Sabtu, 10 November 2018

Kasih Makan Nasi Padang Saja!





ORANG Indonesia di mata bangsa lain barangkali dianggap berkarakter aneh. Salah satu contoh keanehan tersebut dialami kawan saya di tempat kerjanya, suatu perusahaan elektronik patungan PMA Jepang.

Malam itu ia sedang jengkel, stres dan lelah. Tenggat pekerjaan membuatnya harus lembur sampai larut malam. Dan pada saat itu bosnya yang berkebangsaan Jepang dengan panik bertanya apa yang harus dilakukan pada anak buah mereka di bagian produksi karena menolak lembur sampai pagi, sebab situasinya agak ricuh dengan “demo” mereka.

Diberondongi pertanyaan demikian, kawan saya yang sebentar lagi ingin segera pulang, dengan jengkel dan tanpa pikir panjang bilang, “Kasih makan nasi padang saja!” Suatu kalimat yang ia sendiri tidak tahu mengapa harus dilontarkan dan membuatnya heran.

Bosnya tercengang. Lucunya, barangkali karena panik, sang bos menuruti saran kawan saya dan segera mengumumkan bahwa karyawan di bagian produksi akan diberi makan nasi padang jika bersedia kerja lembur. Pengumuman tersebut disambut dengan ketercengangan para karyawan. Anehnya, “huru-hara” para pendemo berhenti. Mereka langsung diam dan bersedia kerja lembur.

Sang bos lega karena posisinya selamat dari dampratan bos besar lainnya. Kawan saya kian heran dengan efek kasih makan nasi padang.

 

“Lantas apakah Indra sekalian ikut makan nasi padang bareng mereka?” tanya saya saat dikisahi peristiwa tersebut.

“Tidak, saya langsung pulang.” Jawabnya tanpa beban. Barangkali sebagai seorang yuppie yang sering kelimpungan, sesekali ia butuh kejutan dari karakter bangsanya yang bla-bla-bla. Bayangkan, nasi padang bisa membungkam mulut para karyawan -- yang barangkali kelaparan, ha ha….***
Bandung, 2003


Barangkali telah dimuat di koran Republika di kolom POLAH soalnya dapat honornya cuma tak tahu yang mana dari dua naskah yang dikirim. 

#Parodi #HumorManusia #NasiPadang #Republika #2003


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah singgah, silakan tinggalkan jejak komentar sebagai tanda persahabatan agar saya bisa lakukan kunjungan balik. Komentar sebaiknya relevan dengan isi tulisan. Bukan link hidup dan mati, apalagi iklan karena termasuk spam.Terima kasih banyak. Salam. Rohyati Sofjan

Belajar dari Sesama Ibu Rumah Tangga Penulis

MENJADI   ibu rumah tangga dengan profesi penulis sebagai tambahan kegiatan sekaligus sumber nafkah bukanlah perkara mudah, namun bu...