berjuang dengan blog. It's a wow!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi hi, bungah rasanya dapat komentar positif dari Nonamuda Tuteh. Padahal panjang banget proses memahami bahasa itu, belajarnya tak mudah dan harus rutin dari kecil sampai sekarang. Belajar bahasa bagi insan macam saya itu tak segampang insan berpendengaran normal, maka peduli kaidah EYD atau PUEBI sekarang adalah upaya saya untuk menjaga keajekan ingatan bahasa bawah sadar.
      Terima kasih doa dan dukungan Nonamuda. aamiin. Tablet agar bisa lebih produktif dan bisa menulis plus isi blog di mana saja kala sedang berkegiatan luar rumah.
      Hepi juga untuk Nonamuda yang selalu menulis dengan positif dan riang gembira di blognya. Gaya khas yang unik dan gemesin saya sebagai pembaca. :)

      Hapus
  13. Sangat menginspirasi sekali tulisannya Mbak, saya yakin ketika menulis ini ditulis dengan semangat 45 yach.....

    Blog selain wadah kreatifitas kita, blog juga bisa mengalirkan uang, kuncinya banyak belajar dan memahami saja.

    Saya yakin ditangan Mbak, blog ini akan maju dimasa-masa akan datang.Cemungutz.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat menahan kantuk yang luar biasa, Kang. Saya menulisnya dini hari dan berupaya agar mata tetap melek, pikiran tetap terbuka. Soalnya mulut menguap melulu kayak kuda nil mangap, ha ha.
      Saya belajar banyak dari blog Akang. Apa yang Akang tulis dan bagi bisa menginspirasi pembacanya, juga menambah wawasan. Dulu mah saya tak tahu apa-apa soal dunia yang Kang Nata paparkan di blog. Jadi betah menyambangi Asik Pedia karena beroleh banyak info bermanfaat. Terima kasih sudah jadi teman narablog yang baik dan inspiratif. :)

      Hapus
  14. Semangat mba, semoga kedepannya aku juga bisa beli TLD, sekarang mau rutinin dulu nulis dan penuhin blognya. Insya Allah target berikutnya adalah beli domain untuk blog saya. semangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. insya Allah, dengan niat dan tekad yang baik segalanya akan dimudahkan Allah. semoga azam Mbak riska juga tercapai. Blog kian terisi dan ada rezeki untuk beli domain. Langkah demi langkahnya bertahap dulu namun sabar dan konsisten, ya, Mbak. Salam.

      Hapus
  15. Kayaknya udah pernah berkunjung ke blog Mbak Rohyati ini tp lupa pertama kali ketemunya dimana, hehe hmm apa mungkin mbk juga pernah gabung di BE ya? 😀

    Btw semangat ya mbak, smg semangat ngeblognya juga menular ke saya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di Blogger Energy. Cuma bulan November saya tak bisa buka Facebook karena masalah jaringan jadi tak bisa ikut promo dan blogwalking. Bulan sekarang ada masalah teknis dan BE malah jarang adain promo cuma di hari tertentu. Saya belum bisa ikut karena sibuk isi blog baru. Semoga tahun depan bisa aktif di banyak grup blog dan tetap menjalin silaturahmi dengan teman narablog lama.
      Semangat juga. Blog menawarkan dunia baru untuk dijelajahi sekaligus dijadikan sarana cari rezeki.

      Hapus
  16. Keren banget mbaaa, semangat selalu menjemput impian melalui profesi narablog.
    Insha Allah hasil tidak mengkhianati usaha mba.
    Mba mah udah unik banget, rasanya saya udah berkunjung di banyak blog, tapi baru kali ini ketemu postingan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar tapi juga gak kaku.

    Salut banget mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak rey. Isi blog Mbak juga keren, kok. Dan bahasanya sudah oke. Mengalir lancar serta jelas meski kadang panjang. Panjangnya agar puas, ya. Setiap penulis punya gaya bahasa sendiri. Jadi meski panjang jika dipaparkan secara asyik tak terasa mengganggu.
      Soal bahasa, bukan berarti yang peduli kaidah gramatika itu akan kaku. Justru sebaliknya mereka bisa luwes menempatkan kata dalam kalimat, berikut tanda bacanya. Saya belajar dari teman-teman peminat bahasa dan jurnalis di WAG Klinik Bahasa. Mereka juga santai jika menulisakan sesuatu. Yang penting pesan bisa disampaikan secara baik dan dipahami orang lain. Hatur nuhun. :)

      Hapus
  17. Prestasi saya di tahun 2018 dalam dunia blog,,,hmmmm,,,,tidak ada wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun depan Pak Eko bisa semangat agar ada prestasinya dan banyak rezeki. Yang penting semangat menulis dan tetap rajin silaturahmi saja.

      Hapus
  18. Salam kenal mbak...baru kali ini berkunjung ke blog mbak, luar biasa pencapaian blogging mbak di tahun 2018. Semoga target, harapan dan doa mbak di tahun 2019 bisa terwujud. Salam Kukuruyuk dari Semarang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Bunda Dirga. Terima kasih sudah berkenan singgah dan meninggalkan jejak komentar persahabatan.
      Alhamdulillah, semangat itu juga berkat dukungan dari orang-orang di sekitar saya, yang nyata dan maya (jauh namun dekat dan ada). Terima kasih sudah mengaminkan doa dan harapan saya.
      Salam bahagia dari Garut. Senang punya teman baru dari Semarang.

      Hapus
  19. Semangat terus ngeblog nya mba. Resolusi 2019 nya sama. Semoga bisa dpt tawaran kerjasama. Hehe..

    Bismillah ya mba.. Semoga 2019 makin sukses ngeblognya. Amii n

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah, mari kita melangkah dengan istiqpomah, semoga azam yang kita canagkan bisa diwujudkan dengan baik. aamiin. Terima kasih, ya, Mbak Tia.

      Hapus
  20. Saya baru tahu kata lain blogger ialah narablog. ckckckc. Kemana saja saya selama ini.
    Wah samai diulas di blog kang Nata. Tapi saya setuju bgt, blog ini hadir bersama kata-kata yang berhawa semangat. Semoga semangatnya terus ada ya mba ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya justru baru tahu bahwa ada kata serapan untuk blogger,: narablog. Kalau contact person: narahubung. Itu dari infografis yang dibagikan Bang Ivan Lanin di Facebook.
      Semangat harus dijaga agar tak pudar karena ada tujuan jangka panjang. Menulis 'kan profesi maka harus giat lagi.
      Mari bersemangat, Mbak Risa. Terima kasih.

      Hapus
  21. semoga thn 2019 ini banyak azam2 nya yang tercapai ya mba :) . Akupun udah bikin target untuk 2019 utk blogku. pgn bisa lebih konsisten nulis, update tulisan seminggu sekali. selama ini aku baru bisa update 2 minggu sekali, kdg molorpun :(. pgnnya thn depan ga begitu. hrs bisa manage waktu supaya seminggu sekali bisa update blog :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap bagus tiap pekan bisa menulis daripada tidak sama sekali. Manajemen diri itu yang penting meski jadi ibu rumah tangga kerap kelimpungan urus ini-itu. Terima kasih, ya, Mbak Fanny. Semoga Mbak pun sama konsistennya.

      Hapus
  22. Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Yeye. Terima kasih atas jejaknya. Tadi saya gagal komen di ponsel, semoha bisa jelajah blog Mbak hari ini soalnya komputer kerap disable. Dan semoga tak mati listrik. :)

      Hapus
  23. Sebuah tulisan mengandung makna yang begitu mendalam,terutama untuk kita yang memang ingin terjun menjadi seorang blogger profesional,memang tidak mudah butuh perjuangan,bahkan saya pernah merasakan ngeblog dengan pengunjung saat itu sudah mencapai ribuan dan tanpa sebab yang jelas developer blognya berhenti,tidak tahu kenapa,saya dulu ngeblog dengan wapblog,mungkin bagi blogger sekalian pasti tahulah ya,saat developernta berhenti sayapun berhenti menulis untuk sementara waktu,memang tidak mudah melupakan blog yang pengunjungnya udah ribuan tiba-tiba dihapus oleh developer,tapi saat itu saya juga enggak begitu aktif untuk ngeblog,tapi siapa sangka pengunjungnya bisa mencapai ribuan,nah dari situ saya kenallah dengan blogspot gratisan,he-he dan berlanjut pada wordpres gratisan,fiturnya sangat terbatas,kalau dibandingkan ya masih bagusan blogspot gratisan dan hingga saat ini saya menggunakan wordpres self hosted,berbayar untuk domain dan hostingnya,tapi enggak apa-apa fiturnya,bisa pasang link afiliasi,iklan,pengaturan dan semuanya lebih hotlah pokoknya,tapi terkadang juga suka error,he-he,enggak apa-apa yang penting sudah punya rumah sendiri,begitulah kurang lebihnya

    BalasHapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

99.Co Indonesia, Prortal Jual Beli Properti Abad 21

HALANGAN terbesar selama ini dalam mencari atau menjual properti adalah keterbatasan informasi. Tidak heran, jual beli properti bukan...