Rabu, 07 November 2018

Masih Jauh untuk Jadi Blogger Keren


Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!

NAMUN bukan berarti tak bisa berproses untuk keren. Keren dalam pandangan saya bukan soal penampilan luar melainkan lebih pada attitude.
Ya, sikap adalah cerminan bagaimana diri kita secara utuh, apakah kita masuk kategori orang baik atau sebaliknya. Dan jika berkaitan dengan dunia blog, apakah blog kita akan membawa manfaat atau sebaliknya.

Baru-baru ini saya beroleh pelajaran besar setelah mencoba suatu platform berbasis social blogging. Ternyata di sana pun riuh dengan ketidakprofesionalan peminat tulis-menulis dalam hal menjatuhkan karakter orang lain dengan cara mengorbankan karakter diri sendiri sebagai watak dasarnya yang asli lewat umbaran tulisan (yang nanti juga harus dipertanggungjawabkan di yaumil hisab).
Karena tidak nyaman sebab harus jaga hati, maka saya memilih hengkang tanpa basa-basi. Tidak mengambil benefit yang telah terkumpul selama 3 bulan gabungnya saya, dan menonaktifkan akun profil.
Mencoba move on dengan kembali nge-blog. Lebih memilih jalan semula sebagai penulis lepas dan narablog (blogger). Lalu bertemu dengan teman-teman yang semula berada di platform itu dan hengkang duluan. Menjalin persahabatan kembali dalam jejaring dunia maya berwarna biru untuk saling belajar dan berbagi cerita dan pengalaman. Mereka juga ada yang punya blog.


Bagi saya, mereka itu keren. Berani mengajukan usulan secara santun dan dengan sabar memilih undur setelah dapat respons negatif berupa penolakan dan serangan massal.
Saya tak suka berada di tempat demikian. Maka kembali menjadi narablog (blogger) mandiri dengan kelola blog sendiri yang masih personal dan belum di-monetize, yang belum didandani dengan tampilan template karena sedang mempelajarinya, yang trafik rank-nya masih paling bawah, yang jumlah pengunjungnya entah.
Bagi saya dengan kembali menjadi narablog yang tak terikat pada platform mana pun merupakan semacam kebebasan dan kemandirian sikap. Semoga suatu saat bisa menghasilkan secara materi dan nonmateri. Sebab ada tujuan jangka panjang yang ingin saya capai.
Personal blogger yang saya buat sejak empat tahun silam lebih isinya hanya melulu karya dan ungkapan rasa berikut pengalaman personal. Ada juga ulas buku, film, dan produk. Saya ingin bisa jadi pengulas produk dari produsen tepercaya seperti beberapa teman narablog lain. Dan untuk itu masih harus diperjuangkan dengan membangun personal branding dulu.

Personal branding yang saya maksud adalah:
1.   Konten atau isi blog yang positif dengan kata lain tak berisikan fitnah, ujaran kebencian, pornografi, isu rasial dan agama, berikut hal-hal lainnya yang terlarang serta melanggar UU ITE.
2.   Jauhi plagiasi dalam bentuk apa pun, termasuk foto atau gambar harus disertakan sumbernya. Di awal membangun blog saya pernah khilaf soal menyertakan sumber foto secara langsung dari pihak pertama karena ketidaktahuan. Dan selanjutnya saya berupaya menyertakan sumber pihak pertama sebagai upaya menghargai HAKI. Atau lebih amannya memakai koleksi foto pribadi.
3.   Perhatikan gaya penulisan, apakah ada ciri khas atau tidak. Namun yang utama adalah pilihan bahasa kita bisa dipahami pembaca yang berkunjung dengan atau tak sengaja. Buat mereka terkesan dengan daya ucap kita. Upayakan ringkas, segar, dan bernas.
4.   Bekali diri dengan modal dasar menulis yang baik. Apakah itu pemahaman tata kalimat, ejaan, kata depan dan imbuhan, partikel, tanda baca, logika cerita, dan kebermanfaatan isi dengan memperhatikan balutan bahasa yang menyertainya.
5.   Jadilah narablog yang terbuka pada krisan (kritik dan saran) dari sesama teman narablog lain atau siapa saja yang berkunjung. Lebih bagus lagi jika banyak belajar pada narablog lain dengan mengunjungi blog mereka.
6.   Pahami rule atau aturan dasar dunia narablog agar kita tak merasa dikucilkan. Perbanyak jalinan silaturahmi dengan berteman pada siapa saja yang kita temui di grup atau kunjungan. Upayakan kita jadi narablog yang baik dan etis dengan balik blogwalking (BW) pada pengunjung yang telah meninggalkan jejak komentar. Dan komentarnya upayakan bukan sekadar kalimat singkat basa-basi melainkan ungkapan jasil apresiasi yang cukup panjang tentang isi tulisan dalam bacaan BW kita.
7.   Selalu update perkembangan blog terkini dan belajar desain blog agar tak tertinggal. Pelan-pelan saja, tak usah grusa-grusu agar tak menyesal di kemudian hari.

 

Tujuh hal tersebut bagi saya bukan perkara mudah. Namun saya harus bertekad kuat jika serius mendalami blog sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Bagi saya blog adalah curriculum vitae sebagai penulis lepas. Tempat menghimpun serakan karya yang terdedah dengan sengaja.


Saya selalu butuh energi prima agar perjuangan ini tak sia-sia. Dan kehadiran pembaca adalah hal yang paling saya butuhkan. Sebab, apalah artinya tulisan kita jika tak ada yang membacanya.
Mari kita bersinergi dan saatnya bersimbiosis dengan sesama narablog lain. Simbiosis mutualisma alias saling membutuhkan. Bukankah kita ingin melawan stigma negatif tentang citraan narablog yang diselewengkan oknum narablog lain.
Salam.
Cipeujeuh, 5 Juni 2018
#Blog #LombaBlog #BloggerKeren #WarungBlogger #Narablog #Menu7WarungBlogger #Blogwalking
~Gambar hasil paint sendiri~

 Menu7uh Warung Blogger Lebih Baik: Yuk, Jadi Blogger Keren!









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Belajar dari Sesama Ibu Rumah Tangga Penulis

MENJADI   ibu rumah tangga dengan profesi penulis sebagai tambahan kegiatan sekaligus sumber nafkah bukanlah perkara mudah, namun bu...