Senin, 03 Desember 2018

17 Hari Pontang-Panting Membangun Blog




17 hari adalah masa yang saya butuhkan untuk memperbaiki tampilan blog yang salah atur. Dari segi jenis huruf, ukuran, label, bahkan pemilihan foto dan gambar untuk ilustrasi penunjang tulisan.

BACA JUGA: 4 Kesalahan dalam Membangun Blog Baru di Blogspot


Sekarang saya akan bahas apa yang tak lengkap dalam tulisan sebelumnya. Sengaja dibikin bersambung karena tulisan dalam tautan atas terlalu panjang, di atas 1.000 kata. Takut yang baca merasa bosan duluan sebelum baca sampai tamat, he he.
Saya sudah habiskan waktu sampai 17 hari demi memperbaiki tampilan blog agar oke. Belum terlalu oke, sih, namun setidaknya lumayanlah sebagai blog layak tayang. Dan ke depannya juga akan ada pembenahan dari segi isi dan tampilan agar lebih baik lagi, semoga.
Mengapa saya harus habiskan waktu sampai 17 hari demi mengisi, membangun, memperbaiki, dan menata ulang blog? Bergantung pada waktu dan kegiatan plus penerimaan sinyal internet di rumah. Saat ini November dan memasuki musim penghujan jadi sinyal internet tak begitu baik, saya tak bisa buka FB secara utuh, tak bisa buka Instagram, apalagi whatsApp web di komputer. Loading alias memuat koneksinya lama banget atau mutar-mutar di tempat tanpa perubahan. Untuk blog saja butuh kesabaran ekstra kala unggah foto atau publikasikan. Kerap ngadat.
Syukurnya selesai juga sebelum masa aktif paket data Smartfren habis. Yah, saya ingin istirahat dari internetan di rumah, sengaja tak isi paket data 20 ribu untuk 2 pekan seperti biasa. Lagi malas dan jemu, pengen menonton koleksi film dan drakor di komputer yang sudah diantep lama padahal Ai Ghina dan Kak Tri, para bandar film gratisan, selalu punya stok film dan drakor baru di laptop mereka.
Ahad, 18 November 2018 sehari setelah masa aktif paket data habis, saya luangkan waktu untuk menonton drakor dan film, urusan blog telah membuat saya benar-benar lelah. Saya sengaja terus demikian pada hari selanjutnya, jika bosan menonton maka akan main solitaire di komputer.
Berhenti menulis dulu karena lagi muak dan sangat butuh pasokan cokelat plus minuman cokelat hangat yang menenangkan. Sayangnya di rumah selalu tiada stok makanan atau minuman untuk doping energi menulis. Kalaupun ada akan cepat habis, disantap anak dan suami, ha ha.



Sekarang saya kembali menulis setelah 6 hari nonton dan bengong, serta cukup tidur untuk memulihkan stamina. Namun belum ada niat untuk isi ulang paket data. Rasanya nyaman juga jika sesekali tak internetan di rumah asal jangan kelamaan cuti.
Netholik membuat saya tak nyaman, ada ambisi yang harus segera dituntaskan sampai mengabaikan waktu untuk istirahat. Jadi penulis lepas sekaligus ibu rumah tangga tanpa bantuan mesin untuk mengerjakan aktivitas rutin khas rumahan itu melelahkan. Segala sesuatu serba manual. Saya harus pontang-panting antara meja komputer dan dapur serta kegiatan rumah tangga lain sendirian.
Sudah cukup lanturan curhat ini. Bahas soal apa yang akan dibahas sebagai pelengkap dari tulisan 4 Kesalahan dalam Membangun Blog Baru di Blogspot.


1. Tentang Label dan Bagaimana Sebaiknya


Label adalah kategori dari isi tulisan di blog kita. Sebelum membuat label sebaiknya lakukan perencanaan tertulis dulu, bikin semacam skema atau diagram tentang isi blog kita akan bagaimana.
Saya tak melakukan perencanaan tertulis, itu kesalahan fatal, hanya membayangkan di kepala saja tak cukup, ada pekerjaan yang cenderung matematis serta butuh pola terstruktur kala membuat label. Kita harus menyusun tulisan pilihan yang dirasa tepat untuk label tertentu. Buatlah bagan atau skema untuk merancang tulisan tertentu masuk ke dalam label, serta berapa label yang akan kita butuhkan dalam blog.
Memang, sih, yang umum adalah membuat 6 label karena 1 label khusus untuk BERANDA, jadi di layar komputer akan tampil 7 label untuk kategori tulisan terpisah. Namun kalau ingin lebih dari itu silakan saja, secara otomatis label di bagian paling ujung kanan layar komputer akan berubah menjadi LAINNYA yang bisa diketuk atau diklik untuk menampilkan seperti apa secara dropdown.
Saya sengaja membuat beberapa label berupa: BACA & NONTON, BAHASA, BISNIS & KEUANGAN, BLOG & TEKNO, GAYA HIDUP, LITERA, FIKSI, PUISI, MANUSIA, PERSONA, RAGAM, dan TULISAN LOMBA.
Alasan saya membuat beberapa label demikian sesuai dengan kategori tulisan yang ada. Pemilihan label bergantung pada minat narablognya sendiri, selain kepentingan dan estetika. Jadi, bikin label dan berapa pun jumlahnya itu bebas, kok.
Dengan catatan, perhatikan beberapa acuan dasar agar tak berkesan ribet. Label yang dipilih mewakili sifat blog tentang apa, apakah mengkhususkan pada bidang tertentu atau bebas. Sebaiknya label jangan terlalu banyak, dan kategori bagi artikel yang dipilih sudah dipertimbangkan secara matang, bukan asal label dan pajang.
Dulu saya membuat kesalahan asal bikin label (yang banyak) dan pajang. Bikin blog jadi pabalatak saja, alias berantakan, he he.
Sekarang saya upayakan agar labelnya lebih ringkas namun padat dan sesuai. Bagi saya label itu seakan mewakili tema tertentu.



1.   BACA & NONTON  membahas ulasan buku dan film yang saya baca dan tonton. Bisa berupa resensi atau catatan ringan biasa. Ada yang sudah dimuat di media cetak serta saya pajang foto pemuatannya, ada juga yang tidak dimuat di media mana pun. Intinya, label itu khusus untuk segala sumber bacaan dan tontonan, juga sekadar untuk memajang koleksi buku plus cuplikan teks di sampul belakangnya.
2.   BAHASA, saya sangat berminat pada bidang bahasa Indonesia. Guru bahasa pertama setelah saya kehilangan fungsi pendengaran adalah majalah Bobo, kemudian fase remaja berlanjut pada majalah Intisari dengan seluruh isinya yang saya lahap habis, termasuk rubrik “Inilah Bahasa Indonesia yang Benar” asuhan J.S. Badudu. Makanya, saya membuat label demikian untuk menyalurkan minat khusus, sekaligus semacam curriculum vitae bahwa saya serius.
3.   BISNIS & KEUANGAN, saya mendapat saran dari Kang Nata pemilik blog https://asikpedia.com bahwa saya sebaiknya membuat beberapa kategori untuk blog agar memudahkan pengunjung sekaligus dapat job review atau pasang iklan Adsense. Label ini khusus untuk mengulas produk, niaga, jasa, acara, bahkan info keuangan.
4.   BLOG & TEKNO, tulisan yang berkaitan dengan blog, internet, sekaligus informasi teknologi lainnya. Kekurangannya, saya akan bingung jika menulis suatu produk yang berkaitan dengan teknologi informatika, apakah masuk label ini atau BISNIS & KEUANGAN, he he.
5.   FIKSI adalah kumpulan cerpen, dongeng, cerita anak, dan kisah lainnya yang berdasarkan fiktif atau diambil dari keseharian yang nyata dengan kemasan fiksi. Bagi saya menulis fiksi membantu meruahkan rasa dan imajinasi yang mengendap serta membuat sesak.
6.   GAYA HIDUP, berkaitan dengan jalan-jalan, tempat wisata, hiburan, atau sekadar tempat makan. Dan karena saya tinggal di kampung serta jarang jalan-jalan, apalagi piknik, maka hanya menulis hal sederhana yang berkaitan dengan seputar hidup saya dan keluarga berikut lingkungan rumah. Saya bukan narablog urban seperti teman narablog lain yang bisa berkunjung ke tempat super dan menuliskan ulasan keren.
7.   LITERA, segala sesuatu yang berkaitan dengan sastra atau cara menulis. Bisa berupa esai, opini, atau sekadar curhat dan surat. Saya memang mengawali menulis dengan dasar sastra makanya harus memasukkan label ini. Sastra membantu saya mengeksplorasi bahasa. Bacaan masa kecillah yang membentuk pola pikir dan pola bahasa saya.
8.   MANUSIA, berkaitan dengan kesehatan sampai aspek psikologi manusia. Entah itu hubungan antarinsan, suami-istri, keluarga, pengasuhan, atau perilaku. Saya memang cenderung menulis hal-hal umum yang terjadi di sekitar, bagi saya itu hal yang penting dan menarik untuk dibahas.
9.   PERSONA, rencananya adalah label khusus untuk mengulas seseorang atau tokoh tertentu yang mengesankan saya. Berkaitan dengan profesi atau bidang keilmuan. Saya ingin blog ini lebih beragam isinya dan membawa manfaat. Ada banyak sosok di luar yang kapasitasnya menembus batas dan layak dijadikan teladan.
10.               PUISI, bagi saya puisi adalah ruang renung sekaligus jeda untuk mendedahkan tumpah-ruah rasa yang terkadang abstrak. Puisi adalah bait-bait saripati hidup yang saya alami. Puisi mengajarkan saya untuk memilah dan memilih kata. Puisi adalah pilihan sekaligus kemungkinan untuk menyusun diksi agar mewakili. Saya tak bisa hidup tanpa puisi. Puisi telah membantu saya berkenalan dengan sekian banyak insan.
11.               RAGAM, adalah label untuk tulisan bebas lain, yang tidak berkaitan dengan label-label sebelumnya. Bisa tentang apa saja. Saya sedang mempertimbangkan apakah perlu memasukkan status di Facebook yang telah saya buat untuk masuk ke dalam label ini atau membuat label baru. Kerap kali saya menulis status panjang yang rasanya sayang jika tak dibagikan di blog juga.
12.               TULISAN LOMBA, dari dulu sampai sekarang saya selalu ikut lomba menulis di blog atau sekadar untuk giveaway. Penting memisahkannya dalam label tersendiri agar lebih mudah dicari atau terkategori. Rekam jejak karya kita dalam berkompetisi akan terlihat seperti apa. Lagipula, menyenangkan bisa ikut lomba mana pun. Mengasah daya juang dan daya saing kita.


Baiklah, lagi-lagi saya malah menulis panjang, dan itu baru tentang bahasan label. Saya belum mengajarkan bagaimana cara membuat label di blog. Tulisan ini sudah lebih dari 1.000 kata lagi.
Intinya, Anda bebas membuat label sesuai minat dan warna jiwa blog. Di atas itu hanya contoh, masih banyak kemungkinan lain untuk membuat label. Apakah akan mengkhususkan pada parenting, kuliner, traveling, review, atau apa saja pilihan yang disukai dan dibutuhkan; seperti pada umumnya dilakukan narablog lain.
Dengan catatan, pertimbangkan secara matang dulu kala hendak membuat label. Susun bagan atau skema dasar bagi blog. Jangan asal posting dan semat label. Berhati-hatilah jika ingin menjadikan blog sebagai jalan juang demi jenama diri (personal brand), isi dan tampilan jadikan sebagai satu kesatuan yang saling menunjang sekaligus mengundang.
Salam.
Cipeujeuh, 24 November 2018
#Blog #Label #MemilihLabel #Blogspot
~Foto hasil tangkapan layar dari komputerku, dan kiriman dari ponsel  Mutiara Aryani dan desain Canva ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

99.Co Indonesia, Prortal Jual Beli Properti Abad 21

HALANGAN terbesar selama ini dalam mencari atau menjual properti adalah keterbatasan informasi. Tidak heran, jual beli properti bukan...