Kamis, 08 November 2018

Paling Dibutuhkan Suami: Sepatu Bot AP




SUAMI saya bekerja sebagai buruh tani di kebun dan sawah orang, sekaligus jadi laden alias asisten tukang bangunan. Nah, sebagai orang lapangan, sudah pasti ia butuh alat penunjang mobilitas kerjanya. Salah satunya sepatu bot selain parang, golok, atau pacul, he he.

Karena di pasaran sepatu bot bahan karet lateks yang dianggap bermutu-baik hanya AP Boots, maka suami pakai itu. Itu juga referensi dari mulut ke mulut, dari sesama kawan seperjuangan dunia kerjanya.
Yah, sepatu bot AP memang baik, namun cara-pakai sepatu ala suami saya rada ekstrem. Sebagai buruh tani, sepatunya kerap tergores benda tajam. 


Kalau lagi potong bambu atau kayu pohon pakai golok, bisa tak sengaja sepatu botnya injak ujung tajam dari kayu atau bambu hingga solnya rusak, bahkan sampai menembus kaki suami hingga terluka. Atau badan sepatu yang tergores, alhasil sobeklah permukaan atas sepatu.
Begitu juga kalau jadi laden. Kegores atau injak batu cadas yang harus diangkutnya. Jadi, jangan harap sepatu bot suami awet jika cara pakainya demikian, belum lagi ia kerap main banting sepatu ke tanah kalau mau pakai. Sembarangan, ya.


Ya, sudah. Watak grusa-grusunya susah diubah. Gak bisa nyantai dikit kalau mau berangkat kerja, pulangnya juga dalam keadaan capai berat karena kerja fisik memang sangat melelahkan. Bisa pulang jam 5 sore.
Dan ketika bot AP-nya rusak lagi di bagian sol karena pemakaian paling keras, maklum tahun-tahun kemarin banyak tawaran kerja jadi, alhamdulillah, rezeki cukup lancar. Suami beli baru. Kali ini bukan warna hijau bahan karet yang lentur. Edisi baru AP Boot!


Yuk, kepoin.
Warnanya abu-abu. Solnya ada warna kuning dan hitam di bagian tapak depan dan belakang. Ada logo keren di badan sepatu: ULTIMATE 3.0.
Waktu baca label produk jadi lucu sendiri dengan kalimat di kertas karton kecil itu. Penjelasan mengenai keunggulan produk yang solnya kuat. Kalau injak paku, jalan kayak kebo. Soalnya sol tak apa-apa. Kuat kayak tapak kaki kebo, ‘kali, he he.

.
Baru tahu AP produksi itu. Yah, soalnya suami yang beli sendiri di Toko Nurzaman, Balubur Limbangan, Garut. Jadi bebas pilih. Harganya 120 ribu rupiah, tak bisa ditawar lagi.
Waktu kemarin malam iseng jalan-jalan di www.sepatubootsafety.com, ternyata harganya 119 ribu rupiah. Yah, beda tipis seribu, lah. Lumayan untuk rabat toko, he he. 


Jadi, bagi Anda yang bingung karena butuh sepatu bot berkualitas, pakai saja AP. Ada banyak pilihan di toko daring itu. Bisa jadi sumber referensi sebelum beli.
Ada banyak ragam jenisnya. Untuk anak-anak juga. Bahkan pesepeda yang butuh sepatu kuat ada pilihan jenis ALL BIKE.  Warna jingga (orange), hijau, dan merah. Hi hi, kayak lampu setopan jalan saja. Harganya di toko daring itu ternyata cukup murah, cuma 59.900 rupiah.


Sekadar info, rupanya usia AP Boots seumur saya, 42 tahun! Iya, kelahiran tahun 1975 perusahaannya. Pada tahun 2016 dapat award alias penghargaan Digital Popular Brand. Sebagai sepatu boot dan safety terbaik di Indonesia. Semoga ke depan tetap berinovasi lebih baik sesuai kebutuhan masyarakat pemakainya.
Suami suka banget sepatu barunya. Alat bantu cari rezeki halal. Kuat, ringan, lentur, mudah dipakai dan dilepaskan. Bikin ia kelihatan keren kalau grak-grak jalan. Warnanya juga adem. Yah, saya penggemar warna abu-abu, kelihatan netral.
Jadi, selamat berbot-ria bareng AP Boots yang TANGGUH DAN PENUH GAYA.
Cipeujeuh, 8 Januari 2018
#SepatuBot #APBoot #ProdukBagus
~Foto diambil dari situs https://sepatubootsafety.com/

2 komentar:

  1. Hai Mba, lama tak berjumpa dalam dunia maya.. Senang deh sekarang bisa saling berkunjung... Btw, itu sepatu boot_nya safety banget ya... Nyaman dipakai bagi pekerja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, sepatu boy yang aman dipakai para pekerja lapangan sangat dibutuhkan. Sepatu dengan mutu yang baik akan mudah diminati konsumen, asa manfaat dan tahan lama plus sebagai alat pengaman.
      Semoga saja AP tetap meningkatkan mutu produknya, :)

      Hapus

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Belajar dari Sesama Ibu Rumah Tangga Penulis

MENJADI   ibu rumah tangga dengan profesi penulis sebagai tambahan kegiatan sekaligus sumber nafkah bukanlah perkara mudah, namun bu...